Jelang Porda 2027, Fasilitas Olahraga Sleman Masih Jadi Kendala
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Ilustrasi siswa SMP - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGpt
Harianjogja.com, SLEMAN —Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman memperkirakan hingga 21 sekolah menengah pertama (SMP) di Sleman berpeluang masuk dalam program revitalisasi satuan pendidikan dari pemerintah pusat. Hingga kini, Disdik masih menunggu kepastian final terkait penambahan maupun perubahan lokasi sasaran.
Ketua Tim Kerja Sama Prasarana (Sarpras) Disdik Sleman, Ruling Yulianto, menyampaikan pihaknya telah menerima informasi awal mengenai daftar sekolah calon penerima program. Namun, data tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi berubah.
“Informasi awal ada 16 sekolah jenjang SMP, karena saya mengampu SMP, yang mendapat program. Informasi terbaru akan ada tambahan lima sekolah lagi. Ini kami masih menunggu kepastian data,” ujar Ruling, Rabu (18/2/2026).
Apabila penambahan lima sekolah tersebut terealisasi, total SMP yang direvitalisasi mencapai 21 sekolah. Setiap sekolah diproyeksikan menerima anggaran berkisar Rp500 juta hingga Rp1 miliar, bergantung pada tingkat kerusakan bangunan. Dengan asumsi minimal Rp500 juta per sekolah, total dana yang digelontorkan mencapai sedikitnya Rp10,5 miliar.
Ruling menjelaskan, besaran anggaran bisa lebih rendah, sekitar Rp100 juta, apabila kondisi bangunan hanya mengalami kerusakan ringan. Sebaliknya, sekolah dengan kerusakan berat berpeluang menerima alokasi dana lebih besar.
Berbeda dengan skema proyek konvensional, penyaluran dana dilakukan langsung dari kementerian ke rekening sekolah melalui mekanisme swakelola. Setiap sekolah wajib membentuk Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) yang melibatkan unsur masyarakat dengan kompetensi di bidang perencanaan dan konstruksi.
“Skema ini agar dana benar-benar terserap untuk kebutuhan fisik sekolah, tanpa potongan keuntungan seperti pada proyek kontraktual,” jelasnya.
Penentuan prioritas penerima revitalisasi mengacu pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Meski demikian, Disdik Sleman tetap melakukan penyaringan untuk mencegah tumpang tindih anggaran dengan APBD. Jika sebuah sekolah diketahui telah mendapat perbaikan melalui APBD pada tahun yang sama, maka alokasi dana pusat akan dialihkan ke sekolah lain yang lebih membutuhkan.
Terkait jadwal pelaksanaan, pemerintah daerah berharap pengerjaan fisik dapat segera dimulai agar tidak berbenturan dengan Tes Kemampuan Akademis (TKA) yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang. Proses revitalisasi diharapkan berjalan efektif tanpa mengganggu konsentrasi siswa menghadapi ujian.
Selain perbaikan struktur bangunan, program revitalisasi juga mencakup pengadaan sarana pendukung seperti mebel. Disdik Sleman akan terus melakukan pembinaan dan koordinasi, mulai dari bimbingan teknis pembentukan panitia hingga penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), agar seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pusat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sarana olahraga Sleman masih terkendala. Fasilitas dayung dan renang belum sesuai kebutuhan atlet menjelang Porda DIY XVIII 2027.
Kasus kebakaran di DIY melonjak saat kemarau 2026. Polda DIY memperketat patroli titik api dan mengimbau warga tidak membuka lahan dengan membakar.
Komisi I DPR RI menyetujui penjualan eks KRI Ki Hajar Dewantara-364 melalui lelang karena sudah melewati masa manfaat teknis dan ekonomis.
DPRD Kota Jogja menyoroti data desil bansos yang dinilai tak tepat sasaran dan meminta pemutakhiran data serta antisipasi bantuan melalui APBD.
Sebanyak 11 pasangan menikah di atas tangki air. Sebanyak 25 tangki didonasikan untuk warga terdampak kekeringan di DIY.
BNI menggandeng ratusan pengembang dalam Danantara Housing Expo 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.