YOT VI Diikuti 5.200 Karateka, Pembinaan Atlet Jadi Fokus
YOT VI di GOR UNY diikuti 5.200 karateka. Ajang ini menjadi wadah pembinaan atlet usia dini hingga kompetisi tingkat internasional.
Tata ruang - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispetaru) Bantul mulai menyusun Sinkronisasi Program Pemanfaatan Ruang (SPPR) Jangka Menengah 2026-2030 sebagai acuan menyelaraskan program pembangunan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Dokumen ini diharapkan mampu memastikan pembangunan di Bantul berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan terhindar dari tumpang tindih pemanfaatan ruang.
Penyusunan SPPR menjadi bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang. Melalui dokumen tersebut, pemerintah daerah memiliki instrumen yang menghubungkan kebijakan penataan ruang dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah.
Kepala Bidang Tata Ruang Dispetaru Bantul, Iwan Rasia Hertanto, menjelaskan SPPR berfungsi sebagai media sinkronisasi agar seluruh program pembangunan yang dilaksanakan perangkat daerah tetap mengacu pada arah pemanfaatan ruang yang telah ditetapkan dalam RTRW.
"SPPR pada dasarnya menjadi media sinkronisasi agar program pembangunan yang dijalankan perangkat daerah sesuai dengan arah pemanfaatan ruang yang telah ditetapkan dalam RTRW," ujar Iwan, Rabu (15/7/2026).
Menjadi Penghubung RTRW dan Perencanaan Pembangunan
Iwan menjelaskan, sesuai regulasi tersebut pemerintah kabupaten wajib melakukan sinkronisasi program pemanfaatan ruang terhadap RTRW.
Hasil proses itu akan dituangkan dalam dua dokumen, yakni SPPR jangka menengah lima tahunan dan SPPR jangka pendek satu tahunan. Keduanya akan menjadi masukan dalam penyusunan dokumen pembangunan daerah sekaligus bahan peninjauan kembali RTRW apabila diperlukan.
Libatkan Seluruh OPD
Dalam proses penyusunannya, Dispetaru Bantul membentuk tim pelaksana yang dipimpin perangkat daerah penyelenggara urusan tata ruang.
Tim tersebut melibatkan seluruh OPD yang memiliki program pembangunan fisik maupun kewilayahan. Seluruh program infrastruktur yang mendukung fungsi kawasan sesuai arahan RTRW Kabupaten Bantul akan dikaji dalam proses sinkronisasi.
"Hasil akhirnya nanti berupa dokumen SPPR lengkap dengan matriks program dan album peta," jelas dia.
Melalui Sejumlah Tahapan Analisis
Penyusunan SPPR dilakukan melalui beberapa tahapan yang saling berkaitan. Tahap awal dimulai dengan identifikasi arahan spasial RTRW, dilanjutkan inventarisasi dan sintesis antara rencana tata ruang dengan dokumen pembangunan daerah.
Selanjutnya dilakukan analisis sinkronisasi berdasarkan fungsi kawasan, lokasi, dan waktu pelaksanaan program sebelum dirumuskan menjadi rencana terpadu program pemanfaatan ruang lima tahunan.
Menurut Iwan, tahapan tersebut bertujuan memastikan setiap program pembangunan memiliki keterkaitan dengan fungsi ruang sekaligus mendukung prioritas pembangunan daerah.
Ukur Tingkat Sinkronisasi Program
Selain menilai kesesuaian lokasi pembangunan, analisis SPPR juga mengukur keterpaduan antarprogram lintas sektor beserta waktu pelaksanaannya.
Dari proses tersebut akan diketahui tingkat sinkronisasi setiap program, baik dalam kategori tinggi, sedang, maupun rendah. Hasil analisis itu menjadi dasar pemerintah daerah dalam menentukan prioritas pembangunan yang dinilai paling efektif.
Saat ini Dispetaru Bantul mulai menginventarisasi berbagai program sektoral dari seluruh perangkat daerah yang mengacu pada Rencana Strategis (Renstra) OPD periode 2025-2030.
"Saat ini kami mulai menginventarisasi program sektoral dari seluruh perangkat daerah yang mengacu pada rencana strategis masing-masing OPD periode 2025-2030. Data tersebut akan menjadi bahan utama dalam penyusunan matriks SPPR 2026-2030," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
YOT VI di GOR UNY diikuti 5.200 karateka. Ajang ini menjadi wadah pembinaan atlet usia dini hingga kompetisi tingkat internasional.
Jadwal KRL Jogja-Solo 3 September 2026 tersedia dari Yogyakarta hingga Palur. Cek waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Hasil TKA tahun ini bisa diakses mandiri peserta melalui laman resmi TKA. Kemendikdasmen mengubah mekanisme pengumuman hasil tes.
Asia Tri Jogja 2026 memasuki edisi ke-21 di Sleman dengan tema Embodied Body dan menghadirkan seniman dari empat negara.
Hutama Karya memberi diskon tarif tol Padang-Pekanbaru 10% pada 4-6 September 2026. Simak jadwal dan tarif setelah diskon.
Eksplorasi panas bumi Gunung Ungaran menuai kekhawatiran. Pemerintah memastikan kajian lingkungan dan Candi Gedong Songo menjadi perhatian.