Advertisement
SMAN 1 Depok Gelar Career Day, Bekali Siswa Tembus Perguruan Impian
Guna memberikan gambaran komprehensif mengenai masa depan pendidikan para siswanya, SMAN 1 Depok Sleman kembali menyelenggarakan agenda rutin Career Day, Kamis (12/2/2026). - Istimewa.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Guna memberikan gambaran komprehensif mengenai masa depan pendidikan para siswanya, SMAN 1 Depok Sleman kembali menyelenggarakan agenda rutin Career Day, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk berinteraksi langsung dengan berbagai perguruan tinggi tanpa harus mendatangi kampus satu per satu.
Kepala SMAN 1 Depok Basuki Jaka Purnama menegaskan bahwa Career Day merupakan langkah efektif untuk menyosialisasikan informasi program studi (prodi) secara lengkap. Hal ini dianggap krusial agar siswa tidak salah langkah dalam menentukan pilihan universitas yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka.
Advertisement
"Anak-anak tidak perlu harus datang ke perguruan tinggi masing-masing, tapi cukup di sini dan memperoleh informasi yang lengkap dari pihak perguruan tinggi yang datang," ujar narasumber dalam kegiatan tersebut.
Menariknya, agenda ini tidak hanya diwajibkan bagi siswa kelas XII yang akan segera lulus, tetapi juga melibatkan siswa kelas X dan XI. Keterlibatan siswa di jenjang awal ini bertujuan agar mereka memiliki bayangan sejak dini, terutama terkait pemilihan mata pelajaran (mapel) peminatan yang nantinya akan terhubung dengan kelanjutan studi mereka.
BACA JUGA
Dalam proses pemilihan jurusan, sekolah juga memberikan pendampingan yang ketat melalui berbagai pertimbangan, mulai dari minat siswa, aspirasi orang tua, hingga hasil tes diagnostik dan capaian akademik di rapor.
Tren PTN
Data internal sekolah menunjukkan tren positif dalam penerimaan siswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Pada tahun 2025, tercatat sekitar 70% siswa SMAN 1 Depok berhasil menembus PTN melalui berbagai jalur.
Meski jalur tes masih mendominasi, prestasi siswa melalui jalur undangan atau prestasi juga tidak kalah membanggakan.
"Kalau yang lewat jalur prestasi itu tahun kemarin ada 36 siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri," tambahnya.
Dengan adanya Career Day ini, diharapkan para siswa SMAN 1 Depok lebih siap menghadapi persaingan masuk perguruan tinggi di tahun 2026 dengan bekal informasi yang akurat dan perencanaan yang matang.
Salah satu siswa Kelas XII Muhammad Caviva Vito Widyatmoko mengatakan kehadirannya di acara tersebut didasari oleh keinginan untuk mendapatkan informasi mendalam mengenai berbagai universitas, baik negeri maupun swasta. Baginya, interaksi langsung dengan perwakilan kampus memberikan perspektif yang berbeda dibandingkan hanya mencari informasi secara mandiri.
"Bisa langsung tanya-tanya sama yang sudah kuliah di sana," ujar Vito saat menjelaskan efektivitas acara tersebut.
Meski sebelumnya telah aktif mencari informasi melalui Google dan media sosial resmi masing-masing PTN, Vito merasa konsultasi tatap muka jauh lebih membantu. Saat ini, ia telah mengantongi target yang cukup spesifik untuk masa depannya.
Dari hasil kunjungannya ke beberapa stan, ia telah mendapatkan informasi yang cukup memuaskan mengenai Fakultas Hukum UNDIP, sementara untuk FKG UGM ia merasa masih membutuhkan sedikit tambahan detail informasi.
Langkahnya kali ini menjadi sangat krusial mengingat ia harus berjuang melalui jalur tes. "Karena saya SNBP [Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi] nggak masuk, jadi saya harus ikut SNBT-nya [Seleksi Nasional Berdasarkan Tes]," pungkasnya optimis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pesta Retail 2026 di Prambanan Tegaskan Peran UMKM dan Toko Kelontong
Advertisement
Festival Sakura 2026 di Arakurayama Batal, Turis Jadi Sorotan
Advertisement
Berita Populer
- Gempa M3,1 Guncang Gunungkidul, Tak Berpotensi Tsunami
- Cuaca Hari Ini: Sirkulasi Siklonik Picu Hujan Lebat di Sejumlah Daerah
- Top Ten News Harianjogja.com, Kamis 12 Februari 2026
- DPRD DIY Temukan Pekerja Sentra Bambu Belum Terkaver BPJS
- Telur Rp38.000 dan Cabai Rp100.000 per Kg, DPRD DIY Desak Pengawasan
Advertisement
Advertisement






