Penataan Pantai Sepanjang Butuh Rp16 Miliar, Pemkab Ajukan Danais
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Foto ilustrasi nasi berkat. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sego Berkat diusulkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) oleh Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul sebagai bagian dari upaya pelestarian kuliner tradisional yang telah diwariskan lintas generasi di Bumi Handayani.
Pengusulan Sego Berkat sebagai Warisan Budaya Tak Benda ini juga dimaksudkan untuk memperkuat identitas budaya sekaligus menjaga kesinambungan tradisi kuliner Nusantara.
Analis Warisan Budaya Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Hadi Risma, menyampaikan bahwa sejumlah tradisi di Gunungkidul sebelumnya telah lebih dulu ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Pemerintah Pusat. Pada tahun lalu, misalnya, terdapat tiga warisan budaya yang ditetapkan di tingkat nasional, yakni Apel Conthong, Tradisi Nyumbang, dan Bakmi Jawa.
“Kami akan mengusulkan kembali agar khazanah Warisan Budaya Tak Benda di Gunungkidul terus bertambah,” kata Hadi, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, pada tahun ini Sego Berkat diusulkan sebagai calon Warisan Budaya Tak Benda ke Pemerintah Pusat. Proses pengusulan tersebut telah dilengkapi dengan kajian akademis sebagai dasar pertimbangan.
“Sudah ada kajiannya dan tinggal diusulkan. Harapan kami bisa ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda sebagai tradisi kuliner Nusantara,” ujarnya.
Hadi menjelaskan, Sego Berkat tidak sekadar makanan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi atau bernilai ekonomi. Lebih dari itu, kuliner ini telah menjadi identitas budaya dengan ciri khas yang melekat pada masyarakat Gunungkidul.
“Yang jelas keberadaan Sego Berkat sudah lebih dari tiga generasi sehingga layak untuk diusulkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda,” katanya.
Selain memiliki nilai historis, Sego Berkat juga mengandung makna filosofis yang kuat. Dalam Tradisi Slametan, Sego Berkat menjadi sarana simbolik yang menghubungkan kehidupan manusia dengan para leluhur. Doa-doa yang dipanjatkan dalam Slametan memuat harapan keselamatan serta restu dari generasi terdahulu. Sementara makanan yang tersaji dibagikan sebagai wujud rasa syukur dan upaya menjaga ikatan kekeluargaan serta keterhubungan spiritual lintas generasi.
“Sego Berkat ini digunakan dalam berbagai momentum, mulai kelahiran, kematian, pernikahan, hingga acara bersih desa,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian budaya melalui penetapan Warisan Budaya, baik yang berwujud maupun tak berwujud. Ia mencontohkan penyelenggaraan Festival Gunungkidul Lautan Bakmi pada tahun lalu sebagai bentuk apresiasi atas penetapan Bakmi Jawa sebagai Warisan Budaya Tak Benda.
“Makanya harus terus dilestarikan agar tetap eksis keberadaannya,” kata Mbak Endah, sapaan akrabnya.
Menurutnya, ragam kuliner di Gunungkidul cukup beragam. Selain Bakmi Jawa dan Apel Conthong yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda, Sego Berkat juga dinilai layak menyandang status sebagai warisan kuliner khas Bumi Handayani yang memperkaya Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.