Advertisement

Operasi Keselamatan Progo 2026: Tilang di DIY Turun 67 Persen

Catur Dwi Janati
Rabu, 18 Februari 2026 - 05:17 WIB
Sunartono
Operasi Keselamatan Progo 2026: Tilang di DIY Turun 67 Persen Foto ilustrasi Operasi Patuh 2025. / Antara

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Operasi Keselamatan Progo 2026 yang digelar pada 2–15 Februari mencatat capaian signifikan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Polda DIY melaporkan penurunan angka tilang hingga 67% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Evaluasi hingga pekan kedua menunjukkan tren positif dalam upaya penegakan disiplin berlalu lintas.

Penurunan tersebut terlihat dari jumlah pelanggar yang ditindak, yakni dari 2.507 kasus pada 2025 menjadi 836 kasus pada 2026. Selain penindakan tilang, jumlah teguran juga menyusut 22%, dari 10.803 pada 2025 menjadi 8.386 tindakan pada tahun 2026.

Advertisement

Kabidhumas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menyampaikan bahwa capaian dalam Operasi Keselamatan Progo 2026 ini menjadi indikator meningkatnya kepatuhan masyarakat di jalan raya. Menurutnya, data tersebut menunjukkan adanya perubahan perilaku pengguna jalan ke arah yang lebih tertib.

Selain pelanggaran, angka kecelakaan lalu lintas selama Operasi Keselamatan Progo 2026 juga mengalami penurunan, dari 132 kasus pada 2025 menjadi 129 kasus pada periode yang sama tahun 2026.

“Keberhasilan menekan angka kejadian kecelakaan dan pelanggaran ini mencerminkan efektivitas personel di lapangan serta meningkatnya kepatuhan masyarakat,” tutur Ihsan pada Selasa (17/2/2026).

Walaupun secara jumlah kasus menurun, kepolisian tetap menaruh perhatian serius terhadap fatalitas kecelakaan. Selama Operasi Keselamatan Progo 2026 berlangsung, tercatat tiga korban meninggal dunia. Kondisi ini menjadi dasar bagi Polda DIY untuk memperketat pengawasan dan meningkatkan patroli di titik-titik rawan kecelakaan.

“Kami menyampaikan belasungkawa mendalam atas jatuhnya korban jiwa di wilayah Sleman dan hal ini memacu kami untuk lebih masif lagi dalam memberikan edukasi serta pengawasan di lapangan,” tutur Ihsan.

Di sisi lain, kegiatan preemtif dan preventif dalam Operasi Keselamatan Progo 2026 justru mengalami peningkatan. Jumlah penyuluhan naik 5% dengan total 28.754 kegiatan. Sementara itu, kegiatan preventif seperti pengaturan lalu lintas dan patroli meningkat 4% menjadi 21.872 kegiatan. Dukungan bantuan operasi (Banops) juga melonjak hingga 68% guna memastikan seluruh tahapan operasi berjalan optimal.

Polda DIY mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam mendukung terciptanya kamseltibcarlantas di wilayah DIY. Melalui evaluasi Operasi Keselamatan Progo 2026 ini, kepolisian menegaskan komitmen untuk terus mengedepankan pendekatan humanis, memperkuat edukasi keselamatan, serta meningkatkan pengawasan di lapangan demi menciptakan ruang jalan yang lebih aman bagi seluruh warga Jogja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Arab Saudi dan Iran Awali Ramadan 1447 H di Hari yang Berbeda

Arab Saudi dan Iran Awali Ramadan 1447 H di Hari yang Berbeda

News
| Rabu, 18 Februari 2026, 06:37 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement