Stemawa Moto Contest 2026 Jadi Panggung Kreativitas Modifikator Motor
Stemawa Moto Contest 2026 di SMK Ma’arif 1 Wates diikuti 130 peserta dengan delapan kategori modifikasi motor dari DIY dan sekitarnya.
Ilustrasi
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo mengupayakan kelanjutan pembangunan ruas Jalan Plono-Nglinggo sepanjang 2,47 kilometer yang belum terselesaikan. Penyelesaian akses jalan menuju kawasan wisata Perbukitan Menoreh tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di wilayah sekitar.
Ruas Jalan Plono-Nglinggo memiliki total panjang 3,47 kilometer. Pada 2025 lalu, pembangunan baru mampu menyelesaikan sekitar satu kilometer. Kini pemerintah daerah bersama sejumlah pihak terkait mendorong agar sisa pekerjaan dapat dilaksanakan pada tahun ini melalui dukungan anggaran pemerintah pusat.
Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, menilai keberadaan jalan tersebut memiliki peran strategis dalam membuka konektivitas menuju destinasi wisata unggulan di kawasan Menoreh. Menurutnya, akses yang lebih baik akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan aktivitas ekonomi warga.
“Harapan saya dengan akses ini dunia pariwisata berkembang pesat dan wisatawan domestik maupun mancanegara dapat dengan mudah datang ke Kulonprogo sehingga perekonomian masyarakat sekitar terangkat,” katanya, Rabu (1/7/2026).
Selain memperlancar mobilitas warga, jalan tersebut diharapkan menjadi penghubung penting bagi pengembangan kawasan wisata Nglinggo yang selama ini menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan saat berkunjung ke Perbukitan Menoreh.
Pemkab Kulonprogo mengusulkan kelanjutan proyek tersebut melalui skema pendanaan APBN lewat program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah. Usulan tersebut tidak dilakukan sendiri, melainkan melalui kolaborasi lintas lembaga yang melibatkan pemerintah daerah, Kementerian Pekerjaan Umum, hingga Badan Otorita Borobudur (BOB).
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kulonprogo, Septi Adi, mengatakan seluruh pihak memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya penyelesaian ruas jalan tersebut.
“Jadi semua mengusulkan agar menjadi prioritas penanganan,” ujarnya.
Menurut Septi, apabila usulan mendapatkan persetujuan pemerintah pusat, maka pengerjaan sisa ruas jalan dapat dimulai pada triwulan III tahun ini.
Dampak pembangunan tahap pertama disebut sudah mulai dirasakan. Pelaksana Tugas Direktur Utama Badan Otorita Borobudur, Yusuf Hartanto, mengungkapkan peningkatan akses yang telah selesai sepanjang satu kilometer mampu mendorong kenaikan jumlah kunjungan wisatawan, terutama saat akhir pekan.
“Peningkatan kunjungan wisatawan, khususnya lokal, sangat pesat terutama saat akhir pekan. Kami yakin jika jalur ini tuntas hingga ke atas, wisatawan akan semakin nyaman menikmati keindahan Bukit Menoreh,” kata Yusuf.
Menurut dia, penyelesaian jalan akan memperkuat ekosistem pariwisata yang menghubungkan sejumlah destinasi di kawasan Menoreh, termasuk wilayah yang berbatasan dengan Jawa Tengah. Kondisi tersebut berpotensi memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.
Sejalan dengan pembangunan infrastruktur, Pemkab Kulonprogo juga mulai mempersiapkan sumber daya manusia di sektor pariwisata. Pembinaan terhadap kelompok sadar wisata dan pengelola destinasi terus dilakukan agar siap menyambut peningkatan arus kunjungan.
Di sisi lain, proses pembebasan lahan masih menjadi pekerjaan yang harus dituntaskan untuk mendukung kelancaran proyek. Sejumlah kendala administratif dan pendanaan yang sempat muncul kini terus diupayakan penyelesaiannya oleh Satker Pelaksana Jalan Nasional DIY.
Selain pembangunan jalan, proyek ini juga mencakup pembangunan jembatan sepanjang 54 meter yang akan menghubungkan wilayah DIY dan Jawa Tengah. Infrastruktur tersebut diharapkan semakin memperkuat konektivitas kawasan Menoreh sebagai salah satu koridor wisata strategis di selatan Candi Borobudur.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pengerjaan ruas jalan dan jembatan ditargetkan dapat dimulai pada triwulan III hingga IV tahun ini. Kehadiran akses yang lebih baik diyakini akan mempercepat pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Kulonprogo yang selama ini menggantungkan penghasilan dari sektor wisata, pertanian, dan usaha mikro di kawasan Perbukitan Menoreh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Stemawa Moto Contest 2026 di SMK Ma’arif 1 Wates diikuti 130 peserta dengan delapan kategori modifikasi motor dari DIY dan sekitarnya.
PSIM Jogja resmi mengakhiri kerja sama dengan bek tengah Andy Setyo setelah kontraknya berakhir pada penghujung musim.
petugas mengamankan dua tersangka dengan barang bukti ganja seberat 232 gram dan tembakau sintetis seberat 148 gram.
Laptop gaming kini tidak lagi hanya digunakan oleh gamer, tetapi juga oleh pelajar, mahasiswa, kreator konten, hingga profesional muda
Amerika Serikat menghadapi Bosnia-Herzegovina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pulisic dan Balogun jadi tumpuan tuan rumah memburu tiket 16 besar.
Riset UII membuktikan smartwatch dapat menjadi bukti digital penting untuk membantu mengungkap penyebab kematian dan investigasi kriminal.