Program RTLH Kulonprogo 2026, Pembangunan 180 Rumah Capai 25 Persen
Program RTLH Kulonprogo 2026 memasuki tahap pembangunan. Sebanyak 180 rumah dibangun, progres fisik mencapai 25 persen tanpa terdampak efisiensi anggaran.
Salah satu jenis alat mesin pertanian (alsintan)/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO—Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kulonprogo dengan menyalurkan berbagai bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani di sejumlah wilayah.
Melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, bantuan tersebut digelontorkan dari berbagai sumber anggaran, mulai dari APBN, APBD DIY, hingga APBD kabupaten serta aspirasi politik.
Kepala Dispertapang Kulonprogo, Trenggono Trimulyo, menjelaskan penyaluran alsintan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah dalam mendukung program prioritas ketahanan pangan nasional.
Sejumlah alat yang disalurkan antara lain traktor roda empat, rotavator crawler, power thresher, hingga hand sprayer. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan tambahan traktor roda dua yang saat ini masih dalam tahap verifikasi penerima.
“Tujuan utama bantuan ini adalah meringankan biaya produksi petani, meningkatkan efisiensi usaha tani, serta mendongkrak produktivitas hasil panen,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Tak hanya fokus pada distribusi alat, pemerintah juga menekankan pentingnya pendampingan kepada petani. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) diminta aktif memastikan alsintan digunakan secara optimal sekaligus dirawat dengan baik agar memiliki usia pakai yang panjang.
Bantuan ini disambut positif oleh para petani. Ketua Kelompok Tani (Poktan) Margosari, Sunardi, mengaku bantuan mesin perontok padi sangat membantu aktivitas panen yang selama ini masih bergantung pada alat sewaan.
Sebelumnya, petani harus mengeluarkan biaya tambahan sekitar Rp100.000 per hari untuk menyewa alat perontok padi. Kondisi ini dinilai cukup membebani biaya produksi.
“Dengan adanya bantuan ini, proses panen menjadi lebih cepat dan efisien. Waktu yang dihemat bisa langsung dimanfaatkan untuk persiapan tanam berikutnya,” jelasnya.
Efisiensi waktu tersebut dinilai sangat penting, terutama dalam menjaga pola tanam agar tetap sesuai jadwal, baik untuk padi maupun palawija.
Ke depan, kelompok tani berkomitmen mengelola alsintan secara kolektif melalui sistem kas kelompok. Skema ini diharapkan mampu menjamin keberlanjutan penggunaan alat, termasuk untuk biaya perawatan dan operasional.
Dengan dukungan alsintan yang memadai serta pengelolaan yang profesional, petani di Kulonprogo diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program RTLH Kulonprogo 2026 memasuki tahap pembangunan. Sebanyak 180 rumah dibangun, progres fisik mencapai 25 persen tanpa terdampak efisiensi anggaran.
Nickelodeon rayakan Hari SpongeBob 14 Juli dengan event global, maraton episode, hingga konten baru di Roblox dan YouTube.
Survei tunjukkan kepercayaan publik ke Prabowo tembus 74%. Qodari tegaskan pemerintah tak berpuas diri dan tetap evaluasi kinerja.
Kemenhub siapkan 39 bandara baru untuk memperkuat konektivitas nasional dan dorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Perpres ojol resmi terbit, potongan aplikasi maksimal 8 persen mulai Juli 2026, driver dapat perlindungan lebih kuat.
Pemerintah siapkan peluncuran GovTech Oktober 2026, integrasi 27 ribu aplikasi dan dukungan AI untuk layanan publik..