Tetangga Korban Jadi Pelaku Pembobolan Toko Kelontong di Banguntapan
Polres Bantul menangkap dua pelaku pembobolan toko kelontong di Jambidan berbekal rekaman CCTV dan sidik jari. Kerugian korban mencapai Rp12,5 juta.
Ilustrasi pendidikan vokasi (Freepik)
Harianjogja.com, BANTUL—Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga pengingat pentingnya investasi pendidikan jangka panjang. Pemerataan fasilitas sekolah menjadi salah satu pekerjaan rumah yang dinilai perlu terus diperkuat untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul menjadi momentum untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat sektor pendidikan. Selain mempertahankan berbagai capaian yang telah diraih, peningkatan mutu pendidikan juga dinilai perlu diimbangi dengan penyediaan fasilitas belajar yang lebih merata dan berkualitas.
Wakil Ketua DPRD Bantul, Titis Ajeng Ganis Mareti, mengatakan keberhasilan Bantul di bidang pendidikan merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan masyarakat. Namun, menurutnya, berbagai prestasi yang telah diraih tidak boleh membuat seluruh pihak berpuas diri.
“Prestasi yang sudah diraih tentu patut disyukuri dan kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang selama ini ikut berkontribusi bagi kemajuan pendidikan di Bantul. Tetapi keberhasilan itu justru menjadi motivasi untuk terus berbenah agar kualitas pendidikan semakin baik,” ujarnya, Sabtu (19/7/2026), menjelang Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul yang diperingati setiap 20 Juli.
Politikus Partai Gerindra tersebut menilai peningkatan mutu pendidikan tidak cukup hanya diukur melalui capaian akademik maupun penghargaan yang diperoleh. Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai juga menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang berkualitas bagi peserta didik.
Menurut Titis, pembenahan fasilitas pendidikan dapat dilakukan melalui revitalisasi gedung sekolah yang membutuhkan perbaikan, pembangunan dan pengembangan perpustakaan, penyediaan sarana pembelajaran yang memadai, hingga pemenuhan fasilitas penunjang lainnya.
Ia menjelaskan, lingkungan belajar yang nyaman dan aman akan memberikan dampak positif terhadap kualitas proses pembelajaran, baik bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.
“Kami akan terus mengawal agar semakin banyak sekolah di Bantul mendapatkan kesempatan mengikuti program revitalisasi maupun bantuan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan. Saat ini perbaikan sekolah memang terus berjalan melalui dukungan dana dari pemerintah,” katanya.
Di wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) II yang meliputi Kapanewon Banguntapan dan Kapanewon Piyungan, sejumlah sekolah telah menerima program revitalisasi. Sekolah tersebut antara lain SLB Bina Anggita, SMP Bina Jaya, SD Negeri Bintaran, dan SD Negeri 1 Cepokojajar.
Program serupa juga telah dilaksanakan di sejumlah sekolah lain di Kabupaten Bantul, seperti SD Negeri 1 Sewon, SD Negeri Kanggotan, SMK Ma'arif Kretek, SMP Patria Bantul, dan SD Negeri Payungan di Kapanewon Pandak.
Meski demikian, Titis menilai kebutuhan peningkatan fasilitas pendidikan di Bantul masih cukup besar. Sejumlah sekolah masih memerlukan perbaikan bangunan maupun penambahan sarana pembelajaran untuk menunjang pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara optimal.
Menurutnya, DPRD Bantul akan terus memperjuangkan pemerataan pembangunan fasilitas pendidikan sehingga seluruh sekolah memiliki kesempatan yang sama untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan kepada masyarakat.
Ia menambahkan investasi di sektor pendidikan merupakan langkah strategis dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menghadapi berbagai tantangan pada masa mendatang, termasuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Anak-anak yang saat ini duduk di bangku sekolah adalah calon pemimpin di masa depan. Karena itu, mereka harus dipersiapkan sejak sekarang melalui pendidikan yang berkualitas dan didukung fasilitas yang memadai,” ujarnya.
Dorongan untuk memperkuat mutu pendidikan tersebut sejalan dengan capaian yang telah diraih Pemerintah Kabupaten Bantul pada bidang pendidikan. Sebelumnya, Bantul memperoleh dua penghargaan nasional dalam Apresiasi Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Penghargaan tersebut meliputi Terbaik I Kategori Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan Tahun 2025 berdasarkan Rapor Pendidikan dan Terbaik I Pengelola Program Indonesia Pintar (PIP) Pendidikan Dasar Tahun 2025. Capaian itu menjadi modal penting bagi Kabupaten Bantul untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang merata dan berkelanjutan bagi seluruh peserta didik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Bantul menangkap dua pelaku pembobolan toko kelontong di Jambidan berbekal rekaman CCTV dan sidik jari. Kerugian korban mencapai Rp12,5 juta.
Forum Pemred meminta Hotman Paris menghormati profesi wartawan setelah ucapannya saat jumpa pers kasus Febrie Adriansyah dinilai merendahkan jurnalis.
Prediksi final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina, rekor perjalanan, perkiraan susunan pemain, dan analisis peluang juara.
Pemancing Hilang di Sungai Wilangan Ponorogo Ditemukan MeninggalPemancing Asal Ponorogo Ditemukan Tewas di Sungai Wilangan
Dua penumpang KM Nurul Salsa ditemukan selamat di Pulau Balaloho. Total korban selamat menjadi 59 orang, sementara 18 lainnya masih dalam pencarian.
KAI memastikan seluruh perjalanan kereta di Daop 2 Bandung tetap aman usai gempa M4,9 Sukabumi. KA Siliwangi sempat terlambat 19 menit.