Wisata Kulonprogo Melonjak 64,26 Persen, PAD Semester I Rp5,1 Miliar
Kunjungan wisata Kulonprogo naik 64,26% pada Semester I 2026. PAD pariwisata mencapai Rp5,1 miliar atau 63,35% dari target tahunan.
Wings Air resmi buka kembali rute YIA Kulonprogo–Bandung tiap hari, dorong pariwisata, pendidikan, dan ekonomi kreatif. /Istimewa.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Wings Air resmi membuka kembali rute penerbangan langsung YIA Kulonprogo–Bandung (BDO) mulai Rabu (11/2/2026) dengan frekuensi setiap hari. Pembukaan rute Bandara Internasional Yogyakarta (YIA)–Bandara Husein Sastranegara (BDO) ini memperkuat konektivitas udara antara dua pusat budaya dan ekonomi di Pulau Jawa.
Langkah ini menandai kembalinya akses penerbangan langsung yang sebelumnya sempat dinantikan masyarakat. Dengan frekuensi tujuh kali dalam sepekan atau terbang setiap hari, rute tersebut diproyeksikan menjadi penggerak mobilitas wisatawan, pelaku usaha, hingga akademisi antarprovinsi.
Corporate Communications Strategic Lion Group, Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan pembukaan rute ini merupakan bagian dari konsep connected routes yang dikembangkan maskapai. Bandung tidak hanya diposisikan sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat kreativitas dan pendidikan di Jawa Barat.
“Kami memastikan Bandung kembali hadir dalam peta konektivitas udara nasional. Selain itu, rute ini diproyeksikan menjadi ‘jembatan udara’ bagi penumpang dari luar Pulau Jawa yang ingin menuju pusat Kota Bandung melalui titik transit yang lebih ringkas di YIA,” jelas Danang kepada wartawan, Rabu (11/2/2026).
Dalam pengoperasiannya, Wings Air mengandalkan pesawat turboprop berkapasitas 72 kursi kelas ekonomi. Menurut Danang, armada tersebut dinilai optimal untuk rute jarak pendek dan menengah karena efisien tanpa mengurangi kenyamanan penumpang.
Sejalan dengan tren digitalisasi layanan penerbangan, Wings Air juga memfasilitasi penumpang melalui aplikasi Book Cabin. Melalui platform tersebut, penumpang dapat melakukan pemesanan tiket sekaligus check-in mandiri secara praktis.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo, Sutarman, menilai pembukaan kembali rute penerbangan YIA–Bandung menjadi momentum penting bagi pertumbuhan sektor pariwisata, pendidikan, dan ekonomi kreatif. Ia menyebut Bandung dan Yogyakarta sama-sama dikenal sebagai kota dengan karakter kuat di bidang pendidikan, industri kreatif, serta destinasi wisata unggulan.
“Konektivitas udara yang semakin baik diharapkan mampu mendorong mobilitas wisatawan, pelaku usaha, serta komunitas lintas daerah,” tuturnya.
Rute penerbangan langsung YIA Kulonprogo–Bandung ini disambut positif karena diyakini berdampak pada peningkatan kunjungan wisata, pergerakan ekonomi lokal, serta penguatan posisi YIA sebagai pintu gerbang pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.
Saat ini, Dispar Kulonprogo juga tengah mengembangkan paket wisata menuju destinasi utama yang dikombinasikan dengan kunjungan wisata lokal daerah guna memaksimalkan potensi arus penumpang dari rute tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kunjungan wisata Kulonprogo naik 64,26% pada Semester I 2026. PAD pariwisata mencapai Rp5,1 miliar atau 63,35% dari target tahunan.
KPK menangkap Bupati Sukoharjo bersama empat orang dalam OTT di Solo Raya. Status hukum akan ditentukan dalam 1x24 jam.
Peluncuran B50 disambut positif pengguna jalan. Warga berharap BBM lebih murah, ramah lingkungan, dan stok stabil.
KPK menangkap Bupati Sukoharjo dalam OTT terkait dugaan pemerasan terhadap perangkat daerah. Status segera ditentukan.
Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas sejauh 2 km pada 10 Juli 2026. Warga diminta menjauhi zona bahaya dan alur sungai.
Update harga pangan nasional 10 Juli 2026: cabai rawit Rp60.700/kg, telur Rp29.000/kg, beras dan minyak goreng relatif stabil.