Gelombang Tinggi Bikin Nelayan Kulonprogo Libur 3 Bulan
Gelombang tinggi membuat nelayan Kulonprogo berhenti melaut tiga bulan. Kini mereka kembali melaut, tetapi aktivitas masih terbatas.
Penyaluran bantuan air bersih di Dusun Sumbersari, Desa Banjarasri, Kecamatan Kalibawang, pada musim kemarau tahun lalu./Dokumen Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—DPRD Kulonprogo meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo tidak hanya mengandalkan droping air untuk menangani kekeringan yang terjadi selama musim kemarau. Dewan mendesak adanya solusi permanen agar masyarakat di wilayah rawan kekeringan memiliki akses air bersih secara berkelanjutan.
Permintaan tersebut disampaikan Ketua DPRD Kulonprogo, Aris Syarifudin, menyusul kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah setelah berbulan-bulan tidak turun hujan. Menurutnya, droping air yang dilakukan BPBD Kulonprogo setiap hari hanya menjadi langkah darurat.
DPRD Dorong Pembangunan Sumur Bor
Aris menegaskan persoalan kekeringan yang dialami masyarakat di wilayah perbukitan tidak seharusnya terus diselesaikan dengan bantuan air. Pemerintah, menurutnya, perlu menghadirkan sumber air yang dapat digunakan masyarakat secara berkelanjutan.
"Pemerintah harus hadir dengan solusi permanen termasuk segera mengkaji dan merealisasikan sumur bor apabila secara teknis memungkinkan," katanya saat dikonfirmasi, Kamis (13/8/2026).
Aris juga meminta Pemkab Kulonprogo mengambil langkah konkret dengan memetakan wilayah yang rawan mengalami kekeringan. Dari pemetaan tersebut, pemerintah dapat menyiapkan sumber air alternatif bagi masyarakat yang rutin membutuhkan droping air setiap musim kemarau.
"Kami mendorong Pemkab melakukan pemetaan wilayah rawan ekeringan dan menyiapkan anggaran untuk pembangunan sumber air alternatif," tambahnya.
Menurut Aris, DPRD Kulonprogo siap mengawal agar pembangunan sumur dapat masuk dalam prioritas perencanaan daerah. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi secara memadai.
"DPRD siap mengawal agar persoalan ini masuk dalam prioritas perencanaan dan penganggaran daerah sehingga setiap musim kemarau masyarakat tidak lagi menghadapi persoalan yang sama," ucap Politisi PDI Perjuangan Kulonprogo ini.
"Air bersih adalah hak dasar masyarakat sehingga negara tidak boleh hadir hanya ketika warga sudah kesulitan mendapatkan air," imbuh Aris.
Kokap, Girimulyo, dan Samigaluh Langganan Kekeringan
Sejumlah wilayah di Kulonprogo seperti Kokap, Girimulyo, dan Samigaluh diketahui selalu menjadi langganan kekeringan setiap musim kemarau. Kondisi tersebut tidak dialami masyarakat di tiga kapanewon itu ketika musim kemarau basah.
Namun, kemarau yang telah berlangsung berbulan-bulan tanpa hujan membuat kondisi air tanah menyusut dan berkurang drastis. BPBD Kulonprogo pun terus melayani permintaan droping air untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak.
Kepala BPBD Kulonprogo, Setiawan Tri Widada, mengatakan data terakhir menunjukkan volume air yang disalurkan di Kokap telah mencapai 80 ribu liter. Bantuan tersebut menyasar 373 jiwa dari 137 KK.
"Data terakhir, di Kokap total volume air yang disalurkan sudah mencapai 80 ribu liter dengan sasaran penerima 373 jiwa dari 137 KK," ujar Kepala BPBD Kulonprogo, Setiawan Tri Widada dikonfirmasi terpisah.
Setiawan menjelaskan data tersebut diperbarui setiap hari Minggu tiap pekannya. Di Kokap, Kalurahan Hargowilis menjadi wilayah yang paling parah mengalami kekeringan dengan total 60 ribu liter air yang telah didroping.
Droping Air di Girimulyo dan Samigaluh
Sementara itu, droping air di Girimulyo juga telah mencapai 80 ribu liter. Bantuan tersebut diberikan kepada 335 jiwa dari 130 KK di Kalurahan Jatimulyo dan Pendoworejo.
Adapun di Samigaluh, jumlah droping air hingga data terakhir tercatat paling sedikit dibandingkan Kokap dan Girimulyo. Totalnya baru mencapai 35 ribu liter untuk memenuhi kebutuhan 192 jiwa dari 66 KK di Kalurahan Banjarsari dan Sidoharjo.
"Di Samigaluh droping air paling sedikit baru 35 ribu liter totalnya sampai data terakhir untuk 192 jiwa dari 66 KK di Kalurahan Banjarsari dan Sidoharjo," ungkap Setiawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gelombang tinggi membuat nelayan Kulonprogo berhenti melaut tiga bulan. Kini mereka kembali melaut, tetapi aktivitas masih terbatas.
Harga emas Pegadaian hari ini 15 September 2026 untuk Antam, UBS, dan Galeri 24 lengkap dengan harga jual serta buyback.
Macklemore dicoret dari sisa tur Ed Sheeran di AS setelah dukung Palestina. Sejumlah venue disebut menolak konser jika ia tetap tampil.
Harga rumah Yogyakarta mencapai median Rp2 miliar pada Agustus 2026. Harga naik 14,3%, sedangkan listing turun 27,4%.
Joanna Wietrzyk menang HYROX Beijing setelah insiden di tengah lomba. Kenali profil dan prestasi atlet Australia tersebut.
Produksi mobil Indonesia mencapai 859.256 unit hingga Agustus 2026. Toyota menyumbang 353.778 unit atau 41,2 persen.