48.000 Benih Ikan Siap Ditebar di Bantul, Warga Diajak Menjaga

Kiki Luqman
Kiki Luqman Jum'at, 17 Juli 2026 17:17 WIB
48.000 Benih Ikan Siap Ditebar di Bantul, Warga Diajak Menjaga

Hasil tangkapan ikan. - Freepik

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bantul menyiapkan penebaran lebih dari 48.000 benih ikan lokal di enam titik sungai sepanjang 2026. Program restocking ini menjadi salah satu upaya menjaga keseimbangan ekosistem perairan darat sekaligus memperkuat populasi ikan lokal yang selama ini hidup alami di sejumlah sungai di Kabupaten Bantul.

Program tersebut telah mulai direalisasikan di satu lokasi dan akan dilanjutkan secara bertahap di lima titik lainnya dalam waktu dekat. Setiap lokasi direncanakan menerima sekitar 8.000 hingga hampir 9.000 ekor benih ikan yang terdiri atas ikan nilem dan tawes.

Pengawas Perikanan DKP Kabupaten Bantul, Irawan Waluyo Jati, mengatakan pemilihan kedua jenis ikan tersebut dilakukan karena memiliki kemampuan beradaptasi yang baik dengan habitat sungai serta pertumbuhan yang relatif cepat.

"Satu titik lokasi tebar ikan itu berisi 8.000 sekian ikan. Jumlah ikannya hampir 9.000 ikan. Kemudian jenisnya nilem dan tawes," ujarnya saat ditemui di sela kegiatan, Jumat (17/7/2026).

Setelah pelaksanaan restocking di satu lokasi, penebaran benih ikan akan dilanjutkan ke lima titik lainnya. Beberapa sungai yang masuk dalam rencana penebaran benih ikan di antaranya Kali Konteng, di Kecamatan Sedayu, Kali Oyo, Kali Opak, di Kecamatan Piyungan, serta Kali Gawe.

Pemilihan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi perairan dan potensi habitat ikan agar benih yang ditebar mampu tumbuh dan berkembang secara optimal di lingkungan alaminya.

Menurut Irawan, kegiatan restocking ikan di Kabupaten Bantul tidak hanya dilakukan oleh pemerintah kabupaten. Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta juga menjalankan program serupa di sejumlah wilayah, meskipun hingga saat ini DKP Bantul belum menerima informasi terkait jumlah maupun titik lokasi penebaran benih ikan yang akan dilakukan pemerintah provinsi.

Dia menjelaskan, ikan nilem dan tawes dipilih karena telah lama menjadi bagian dari ekosistem sungai di Kabupaten Bantul. Tingkat adaptasi yang tinggi membuat peluang hidup kedua jenis ikan tersebut lebih besar dibandingkan spesies lainnya.

Selain itu, ikan tawes dikenal memiliki pertumbuhan yang cepat, terutama apabila hidup di sungai dengan arus air yang deras.

"Kemudian, kami memilih tebar ikan untuk jenis nilem dan tawes ini karena jenis ini cepat besar. Khusus untuk tawes kan cepat besar apalagi di kondisi air deras berupa sungai," katanya.

Keberadaan ikan nilem dan tawes selama ini telah dikenal masyarakat sebagai penghuni alami sejumlah sungai di Kabupaten Bantul. Program restocking diharapkan mampu memperkuat kembali populasinya sehingga keseimbangan ekosistem sungai tetap terjaga di tengah berbagai tantangan lingkungan.

DKP Bantul juga melibatkan masyarakat dalam menjaga keberlangsungan benih ikan yang baru ditebar. Warga di sekitar lokasi diimbau ikut mendukung pertumbuhan ikan dengan memberikan pakan tambahan apabila memungkinkan.

"Namun, sebagai bentuk dukungan, kadang kami minta masyarakat memberi makan sehari dua kali berupa pelet. Itu biar ikan cepat besar," ujar Irawan.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan program restocking ikan. Oleh karena itu, setiap kegiatan penebaran benih ikan selalu dibarengi dengan edukasi kepada masyarakat agar tidak menangkap ikan yang baru dilepas ke sungai.

Benih ikan yang ditebar masih berukuran kecil sehingga membutuhkan waktu untuk tumbuh hingga mampu berkembang biak secara alami. Apabila langsung ditangkap, tujuan pelestarian populasi ikan lokal akan sulit tercapai.

Karena itu, DKP Bantul juga mengajak masyarakat untuk turut mengawasi kawasan sungai melalui pembentukan kelompok masyarakat pengawas yang berperan menjaga kelestarian sumber daya perikanan di lingkungan masing-masing.

"Maka, setiap kali kami melakukan restoking ikan, kami selalu mengajak masyarakat supaya mereka juga menjadi sebuah kelompok masyarakat pengawas," tandasnya.

Melalui program restocking di enam titik sungai tersebut, DKP Kabupaten Bantul berharap populasi ikan lokal dapat terus terjaga sekaligus mendukung keberlanjutan ekosistem perairan darat yang memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang. Pelestarian sungai yang dilakukan secara bersama-sama juga diharapkan mampu menjaga kualitas lingkungan serta mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan di Kabupaten Bantul.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online