DPRD Kulonprogo Minta Penyerahan Aset Gerai KDMP Tak Dipaksakan
DPRD Kulonprogo meminta penyerahan aset gerai KDMP tidak dipaksakan sebelum dokumen, kondisi, nilai, dan mekanisme aset jelas.
Foto ilustrasi. Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Mal Pelayanan Publik (MPP) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kulonprogo direncanakan akan menambah satu stand layanan baru pada 2026. Bursa Efek Indonesia (BEI) disebut akan turut hadir memberikan layanan di MPP tersebut.
Namun hingga kini, kepastian waktu operasionalnya masih menunggu penyelesaian proses administrasi.
Penelaah Teknis Kebijakan DPMPTSP Kulonprogo, Widya Asri Rahmawati, membenarkan rencana tersebut. Ia menyebutkan, saat ini kerja sama masih dalam tahap penjajakan dan penyusunan dokumen resmi.
“Bursa efek mau ke sini baru rencana, sudah mulai tahap memorandum of understanding (MoU) termasuk juga perjanjian kerja sama (PKS),” katanya saat ditemui di kantornya, Selasa (10/2/2026).
Masih Proses Administratif
Widya menjelaskan, MoU dan PKS diperlukan sebagai dasar hukum dan regulasi kehadiran BEI di MPP DPMPTSP Kulonprogo. Dengan adanya perikatan tertulis, layanan yang diberikan nantinya memiliki payung aturan yang jelas.
Meski masih berproses, pihaknya berharap kehadiran BEI dapat terealisasi tahun ini. Stand untuk BEI pun telah disiapkan.
“Insyaallah tahun ini bakalannya bursa efek ada di sini, tempat atau standnya sudah disiapkan di MPP DPMPTSP Kulonprogo,” ujarnya.
Ia menambahkan, stand BEI tidak memerlukan ruang privat seperti layanan keimigrasian. Di MPP Kulonprogo, beberapa instansi memang menggunakan ruang khusus karena berkaitan dengan data dan identitas pribadi.
“Tempat yang disiapkan untuk bursa efek nanti yang seperti biasanya, bukan privat,” ucap Widya.
Fokus Sosialisasi dan Informasi
Terkait jenis layanan yang akan diberikan, Widya menyebut pembahasan masih berlangsung. Dari diskusi awal, BEI kemungkinan akan menyediakan layanan sosialisasi dan informasi seputar pasar modal.
“Namun itu belum fiks karena sementara ini layanan yang akan diberikan bursa efek masih digodok atau masih pembahasan,” katanya.
Rencana kehadiran BEI di MPP DPMPTSP Kulonprogo telah mulai dibicarakan sejak akhir 2025. BEI disebut tertarik membuka akses layanan di Kulonprogo agar masyarakat Bumi Binangun lebih mudah memperoleh informasi terkait investasi pasar modal.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kulonprogo, Sarji, berharap tambahan layanan ini dapat memberi dampak positif bagi masyarakat. Saat ini, MPP Kulonprogo telah menghadirkan berbagai layanan, antara lain Polres, BPJS Kesehatan, BPN, Bank BPD DIY, Taspen, hingga Pengadilan Agama.
Penambahan stand BEI diharapkan semakin melengkapi layanan publik yang tersedia dalam satu lokasi terpadu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kulonprogo meminta penyerahan aset gerai KDMP tidak dipaksakan sebelum dokumen, kondisi, nilai, dan mekanisme aset jelas.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut operasi di Papua berhasil merebut delapan pucuk senjata dari kelompok OPM.
Tim Pokemon Unite Indonesia meraih medali perak Asian Games setelah melampaui target awal perunggu dan menembus partai final.
Banjir kembali merendam 13 desa di tujuh kecamatan Aceh Tenggara. Sebanyak 52 KK atau 203 jiwa terdampak.
Borobudur 100 digelar 19-20 Desember 2026 dengan target 1.000 peserta sekaligus menggalang donasi untuk anak cerebral palsy.