Penataan Lahan PSEL Piyungan Dimulai, Rampung Desember 2026
Pematangan lahan PSEL Piyungan dimulai Oktober 2026 dan ditargetkan rampung Desember sebelum pembangunan fisik dimulai.
Suasana penahbisan pendeta Andreas Kurnianto di GKJ Wonocatur, Banguntapan, Bantul, Rabu (15/7/2026)/ Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, BANTUL—Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wonocatur di Kapanewon Banguntapan resmi menahbiskan Vikaris Andreas Kurnianto sebagai pendeta dalam ibadah penahbisan yang digelar pada Rabu (15/7/2026). Penahbisan ini menjadi momentum penting bagi perjalanan pelayanan gereja sekaligus penguatan hubungan harmonis dengan masyarakat lintas agama di Bantul.
Prosesi tersebut turut dihadiri Bupati Bantul Abdul Halim Muslih. Dalam sambutannya, ia menyoroti tantangan sosial yang semakin kompleks dan membutuhkan peran aktif para tokoh agama untuk menjaga harmoni masyarakat.
Menurut Halim, seorang pendeta saat ini tidak hanya menjalankan fungsi sebagai pemimpin rohani bagi jemaat. Lebih dari itu, pendeta memiliki tanggung jawab untuk menjadi penggerak nilai-nilai moral, penjaga kedamaian, serta pembimbing spiritual di tengah kehidupan sosial yang terus berkembang.
"Kehadiran seorang pendeta di tengah jemaat diharapkan mampu menjadi benteng moral, pembawa damai, serta navigator spiritual yang handal," kata Halim.
Ia menilai keberhasilan pelayanan gereja tidak hanya ditentukan oleh sosok pendeta, tetapi juga dukungan dari majelis dan seluruh jemaat. Karena itu, ia mengajak seluruh warga GKJ Wonocatur untuk bersama-sama mendukung pelayanan Pendeta Andreas Kurnianto agar dapat berjalan secara harmonis dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Menurutnya, sinergi antara pendeta, majelis, dan jemaat perlu terus dipelihara sehingga gereja dapat menghadirkan nilai kasih, keadilan, dan kedamaian, baik bagi warga gereja maupun masyarakat sekitar.
"Kami mengajak seluruh jemaat mempertahankan semangat gotong royong dan toleransi serta terus berjalan bersama Pemerintah Kabupaten Bantul dalam mengimplementasikan nilai-nilai kemanusiaan dan membantu mengatasi berbagai persoalan sosial," ujarnya.
Ketua Panitia Penahbisan GKJ Wonocatur, TMA Kristanto, menjelaskan bahwa gereja tersebut saat ini melayani sekitar 500 kepala keluarga yang beribadah secara rutin.
Penahbisan Andreas memiliki makna tersendiri bagi perjalanan GKJ Wonocatur. Sejak ditetapkan sebagai gereja dewasa pada 15 Juli 2008 setelah dimekarkan dari GKJ Kotagede, Andreas menjadi pendeta kedua yang ditahbiskan untuk melayani jemaat di gereja tersebut.
Kristanto menjelaskan proses menuju penahbisan tidak berlangsung singkat. Tahapan dimulai dari penjaringan sejumlah bakal calon pendeta, dilanjutkan proses seleksi hingga penetapan calon yang mengikuti ujian kependetaan atau proponentenproponent pada Juni 2025.
Setelah dinyatakan lulus, Andreas menjalani masa pelayanan sebagai vikaris selama satu tahun sebelum akhirnya ditetapkan dan ditahbiskan sebagai pendeta tetap GKJ Wonocatur.
Menurut Kristanto, proses panjang tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan calon pendeta memiliki kesiapan teologis, pastoral, dan sosial dalam melayani jemaat.
Ia berharap kehadiran Pendeta Andreas mampu memperkuat kehidupan bergereja yang terbuka, inklusif, dan mampu menjalin hubungan baik dengan masyarakat di sekitar lingkungan gereja.
GKJ Wonocatur, lanjutnya, berkomitmen untuk terus membangun kehidupan beragama yang tidak eksklusif. Gereja ingin menjadi bagian dari masyarakat dengan memperkuat kerja sama, solidaritas, dan semangat kebersamaan lintas agama yang selama ini telah terjalin baik di wilayah Banguntapan.
"Kami berharap kehidupan bergereja di GKJ Wonocatur tidak bersifat eksklusif, tetapi mampu berelasi dengan masyarakat sehingga bisa saling bekerja sama, saling mengisi, dan solidaritas antarumat beragama tetap terjaga," kata Kristanto.
Penahbisan Pendeta Andreas Kurnianto menjadi penanda babak baru pelayanan GKJ Wonocatur. Di tengah tantangan sosial yang semakin beragam, gereja berharap dapat terus berkontribusi dalam memperkuat kerukunan, toleransi, serta nilai kemanusiaan yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pematangan lahan PSEL Piyungan dimulai Oktober 2026 dan ditargetkan rampung Desember sebelum pembangunan fisik dimulai.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 14 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 14 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja dari Stasiun Palur pada Rabu 14 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap di tiap stasiun.
Bulog akan meluncurkan BerasKita pada 20 Oktober 2026. Beras SPHP berganti nama menjadi BerasKita Medium, sedangkan beras premium menjadi BerasKita Premium.
BMKG menyatakan tujuh kabupaten di Jawa Tengah masih berstatus awas kekeringan pada 11-20 Oktober 2026 di tengah mundurnya awal musim hujan.