Advertisement

Jogokariyan hingga Kauman Rawan Macet, Ini Antisipasi Dishub Jogja

Stefani Yulindriani Ria S. R
Rabu, 18 Februari 2026 - 19:37 WIB
Abdul Hamied Razak
Jogokariyan hingga Kauman Rawan Macet, Ini Antisipasi Dishub Jogja Pasar Ramadan Kauman

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA —Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta memetakan sejumlah titik rawan kemacetan selama Ramadan 2026. Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, Dishub menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan secara situasional di beberapa kawasan.

Kepala Dishub Kota Jogja, Agus Arif, menyebut sejumlah lokasi yang berpotensi mengalami kepadatan kendaraan selama Ramadan berada di kawasan Jogokariyan, Kauman, dan Nitikan. Wilayah tersebut kerap menjadi pusat aktivitas penjualan makanan dan takjil, sehingga memicu lonjakan arus lalu lintas pada sore hingga malam hari.

Advertisement

“Pemetaan ini kami lakukan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Agus, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara fleksibel menyesuaikan kondisi di lapangan. Langkah ini dinilai penting untuk mengurai kemacetan yang hampir setiap tahun terjadi ketika aktivitas jual beli takjil mulai ramai menjelang waktu berbuka puasa.

Selain pengaturan arus lalu lintas, Dishub Kota Jogja juga menyiapkan sarana parkir tambahan di sekitar lokasi rawan kemacetan. Penambahan kantong parkir tersebut ditujukan untuk mengakomodasi meningkatnya mobilitas warga yang datang berbelanja selama Ramadan.

Agus menambahkan, selama Ramadan pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan acak terhadap kendaraan angkutan penumpang maupun barang. Pemeriksaan ini meliputi kelengkapan administrasi, kondisi kendaraan, serta kesiapan pengemudi agar tetap memenuhi standar keselamatan.

“Uji KIR bukan untuk mempersulit, tetapi untuk memberikan kepastian bahwa kendaraan angkut barang dan jasa benar-benar dalam kondisi layak jalan, baik kendaraannya maupun pengemudinya,” katanya.

Dia mengungkapkan, dalam pemeriksaan sebelumnya di kawasan Jalan Veteran, masih ditemukan kendaraan angkutan barang yang uji KIR-nya tidak aktif. Padahal, uji KIR menjadi instrumen penting untuk memastikan kendaraan aman digunakan di jalan.

“Tujuan utama kami memastikan kelancaran lalu lintas, keselamatan pengguna jalan, serta mendukung pergerakan ekonomi masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Respons IMF, Menkeu Fokus Tutup Kebocoran Pajak

Respons IMF, Menkeu Fokus Tutup Kebocoran Pajak

News
| Rabu, 18 Februari 2026, 18:57 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement