Air Tinggal Menetes, Warga Tepus Endapkan Air Keruh untuk Mandi
Warga Padukuhan Duwet di Tepus mengandalkan air keruh dari Kali Wonosari akibat kemarau. Air harus diendapkan sebelum digunakan.
Foto ilustrasi tempat kejadian perkara. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Kecelakaan lalu lintas berujung maut terjadi di ruas jalan kabupaten Padukuhan Panggang II, Kalurahan Giriharjo, Kapanewon Panggang, Kamis (19/2/2026). Seorang pembonceng sepeda motor bernama Harto Sugiyono, warga Kalurahan Girimulyo, Panggang, meninggal dunia akibat insiden tersebut.
Peristiwa nahas itu bermula saat sepeda motor Honda Supra X bernomor polisi AB 6689 UJ yang dikendarai Triyono melaju dari arah Girimulyo menuju Panggang. Saat itu, Triyono membonceng dua orang, yakni Harto Sugiyono dan Pariyati.
Sesampainya di lokasi kejadian, tepatnya di Tanjakan Dendeng, dari arah berlawanan melaju truk pengangkut ayam dengan nomor polisi AB 8024 PK yang dikemudikan Jujuk Purwanto, warga Imogiri, Bantul. Diduga laju truk terlalu ke kanan hingga bertabrakan dengan sepeda motor yang membawa tiga penumpang tersebut.
Kapolsek Panggang Gatot Sukoco mengatakan pihaknya telah menerima laporan kecelakaan yang melibatkan sepeda motor dan truk pengangkut ayam di wilayah Kapanewon Panggang. Petugas kepolisian langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kecelakaan terjadi karena pengemudi truk tidak dapat menguasai laju kendaraannya sehingga menabrak sepeda motor. Korban atas nama Harto dinyatakan meninggal dunia karena mengalami luka parah,” ujar Gatot saat dikonfirmasi wartawan, Kamis siang.
Sementara itu, dua korban lainnya yakni Triyono selaku pengendara motor dan Pariyati sebagai pembonceng mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis di RSUD Saptosari.
“Penanganan perkara sudah dilimpahkan ke Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Gunungkidul. Seluruh barang bukti kecelakaan telah kami amankan,” tambahnya.
Gatot berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama di jalur rawan kecelakaan.
“Patuhi aturan lalu lintas, jangan ngebut, dan selalu waspada. Kecelakaan tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga orang lain,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Duwet di Tepus mengandalkan air keruh dari Kali Wonosari akibat kemarau. Air harus diendapkan sebelum digunakan.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 30 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jam keberangkatan tiap stasiun.