Partai Gerindra Salurkan Air Bersih untuk Warga Imogiri, Bantul
Enam tangki air bersih disalurkan Gerindra untuk warga Karangtengah, Imogiri, Bantul, yang kembali menghadapi krisis air saat musim kemarau.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Aksi perkelahian menggunakan senjata tajam terjadi di wilayah Kapanewon Imogiri, Bantul, Senin (9/2/2026) malam. Insiden yang berlangsung sekitar pukul 22.05 WIB di perempatan selatan SMP Negeri 2 Imogiri, Jalan Imogiri–Siluk, Kalurahan Sriharjo, menyebabkan dua pemuda mengalami luka-luka dan satu orang diamankan polisi.
Peristiwa ini menambah daftar kasus kekerasan jalanan di Bantul yang terjadi pada malam hari dan sempat memicu kepanikan warga sekitar.
Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto menjelaskan, dua korban mengalami luka dengan tingkat berbeda akibat perkelahian tersebut. Korban pertama, Bagus (21), warga Sriharjo, Imogiri, mengalami luka robek pada jari tangan karena berusaha menangkis sabetan senjata tajam jenis bendo. Korban kedua, Erik (20), warga Pleret, mengalami luka memar pada paha dan punggung.
Menurut Rita, kejadian bermula saat saksi Subiyatman (38), warga Dusun Mojohuro, sedang makan di pinggir Jalan Imogiri–Siluk, tepat di perempatan selatan SMP Negeri 2 Imogiri. Saat itu saksi melihat sekelompok pemuda datang dan tiba-tiba terlibat perkelahian.
“Saksi melihat salah satu pemuda membawa senjata tajam dan mengayunkannya ke arah lawannya,” ujar Rita, Selasa (10/2/2026).
Melihat situasi membahayakan, saksi langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar dengan menyebut adanya aksi klitih. Teriakan tersebut membuat warga berdatangan ke lokasi kejadian, sehingga terduga pelaku langsung melarikan diri.
Warga bersama saksi kemudian memberikan pertolongan kepada para korban, sebelum akhirnya keduanya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Dalam penanganan awal, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna merah hitam serta satu bilah senjata tajam jenis bendo. Polisi juga mencatat identitas saksi dan menghimpun keterangan terkait kronologi kejadian.
Rita menambahkan, polisi telah mengamankan terduga pelaku berinisial DAS (21), warga Imogiri. Saat ini DAS diamankan di Polsek Imogiri untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, sebelum perkelahian terjadi, terduga pelaku dan salah satu korban diketahui sempat berkomunikasi melalui pesan singkat. Dalam percakapan tersebut, keduanya saling menantang untuk melakukan duel.
“Terduga pelaku dan korban diketahui merupakan teman lama sejak masa SMP. Mereka satu angkatan, tetapi berbeda kelas,” jelasnya.
Hingga kini, polisi masih mendalami motif perkelahian serta kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain. Kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak mudah terpancing ajakan atau provokasi yang berpotensi memicu tindak kekerasan di ruang publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam tangki air bersih disalurkan Gerindra untuk warga Karangtengah, Imogiri, Bantul, yang kembali menghadapi krisis air saat musim kemarau.
Danantara DSI menargetkan platform tata kelola ekspor SDA mulai beroperasi 1 September 2026 dengan tiga komoditas senilai hampir US$70 miliar.
BMKG memprakirakan cuaca kota besar Indonesia pada Selasa didominasi berawan. Sejumlah wilayah berpotensi hujan ringan dan udara kabur.
Sebanyak 237 penyintas gempa Flores mulai pulang dari GOR Samador. Pemerintah menyiapkan bantuan rumah rusak hingga Rp30 juta.
Saham BMRI turun 0,47% ke Rp4.200 pada perdagangan 24 Agustus 2026 di tengah polemik rekening Supriyono alias Mas Botok.
Andre Rosiade meminta publik tak resah soal rekening Mas Botok dan menegaskan bank bekerja sesuai prosedur serta koridor hukum.