Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Reporter Harian Jogja, Sirojul Khafid saat memberikan pelatihan jurnalistik kepada anggota KIM di Gunungkidul di Bangsal Sewokoprojo, Kamis (12/2/2026). - Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Penguatan citizen journalism di Gunungkidul kembali digencarkan melalui pelatihan jurnalistik bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) yang digelar PT Akasara Dinamika Jogja bersama Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul di Bangsal Sewokoprojo pada Kamis (12/2/2026).
Program ini menjadi bagian dari strategi pengembangan kapasitas KIM yang telah dibentuk di seluruh padukuhan sejak 2024, guna memperluas penyebaran informasi yang akurat sekaligus menangkal berita bohong di tingkat kalurahan dan padukuhan.
Kepala Diskominfo Gunungkidul, Setiyo Hartato, mengatakan pembentukan KIM di seluruh padukuhan sudah diinisiasi sejak tahun lalu sebagai fondasi penguatan citizen journalism berbasis masyarakat.
“Pelatihan ini menjadi upaya untuk memberikan pemahaman tentang materi jurnalistik ke anggota KIM,” kata Setiyo, Kamis siang.
Peserta pelatihan tidak berasal dari seluruh padukuhan, melainkan perwakilan KIM di tingkat kalurahan. Skema ini dirancang agar peserta dapat menularkan materi pelatihan kepada anggota KIM di padukuhan masing-masing.
“Harapannya dengan hasil pelatihan ini nantinya bisa diajarkan ke anggota KIM di padukuhan yang ada di lingkup kalurahan tempat tinggal para peserta,” katanya.
Menurut Setiyo, pelatihan jurnalistik ini juga menjadi bagian dari agenda jangka panjang untuk membentuk Bregodo Wiro Pawarto, yang disesuaikan dengan keistimewaan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
“Ini masih kami matangkan terkait dengan konsep Bregodo Wiro Pawarto, yang nantinya berisi tentang anggota KIM yang ada di Gunungkidul,” katanya.
Reporter Harian Jogja, Sirojul Khafid, yang menjadi pemateri, menyampaikan materi pelatihan mencakup teknik penulisan berita hingga pengelolaan akun media sosial.
“Secara garis besar tidak jauh berbeda dengan Teknik pemberitaan yang dilakukan oleh para wartawan,” katanya.
Selain pemaparan teori jurnalistik, peserta juga mengikuti praktik lapangan. Mereka dibagi dalam beberapa kelompok untuk menjalankan simulasi peliputan, mulai dari wawancara hingga menyusun berita secara utuh.
“Untuk narasumber kami juga menggandeng tim dari kominfo agar diwawancarai guna ditulis menjadi berita,” katanya.
Pelatihan citizen journalism ini juga mencakup pengelolaan konten media sosial, termasuk teknik pengambilan video saat proses wawancara untuk mendukung penyajian berita yang lebih menarik dan informatif.
“Didalam praktik juga ada pelatihan mengambil video saat proses wawancara untuk membuat berita,” katanya.
Melalui pelatihan jurnalistik ini, Diskominfo Gunungkidul berharap KIM mampu menjadi motor citizen journalism di tingkat lokal, memperkuat literasi informasi, serta mengisi berbagai kanal komunikasi resmi dengan konten yang akurat dan bertanggung jawab.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
America.gov jadi chatbot AI pemerintah AS untuk mencari informasi federal. Simak fitur, Gemini-Grok, rencana layanan dan privasinya.
Argentina menang 4-0 atas Bolivia. Nico Paz mencetak gol, Cristian Romero memimpin sebagai kapten, dan Messi masih disiapkan untuk laga perpisahan.
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian. Antam 1 gram tercatat Rp2,634 juta, Galeri24 Rp2,527 juta dan UBS Rp2,552 juta.
Irlandia vs Austria di Nations League 2 Oktober 2026. Simak jadwal, klasemen Grup B3, kondisi skuad, dan prediksi pertandingannya.
BMKG mengingatkan Jateng selatan mewaspadai hujan lebat, petir, angin kencang, dan puting beliung saat peralihan musim Oktober-November 2026.