Advertisement

Jalan Ambles Imogiri Bantul, Akses Wisata Terganggu

Yosef Leon
Rabu, 11 Februari 2026 - 18:27 WIB
Sunartono
Jalan Ambles Imogiri Bantul, Akses Wisata Terganggu ILustrasi lokasi jalan ambles. - Harian Jogja.

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Jalan ambles di Padukuhan Sompok, Kalurahan Sriharjo, Imogiri, Bantul kembali terjadi dengan penurunan tanah lebih dari satu meter. Ruas yang terdampak berada di jalur wisata Srikeminut, yang pada akhir tahun lalu sempat terputus akibat pergerakan tanah.

Amblesan tanah dilaporkan memanjang sekitar 15 hingga 30 meter dan semakin parah setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Sebelumnya, badan jalan itu telah mengalami retakan sepanjang belasan meter. Warga setempat sempat menutup rekahan menggunakan tanah dan semen sebagai langkah darurat. Pada sisi selatan jalan, warga juga memperkuat tepi jalan dengan tambahan penahan tanah agar tidak semakin longsor.

Advertisement

Dukuh Sompok, Triyono, mengungkapkan bahwa penurunan tanah sebenarnya sudah berlangsung sejak beberapa waktu lalu. Warga telah berupaya melakukan pengurukan secara swadaya, namun setiap kali hujan deras turun, kondisi jalan kembali mengalami penurunan.

“Kalau dari posisi awal mungkin amblesnya sudah lebih dari satu meter. Dulu rata dengan jalan, sekarang turun semua, termasuk pohon-pohonnya ikut turun,” ujarnya, Rabu (11/2).

Menurutnya, amblesan tersebut tidak memotong badan jalan, melainkan sejajar dengan arah jalan. Lebarnya memang tidak terlalu besar, tetapi kedalaman penurunannya cukup signifikan. Bagian selatan menjadi titik terdampak paling parah, sedangkan sisi utara masih relatif aman dilalui kendaraan.

Penanganan sementara telah beberapa kali dilakukan warga dengan meratakan kembali permukaan jalan. Upaya terakhir bahkan memanfaatkan alat berat sederhana agar akses tetap bisa digunakan. Namun, hingga kini belum ada perbaikan permanen pada ruas jalan ambles di Sriharjo tersebut.

“Saat ini masih bisa dilewati mobil, tapi harus antre. Tidak bisa simpangan. Praktis hanya satu lajur,” kata Triyono.

Sebagai langkah antisipasi, warga memasang pembatas di sisi jalan yang ambles guna mencegah kendaraan terlalu mendekat ke arah sungai. Jalur tersebut tidak ditutup total, tetapi kendaraan berukuran besar harus bergantian saat melintas.

"Kemarin dari BPBD dan BNPB sudah datang meninjau ke lokasi, semoga ada tindak lanjutnya," kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Bantul, Agustina Dwi Kuswandari, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Bantul dan instansi terkait yang melakukan peninjauan lapangan.

“Kami akan petakan dulu masalahnya di mana, karena kontur tanah di daerah itu memang memiliki karakteristik khusus,” ujarnya.

Ia menambahkan, untuk sementara perbaikan masih dilakukan secara swadaya oleh warga. Pemerintah Kabupaten Bantul akan mempertimbangkan ketersediaan anggaran untuk perbaikan jalan ambles di Sriharjo, namun proses tersebut harus diawali dengan kajian teknis sebelum penanganan permanen dilakukan karena kondisi kontur tanah di kawasan Imogiri dinilai memiliki risiko pergerakan yang berulang saat curah hujan tinggi.

“Harus ada kajian dulu sebelum diperbaiki secara permanen,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Waspada Sinkhole Situjuah, Ini 11 Tanda Awalnya

Waspada Sinkhole Situjuah, Ini 11 Tanda Awalnya

News
| Rabu, 11 Februari 2026, 19:17 WIB

Advertisement

Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari

Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari

Wisata
| Senin, 09 Februari 2026, 19:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement