Advertisement
PBTY XXI 2026 Hadir Saat Ramadan, 172 Stand Kuliner di Ketandan
Foto ilustrasi festival budaya tionghoa, dibuat menggunakan Artificial Intelligence. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) XXI Tahun 2026 bertajuk “Warisan Budaya Kekuatan Bangsa” akan digelar di kawasan Ketandan, Kota Jogja, pada 25 Februari–3 Maret 2026. Berlangsung bertepatan dengan Ramadan, PBTY XXI 2026 menyiapkan 172 stand bazar, didominasi kuliner halal, sehingga masyarakat dapat menikmati suasana Imlek sekaligus ngabuburit budaya di pusat Kota Jogja.
Ketua PBTY, Jimmy Susanto, menyampaikan festival yang telah berlangsung selama beberapa tahun itu terus berkembang menjadi ruang temu lintas budaya sekaligus simbol toleransi di Kota Jogja. Menurutnya, PBTY tidak semata merayakan Tahun Baru Imlek, tetapi juga memperkuat kebersamaan antarwarga.
Advertisement
“Jogja dikenal sebagai kota toleransi. Perayaan Imlek tahun ini dipadukan dengan suasana Ramadan sehingga semua masyarakat bisa menikmati kegiatan budaya dan kuliner secara bersama,” katanya dalam jumpa pers di Balai Kota Jogja, Rabu (11/2/2026).
Wakil Ketua Pelaksana PBTY XXI, Subekti, menuturkan panitia menyiapkan sekitar 172 titik stand bazar. Dari jumlah tersebut, 142 stand menyediakan makanan halal dan 30 stand nonhalal. Jumlah pendaftar stand mencapai sekitar 300, namun lebih dari separuhnya harus melalui proses kurasi.
BACA JUGA
“Kami memaksimalkan ruang yang bisa dipakai dan berharap transaksi tahun ini meningkat. Tahun lalu rata-rata satu stand bisa mencapai sekitar Rp7 juta per hari, meski 2025 sempat menurun,” katanya.
Panitia menata zona nonhalal secara khusus dengan penanda yang jelas berikut pengaturan jam operasional. Zona halal mulai buka pukul 16.30 WIB, sedangkan zona nonhalal beroperasi menjelang waktu berbuka puasa.
Rangkaian acara berlangsung selama tujuh hari dengan penyesuaian jadwal Ramadan. Kegiatan dimulai pukul 17.00 WIB agar pengunjung dapat menikmati hiburan sembari menunggu waktu berbuka.
“Konsepnya ngabuburit budaya. Ada panggung hiburan, talkshow, hingga kegiatan kesehatan seperti taichi bersama,” ujarnya.
Salah satu agenda utama dalam PBTY XXI 2026 adalah Malioboro Imlek Karnaval yang digelar Sabtu, 28 Februari 2026 pukul 20.00–22.30 WIB. Karnaval akan melintasi kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer. Selain itu, pertunjukan wayang potehi digelar setiap hari, serta pameran artefak pandu Tionghoa di Rumah Budaya Ketandan.
Pada penyelenggaraan tahun ini, panggung utama ditempatkan di Jalan Suryatmajan menghadap ke Jalan Malioboro. Panggung dirancang fleksibel dan dapat dinaikkan ketika tidak digunakan, guna mendukung kelancaran aktivitas di kawasan tersebut selama PBTY XXI 2026 berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Viral Korban Penganiayaan Kapuk Dilaporkan, Ini Respons Kuasa Hukum
Advertisement
Siap-Siap Long Weekend! Libur Awal Ramadan Jatuh pada 18-20 Februari
Advertisement
Berita Populer
- Satlantas Gunungkidul Petakan 3 Jalur Balap Liar di Kota Wonosari
- Perkelahian Malam di Imogiri Bantul, Dua Pemuda Luka Kena Sajam
- Kasus Pembakaran Fasilitas Polisi, Mahasiswa UNY Dituntut 1 Tahun
- Bulog Lanjutkan Serap Gabah 2026, Petani Sleman Tak Perlu Jual Murah
- Jadwal Lengkap KRL Solo-Jogja, Rabu 11 Februari 2026
Advertisement
Advertisement



