Anggaran Dropping Air BPBD Gunungkidul Makin Menipis
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Foto ilustrasi nasi berkat. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sego Berkat diusulkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) oleh Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul sebagai bagian dari upaya pelestarian kuliner tradisional yang telah diwariskan lintas generasi di Bumi Handayani.
Pengusulan Sego Berkat sebagai Warisan Budaya Tak Benda ini juga dimaksudkan untuk memperkuat identitas budaya sekaligus menjaga kesinambungan tradisi kuliner Nusantara.
Analis Warisan Budaya Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Hadi Risma, menyampaikan bahwa sejumlah tradisi di Gunungkidul sebelumnya telah lebih dulu ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Pemerintah Pusat. Pada tahun lalu, misalnya, terdapat tiga warisan budaya yang ditetapkan di tingkat nasional, yakni Apel Conthong, Tradisi Nyumbang, dan Bakmi Jawa.
“Kami akan mengusulkan kembali agar khazanah Warisan Budaya Tak Benda di Gunungkidul terus bertambah,” kata Hadi, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, pada tahun ini Sego Berkat diusulkan sebagai calon Warisan Budaya Tak Benda ke Pemerintah Pusat. Proses pengusulan tersebut telah dilengkapi dengan kajian akademis sebagai dasar pertimbangan.
“Sudah ada kajiannya dan tinggal diusulkan. Harapan kami bisa ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda sebagai tradisi kuliner Nusantara,” ujarnya.
Hadi menjelaskan, Sego Berkat tidak sekadar makanan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi atau bernilai ekonomi. Lebih dari itu, kuliner ini telah menjadi identitas budaya dengan ciri khas yang melekat pada masyarakat Gunungkidul.
“Yang jelas keberadaan Sego Berkat sudah lebih dari tiga generasi sehingga layak untuk diusulkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda,” katanya.
Selain memiliki nilai historis, Sego Berkat juga mengandung makna filosofis yang kuat. Dalam Tradisi Slametan, Sego Berkat menjadi sarana simbolik yang menghubungkan kehidupan manusia dengan para leluhur. Doa-doa yang dipanjatkan dalam Slametan memuat harapan keselamatan serta restu dari generasi terdahulu. Sementara makanan yang tersaji dibagikan sebagai wujud rasa syukur dan upaya menjaga ikatan kekeluargaan serta keterhubungan spiritual lintas generasi.
“Sego Berkat ini digunakan dalam berbagai momentum, mulai kelahiran, kematian, pernikahan, hingga acara bersih desa,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian budaya melalui penetapan Warisan Budaya, baik yang berwujud maupun tak berwujud. Ia mencontohkan penyelenggaraan Festival Gunungkidul Lautan Bakmi pada tahun lalu sebagai bentuk apresiasi atas penetapan Bakmi Jawa sebagai Warisan Budaya Tak Benda.
“Makanya harus terus dilestarikan agar tetap eksis keberadaannya,” kata Mbak Endah, sapaan akrabnya.
Menurutnya, ragam kuliner di Gunungkidul cukup beragam. Selain Bakmi Jawa dan Apel Conthong yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda, Sego Berkat juga dinilai layak menyandang status sebagai warisan kuliner khas Bumi Handayani yang memperkaya Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran dropping air BPBD Gunungkidul diprediksi habis September. Pemkab menyiapkan opsi tambahan melalui anggaran BTT.
Studi terhadap hampir 67.000 wanita pascamenopause menemukan Planetary Health Diet dikaitkan dengan risiko kardiovaskular 28% lebih rendah.
Vivo V70 Lite 4G dikabarkan hadir dengan baterai 8.100mAh, pengisian 44W, layar AMOLED 120Hz, dan kamera 50MP.
KPK mengungkap jejak Rp1,12 miliar dalam PMB jalur mandiri Unsoed dan dugaan akses approval calon mahasiswa oleh rektor.
BNPB mencatat korban meninggal akibat gempa NTT mencapai 91 jiwa dan 161.084 pengungsi hingga Minggu, 23 Agustus 2026.
Kabut asap menyelimuti Pekanbaru dengan jarak pandang 2,5 km. Kualitas udara sangat tidak sehat, PM2,5 mencapai 170 mikrogram.