PAD Wisata Bantul Sentuh Rp1 Miliar dalam Sepekan Liburan
Libur sekolah mendongkrak kunjungan wisata Bantul hingga 74.887 orang dalam sepekan. PAD dari retribusi wisata menembus Rp1 miliar dengan pantai selatan.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih saat melakukan siraman Pusaka pada Rabu. Kiki Luqman
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul kembali melaksanakan tradisi Siraman Pusaka Tombak Kyai Agnya Murni sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Bantul. Prosesi yang digelar di Bangsal Rumah Dinas Bupati Bantul, Rabu (15/7/2026), itu tidak hanya dimaknai sebagai perawatan benda pusaka, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya introspeksi, pelestarian budaya, serta memperkuat semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan daerah.
Tradisi tahunan tersebut menjadi salah satu warisan budaya yang terus dipertahankan Pemerintah Kabupaten Bantul. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dinilai masih relevan sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat maupun penyelenggaraan pemerintahan.
Siraman Pusaka Jadi Momentum Membersihkan Diri
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan Siraman Pusaka Kyai Agnya Murni merupakan bentuk penghormatan terhadap peninggalan leluhur yang sarat makna filosofis.
"Semoga Siraman Pusaka Kyai Agnya Murni ini dapat menjauhkan seluruh masyarakat Bantul dari berbagai persoalan dan menjadi momentum untuk membersihkan diri, baik pikiran maupun hati, sehingga kita memiliki semangat baru dalam membangun Kabupaten Bantul," ujar Halim.
Menurutnya, prosesi tersebut mengajarkan pentingnya membersihkan diri, bukan hanya secara fisik, tetapi juga melalui pembenahan sikap, pikiran, dan hati dalam menjalankan tugas maupun kehidupan bermasyarakat.
"Melalui kegiatan ini kita diajak membersihkan diri, membersihkan pikiran, dan membersihkan hati agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Bantul," katanya.
Gotong Royong Jadi Modal Pembangunan Bantul
Halim menilai perjalanan Kabupaten Bantul hingga menginjak usia ke-195 tidak terlepas dari kuatnya budaya gotong royong yang diwariskan secara turun-temurun.
Budaya tersebut, menurutnya, telah menjadi modal sosial yang menopang berbagai capaian pembangunan daerah selama ini.
"Prestasi yang diraih Kabupaten Bantul selama ini merupakan hasil dari kuatnya tradisi gotong royong masyarakat. Pembangunan tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan seluruh warga," ungkapnya.
Ia menambahkan, kekompakan masyarakat hingga tingkat padukuhan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi Kabupaten Bantul sebagai daerah yang maju, kuat, demokratis, dan sejahtera. Karena itu, budaya rukun dan kebersamaan harus terus dipelihara agar seluruh program pembangunan memperoleh dukungan masyarakat.
Siraman Pusaka Sarat Nilai Filosofis
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul, Yanatun Yunadiana, menjelaskan Siraman Pusaka Kyai Agnya Murni bukan sekadar tradisi merawat benda pusaka, melainkan memiliki makna yang lebih mendalam.
"Merawat benda pusaka, merawat Tombak Kyai Agnya Murni merupakan tradisi yang kita lakukan setiap tahun sekali. Tujuan utamanya memang membersihkan pusaka, tetapi nilai filosofinya adalah membersihkan diri," kata Yanatun.
Ia menjelaskan, perawatan fisik dilakukan agar kondisi pusaka tetap terjaga, sementara makna filosofisnya mengajak masyarakat melakukan evaluasi diri agar mampu menghadapi masa depan dengan semangat yang lebih baik.
"Walaupun secara fisik tujuannya agar benda pusaka tetap terawat, arti filosofinya adalah kita membersihkan diri. Yang kedua sebagai wujud melestarikan kebudayaan warisan dari leluhur kita," ujarnya.
Menurut Yanatun, tradisi tersebut sekaligus menjadi simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Bantul dalam menjaga kelestarian budaya daerah.
"Intinya setiap tahun kita melakukan pembersihan diri agar ke depan pembangunan Kabupaten Bantul dapat berjalan lebih baik, lebih tertata, dan mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat," katanya.
Libatkan Pusaka Desa Budaya
Yanatun mengungkapkan pusaka utama yang disiram dalam prosesi tersebut adalah Tombak Kyai Agnya Murni yang disimpan di Rumah Dinas Bupati Bantul.
Prosesi juga melibatkan lima tombak pusaka pendamping serta dua songkok pusaka yang merupakan pemberian Sri Sultan Hamengku Buwono X.
"Tombak Kyai Agnya Murni disimpan di rumah dinas bupati. Selain itu ada lima tombak pusaka pendamping dan dua songkok pusaka yang merupakan pemberian Sri Sultan Hamengku Buwono X," jelasnya.
Berbeda dari pelaksanaan pada beberapa tahun sebelumnya, Siraman Pusaka 2026 turut melibatkan tombak pusaka milik desa budaya sebagai bentuk apresiasi kepada kalurahan yang berhasil lolos verifikasi desa budaya.
"Untuk tahun ini selain pusaka dari kapanewon, kami juga mengikutsertakan pusaka tombak dari desa-desa budaya. Setiap tahun kami melakukan verifikasi desa budaya, dan desa yang lolos mendapat apresiasi berupa tombak pusaka," ujarnya.
Melalui Siraman Pusaka Kyai Agnya Murni, Pemerintah Kabupaten Bantul berharap tradisi budaya tersebut terus lestari sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga ditopang semangat pelestarian budaya, kebersamaan, dan gotong royong masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Libur sekolah mendongkrak kunjungan wisata Bantul hingga 74.887 orang dalam sepekan. PAD dari retribusi wisata menembus Rp1 miliar dengan pantai selatan.
Kejagung menerbitkan tiga sprindik baru usai mengambil alih penyidikan kasus dugaan korupsi yang menyeret eks Jampidsus FA dari Polri.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Bantul menyebut, data penduduk usia sekolah tidak bisa dijadikan acuan untuk menjawab fenomena kekurangan mur
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memastikan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) terus diarahkan menjangkau desa-desa terpencil.
Permendag 19/2026 mewajibkan marketplace memprioritaskan produk lokal tanpa mengatur algoritma platform digital.
Intervensi lintas sektor yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Desa Ayamputih, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, mulai menunjukkan hasil.