Advertisement
Jalan Ambles Imogiri Bantul, Akses Wisata Terganggu
ILustrasi lokasi jalan ambles. - Harian Jogja.
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Jalan ambles di Padukuhan Sompok, Kalurahan Sriharjo, Imogiri, Bantul kembali terjadi dengan penurunan tanah lebih dari satu meter. Ruas yang terdampak berada di jalur wisata Srikeminut, yang pada akhir tahun lalu sempat terputus akibat pergerakan tanah.
Amblesan tanah dilaporkan memanjang sekitar 15 hingga 30 meter dan semakin parah setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Sebelumnya, badan jalan itu telah mengalami retakan sepanjang belasan meter. Warga setempat sempat menutup rekahan menggunakan tanah dan semen sebagai langkah darurat. Pada sisi selatan jalan, warga juga memperkuat tepi jalan dengan tambahan penahan tanah agar tidak semakin longsor.
Advertisement
Dukuh Sompok, Triyono, mengungkapkan bahwa penurunan tanah sebenarnya sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Warga telah berupaya melakukan pengurukan secara swadaya, namun setiap kali hujan deras turun, kondisi jalan kembali mengalami penurunan.
“Kalau dari posisi awal mungkin amblesnya sudah lebih dari satu meter. Dulu rata dengan jalan, sekarang turun semua, termasuk pohon-pohonnya ikut turun,” ujarnya, Rabu (11/2).
BACA JUGA
Menurutnya, amblesan tersebut tidak memotong badan jalan, melainkan sejajar dengan arah jalan. Lebarnya memang tidak terlalu besar, tetapi kedalaman penurunannya cukup signifikan. Bagian selatan menjadi titik terdampak paling parah, sedangkan sisi utara masih relatif aman dilalui kendaraan.
Penanganan sementara telah beberapa kali dilakukan warga dengan meratakan kembali permukaan jalan. Upaya terakhir bahkan memanfaatkan alat berat sederhana agar akses tetap bisa digunakan. Namun, hingga kini belum ada perbaikan permanen pada ruas jalan ambles di Sriharjo tersebut.
“Saat ini masih bisa dilewati mobil, tapi harus antre. Tidak bisa simpangan. Praktis hanya satu lajur,” kata Triyono.
Sebagai langkah antisipasi, warga memasang pembatas di sisi jalan yang ambles guna mencegah kendaraan terlalu mendekat ke arah sungai. Jalur tersebut tidak ditutup total, tetapi kendaraan berukuran besar harus bergantian saat melintas.
"Kemarin dari BPBD dan BNPB sudah datang meninjau ke lokasi, semoga ada tindak lanjutnya," kata dia.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Bantul, Agustina Dwi Kuswandari, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Bantul dan instansi terkait yang melakukan peninjauan lapangan.
“Kami akan petakan dulu masalahnya di mana, karena kontur tanah di daerah itu memang memiliki karakteristik khusus,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk sementara perbaikan masih dilakukan secara swadaya oleh warga. Pemerintah Kabupaten Bantul akan mempertimbangkan ketersediaan anggaran untuk perbaikan jalan ambles di Sriharjo, namun proses tersebut harus diawali dengan kajian teknis sebelum penanganan permanen dilakukan karena kondisi kontur tanah di kawasan Imogiri dinilai memiliki risiko pergerakan yang berulang saat curah hujan tinggi.
“Harus ada kajian dulu sebelum diperbaiki secara permanen,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Advertisement
Berita Populer
- Stigma Sosial Masih Jadi Batu Sandungan Eliminasi Kusta di Sleman
- Senin Malam Diguyur Hujan, Tiga Titik Longsor Landa Gunungkidul
- Satlantas Gunungkidul Petakan 3 Jalur Balap Liar di Kota Wonosari
- Perkelahian Malam di Imogiri Bantul, Dua Pemuda Luka Kena Sajam
- Kasus Pembakaran Fasilitas Polisi, Mahasiswa UNY Dituntut 1 Tahun
Advertisement
Advertisement




