Yakin Singkirkan Prancis, Pelatih Spanyol Percaya Diri ke Final
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente optimistis timnya bisa mengalahkan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Rekor pertemuan jadi modal penting.
Suasana kegiatan Sarasehan bertajuk “Upaya Inovatif Gending Gerejawi sebagai Pengiring Pujian di Gereja Kristen Jawa” di GKJ Gondokusuman, Jogja pada Senin (4/8/2025) ist
Harianjogja.com, JOGJA– Sarasehan bertajuk “Upaya Inovatif Gending Gerejawi sebagai Pengiring Pujian di Gereja Kristen Jawa” di GKJ Gondokusuman, Jogja pada Senin (4/8/2025) menghasilkan satu kesepakatan penting: perlunya penyusunan buku panduan gending gerejawi lintas GKJ.
Ketua panitia, Joko Pamungkas, menjelaskan hingga kini belum ada standar baku terkait aransemen gamelan di gereja. Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 200 peserta dari Jogja, Cilacap, Kebumen, Solo, Semarang, hingga Jakarta.
“Kami mendorong agar materi-materi gending dari berbagai gereja bisa dikumpulkan dan dibukukan. Ini penting agar pelatihan dan pelayanan bisa lebih terstruktur,” ujarnya usai sarasehan Senin (4/8/2025) malam.
Menurutnya, gamelan tak hanya berfungsi sebagai pengiring ibadah, tetapi juga sebagai strategi kreatif untuk menarik jemaat kembali hadir dalam ibadah berbahasa Jawa. “Salah satu cara menjaga semangat beribadah adalah dengan ibadah kreatif. Gamelan bisa memainkan peran penting di situ,” tambahnya.
Narasumber sarasehan, akademisi seni ISI Jogja Gandung Djatmiko, menilai antusiasme peserta menunjukkan bahwa kebutuhan akan kolaborasi lintas gereja sangat nyata. Hal ini diamini Pdt. Fendi Susanto yang menyebut gamelan sebagai “jembatan spiritual” antara budaya dan iman Kristen Jawa.
Beberapa gereja peserta, seperti GKJ Manahan Solo dan GKJ Kebumen, menyambut baik rencana penyusunan panduan tersebut. Mereka menilai langkah ini krusial untuk menjaga keberlangsungan gamelan dalam ibadah, termasuk untuk pelatihan generasi muda.
Panitia menyebut akan segera menghubungi pelatih dan pegiat gamelan gereja untuk mengumpulkan bahan. Targetnya, buku panduan ini dapat menjadi acuan bersama bagi gereja-gereja Kristen Jawa yang ingin menghidupkan kembali tradisi gending rohani dalam liturgi.
Dengan semangat kolaboratif dan kesadaran budaya yang kuat, sarasehan ini dinilai menjadi titik tolak penting bagi pelestarian gamelan di gereja—bukan semata sebagai warisan budaya, tetapi sebagai bentuk ibadah yang kontekstual dan hidup.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente optimistis timnya bisa mengalahkan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Rekor pertemuan jadi modal penting.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah di DIY cerah pada Kamis 13 Agustus 2026. Bantul berpotensi berawan, sementara Kota Jogja terpanas.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.