Ekonom Soroti Shadow Economy Indonesia yang Capai 23,8% GDP
Setahun 7DDE, ekonom menilai belum ada perbaikan signifikan. Tata kelola anggaran dan shadow economy menjadi sorotan.
Potret Junction Sleman yang menjadi pertemuan Tol Jogja-Solo dan Tol Jogja-Bawen. Dari area itu pula, Tol Jogja-Solo Paket 2.2C akan digarap ke arah Gamping./Istimewa -- PT Adhi Karya
Harianjogja.com, SLEMAN—Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) proyek Tol Jogja–Solo Seksi 2 Paket 2.2C resmi diterbitkan. Dengan turunnya SPMK tersebut, kontraktor mulai bersiap menjalankan tahapan pekerjaan di segmen yang mengarah ke wilayah Gamping.
Humas PT Adhi Karya Proyek Tol Solo–Jogja Seksi 2 Paket 2.2, Agung Murhandjanto, membenarkan bahwa izin resmi untuk memulai pekerjaan telah keluar.
“Sudah turun Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) untuk [Tol Jogja–Solo] Paket 2.2C yang ke arah Gamping,” ujar Agung, Rabu (11/2/2026).
Bentang 7,96 Kilometer hingga Jalan Wates
Paket 2.2C membentang dari Junction Sleman di Tirtoadi hingga ke arah Jalan Wates, Gamping. Dari titik Junction Sleman, trase tol akan mengarah ke selatan, melintasi area selokan, kemudian menembus kawasan dekat minimarket di wilayah Trihanggo sebelum masuk ke Ring Road.
Di atas Ring Road, jalan tol akan dibangun secara elevated atau melayang hingga mencapai Simpang Demak Ijo.
“Dari Junction Sleman ke selatan, nyebrang selokan, terus nanti minimarket itu tembus masuk ke ring road. Nanti di atas ring road lagi sampai perempatan Demak Ijo,” jelas Agung.
Dari Simpang Demak Ijo, jalur tol akan berbelok serong ke barat memasuki kawasan permukiman, lalu berlanjut hingga tembus ke Jalan Wates, Gamping.
“Terus dari perempatan Demak Ijo nanti agak serong belok ke kanan masuk ke dalam lagi sampai tembus ke Gamping, Jalan Wates,” tegasnya.
Secara keseluruhan, panjang ruas Paket 2.2C mencapai sekitar 7,96 kilometer. Pada segmen ini akan dibangun satu pintu keluar, yakni Exit Tol Ambarketawang, Gamping.
“[Untuk panjangnya] 7,96 kilometer panjang 2.2C, untuk exit-nya di Ambarketawang, Gamping,” tandasnya.
Tahapan Awal dan Masa Kerja
Seiring turunnya SPMK, kontraktor mulai melakukan tahapan awal pekerjaan, termasuk clearing atau pembersihan lahan. Selain itu, sosialisasi kepada pemerintah kalurahan dan masyarakat sekitar juga akan dilakukan.
“Kami sudah mulai clearing. Nanti setelah ini kami mungkin akan sosialisasi ke Kalurahan dan masyarakat,” ujarnya.
Proyek Tol Jogja–Solo Paket 2.2C direncanakan memiliki masa kerja selama 18 bulan, terhitung sejak Desember 2025. Dengan keluarnya SPMK, kontraktor menyatakan kesiapan untuk menjalankan pekerjaan sesuai perencanaan yang telah disusun.
“Artinya kami sudah diizinkan untuk kerja. Surat perintah memulai kerja itu sudah turun, jadi kami sudah siap bekerja nanti tentunya dengan persiapan dan perencanaan yang kami optimalkan,” ungkap Agung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Setahun 7DDE, ekonom menilai belum ada perbaikan signifikan. Tata kelola anggaran dan shadow economy menjadi sorotan.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jam keberangkatan dan kedatangan di tiap stasiun.
UMKM Keparakan didorong memperkuat higienitas produk agar mampu meningkatkan kepercayaan konsumen dan membidik wisatawan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 1 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Dua anak perempuan diduga diculik saat hendak les di Menceng, Kalideres. Keduanya ditemukan terpisah dan kalung emas diduga dirampas.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.