Advertisement
Polresta Sleman Perkuat Patroli Ramadan, Fokus Titik Rawan
Foto ilustrasi patroli polisi. / polri.go.id
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Pengamanan Ramadan 2026 di Sleman diperketat melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dengan penebalan personel di sejumlah titik rawan. Hal ini ditegaskan Polresta Sleman untuk mencegah kejahatan jalanan, perang sarung, hingga kemacetan selama aktivitas masyarakat meningkat, Selasa (17/2/2026).
Kasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun menjelaskan pelaksanaan KRYD Ramadan 2026 dilakukan bersama seluruh jajaran polsek melalui peningkatan kegiatan preemtif dan preventif. Strategi ini diterapkan untuk mengantisipasi berbagai potensi kerawanan yang muncul sepanjang bulan Ramadan, baik pada siang maupun malam hari.
Advertisement
"Dengan cara bertindak yaitu menempatkan anggota dan mobiling baik anggota berpakaian dinas ataupun preman ditempat-tempat rawan dengan penebalan atau penambahan perkuatan personel," ungkap Salamun, Selasa (17/2/2026).
Ia menuturkan kegiatan pengamanan Ramadan di Sleman tersebut diawali apel personel yang digelar di parkir timur Monumen Jogja Kembali (Monjali) atau di Markas Komando (Mako) Polresta Sleman sebelum patroli lapangan dilakukan. Setelah apel, personel langsung disebar ke lokasi yang telah dipetakan sebagai titik kerawanan.
BACA JUGA
"Titik strong point malam hari di sepanjang ring road utara dari Simpang Maguwo sampai dengan Simpang Pelem Gurih dan seputaran Denggung. Untuk polsek menempatkan personel dan mobiling disesuaikan dengan titik rawan dari masing-masing wilayah," ujarnya.
Polresta Sleman juga memetakan sejumlah lokasi yang berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas selama Ramadan, seperti pusat perbelanjaan, pasar tradisional, hingga pasar takjil musiman yang ramai menjelang waktu berbuka puasa. Pengawasan dilakukan guna mengantisipasi kemacetan serta menjaga ketertiban masyarakat.
Selain itu, potensi kecelakaan lalu lintas turut menjadi perhatian karena meningkatnya mobilitas masyarakat selama bulan puasa. Aparat juga mewaspadai kemungkinan balap liar yang kerap terjadi menjelang berbuka, menjelang sahur, maupun seusai salat Subuh.
"Pencurian, baik di rumah karena ditinggal pergi atau ibadah, pasar dan tempat perbelanjaan. Kejahatan jalanan, perkelahian atau perang sarung pada saat dini hari baik menjelang sahur atau setelah subuh," ujarnya.
Pengawasan terhadap penggunaan petasan yang berpotensi membahayakan keselamatan juga menjadi bagian dari operasi pengamanan Ramadan Polresta Sleman. Kepolisian mengimbau masyarakat turut berperan menjaga keamanan lingkungan selama bulan suci berlangsung.
"Masyarakat diharapkan bisa menghubungi call center 110 bilamana ada informasi atau peristiwa atau kejadian sehingga dapat direspon cepat oleh pelayanan Polri dan diharapkan juga masyarakat juga bisa meningkatkan keselamatan, keamanan bagi diri sendiri dan lingkungannya selama ramadhan," tegasnya. Upaya peningkatan KRYD Ramadan 2026 ini dilakukan sebagai langkah preventif Polresta Sleman untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif selama masyarakat menjalankan ibadah dan aktivitas malam Ramadan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KPK Periksa Pegawai Bea Cukai Terkait Kasus Impor Barang KW
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Lengkap! Jadwal Buka Puasa Jogja dan Sekitarnya Rabu 18 Februari 2026
- Cuaca Ekstrem Bantul Picu 25 Pohon Tumbang dan Ganggu Akses Jalan
- PBI BPJS Nonaktif di Bantul Bisa Direaktivasi, APBD Siap Tanggung
- Bantuan Presiden Belum Jelas, Sekolah Rusak di Kulonprogo Menumpuk
- Pemda DIY Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Tegaskan Transparansi
Advertisement
Advertisement







