Kasus Rubella Bertambah, Pemkab Bantul Percepat Imunisasi Anak
Kasus rubella di Bantul naik menjadi 35 kasus pada 2026. Dinkes mempercepat imunisasi MR melalui BIAS mulai Agustus.
Nyadran Makam Sewu/ budaya.jogjaprov.go.id
Harianjogja.com, BANTUL—Masyarakat Kalurahan Wijirejo, Kapanewon Pandak, Bantul, kembali menggelar tradisi Nyadran Makam Sewu pada Senin (9/2/2026). Ritual budaya religius tahunan ini akan dimulai pukul 13.00 WIB dengan prosesi kirab dari Halaman Balai Kalurahan Wijirejo menuju Kompleks Makam Sewu.
Tradisi Nyadran Makam Sewu menjadi agenda budaya rutin yang sarat nilai spiritual sekaligus memiliki potensi pengembangan wisata budaya religius. Kegiatan ini dilaksanakan oleh masyarakat sebagai bentuk penghormatan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan para leluhur.
Sub Koordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, menjelaskan bahwa pelaksanaan nyadran tahun ini mengikuti pakem tradisi yang telah berlangsung turun-temurun.
“Upacara adat tradisi Nyadran Makam Sewu biasanya dilaksanakan pada hari Senin setelah tanggal 20 Ruwah. Tahun ini akan dilaksanakan pada Senin, 9 Februari 2026, dimulai pukul 13.00 WIB,” ujar Markus, Rabu (4/2/2026).
Ia menerangkan, rangkaian kegiatan diawali dengan kirab warga dari Balai Kalurahan Wijirejo menuju Kompleks Makam Sewu. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan doa bersama, kenduri, serta tabur bunga di Pasarean Panembahan Bodho.
Menurut Markus, Nyadran Makam Sewu tidak hanya memiliki makna religius, tetapi juga berperan penting dalam menjaga kesinambungan nilai budaya lokal yang hidup di tengah masyarakat.
“Upacara ini merupakan wujud bhakti masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan kepada para leluhur. Kegiatan ini juga kondusif terhadap perkembangan wisata budaya religius yang mendukung etos kerja masyarakat Bantul,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menilai tradisi tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan, khususnya yang memiliki minat terhadap wisata budaya dan religi. Oleh karena itu, Dinas Pariwisata Bantul terus mendorong pelestarian tradisi Nyadran Makam Sewu agar tetap lestari sekaligus memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar.
Markus berharap pelaksanaan Nyadran Makam Sewu tahun ini dapat berjalan lancar dan semakin memperkuat citra Bantul sebagai daerah yang kaya tradisi budaya dan kearifan lokal yang terus dijaga lintas generasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus rubella di Bantul naik menjadi 35 kasus pada 2026. Dinkes mempercepat imunisasi MR melalui BIAS mulai Agustus.
John Herdman mengevaluasi kekalahan Timnas Indonesia dari Vietnam dan memastikan Marselino Ferdinan absen hingga akhir Piala AFF 2026.
BPJPH dan Uni Eropa membahas kesiapan implementasi Wajib Halal yang mulai berlaku Oktober 2026 serta kepastian regulasi bagi pelaku usaha.
Polres Bantul menyita 1.053 pil sapi dari seorang pemuda di Pandes II, Pleret. Kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat.
DIY mengalami deflasi 0,31% pada Juli 2026. BPS menyebut turunnya harga cabai, bawang, dan tomat menjadi penyebab utama.
BMKG memprakirakan cuaca Jogja cerah pada Selasa, 4 Agustus 2026. Simak prakiraan cuaca DIY dan kota-kota besar di Indonesia.