Advertisement

Parkir Liar dan Kemacetan Masih Dikeluhkan Wisatawan Jogja

Lugas Subarkah
Senin, 05 Januari 2026 - 06:07 WIB
Sunartono
Parkir Liar dan Kemacetan Masih Dikeluhkan Wisatawan Jogja Ilustrasi tarif parkir / Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Lonjakan kunjungan wisatawan ke Jogja selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 masih diiringi keluhan soal parkir liar dan kemacetan, terutama di kawasan wisata utama.

Dua persoalan tersebut menjadi masukan terbanyak dari wisatawan. Meski kemacetan di sejumlah ruas jalan dinilai mulai terurai, praktik parkir liar dengan tarif nuthuk masih kerap terjadi.

Advertisement

Parkir liar banyak ditemukan di kawasan Jalan Mataram, Malioboro, Pasar Kembang, hingga sirip-sirip jalan sekitar destinasi wisata. Padahal, pemerintah daerah telah menyediakan sejumlah kantong parkir resmi dengan tarif jelas dan terukur.

Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menjelaskan dua hal yang banyak dikeluhkan wisatawan adalah parkir dan kemacetan. “Masukan dari wisatawan paling banyak itu soal parkir dan kemacetan. Tapi sebenarnya untuk macet sendiri kemarin sudah lumayan terurai,” ujarnya, Minggu (4/1/2025).

Kemacetan terjadi di sejumlah ruas jalan terutama di sekitar kawasan wisata. Menurutnya, kemacetan masih dapat dikendalikan selama libur nataru. Sedangkan parkir liar di sejumlah kawasan wisata masih banyak terjadi, seperti di Jalan Mataram, sirip-sirip Malioboro, Jalan Pasar Kembang dan sebagainya.

Di titik-titik tersebut, wisatawan banyak yang mendapat pelayanan parkir liar dengan tarif lebih mahal atau nuthuk. Ia melihat kantong parkir resmi pemerintah belum dimanfaatkan secara optimal oleh wisatawan dan masih banyak yang memilih lokasi parkir liar.

Adapun kantorng parkir resmi pemerintah yakni Tempat Khusus Parkir (TKP) Menara Kopi, TKP Ketandan, TKP Ngabean, TKP Eks Hotel Trio, TKP Beskalan, TKP Sriwedari dan TKP Senopati. Ada pula kantong parkir sementara yakni di Stadion Kridosono, lahan selatan PLN di Jalan Margo Utomo, serta SMPN 3 Jogja.

“Kalau masyarakat mau menggunakan parkir yang sudah ditentukan pemerintah daerah, pastinya hal-hal yang berkaitan dengan nuthuk dan lain-lain itu tidak akan terjadi. Contohnya di Beskalan, di Ketandan, itu sudah jelas tarifnya, sekian jam, sekian rupiah,” paparnya.

Banyak parkir liar yang mengambil ruang di bahu jalan. walaupun diperbolehkan, namun harus berizin dan sesuai ketentuan. “Potensi parkir sebenarnya cukup banyak, cuma persoalannya berizin atau tidak. Kalau berizin, itu lebih bagus,” ujarnya.

Terkait jumlah wisatawan, ia belum mendapatkan rekap datanya. Namun menurutnya lebih banyak dibanding libur lebaran sebelumnya. “Ini ramai sekali. Jauh ramai ini. Mungkin karena situasinya juga, orang mendapatkan kemudahan akses. Jalan tol itu, walaupun belum sepenuhnya dibuka sampai Jogja, tetapi itu memungkinkan orang sekarang lebih mudah menuju Jogja,” katanya.

Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti, mengatakan untuk data dan penanganan parkir liar kewenangannya ada di pemerintah kabupaten/kota masing-masing. Namun ia mengakui parkir liar memang sulit dikendalikan.

“Parkir on street itu kewenangan kota dan kabupaten. Memang agak sulit mengatasinya, butuh konitmen semua pihak, masyarakat juga harus peduli terhadap aturan yang ada,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, menuturkan dari laporan dari Kabupaten/kota, sepanjang 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, pergerakan wisatawan berdasarkan retribusi sementara sebesar 1.035.000 orang. “Itu berdasarkan tiket masuk destinasi,” kata dia.

Adapun destinasi favorit wisatawan salah satunya pantai Parangtritis dengan jumlah pengunjung 123.133 orang. “Untuk destinasi favorit, angka pergerakan belum disampaikan kabupaten/Kota kecuali Bantul, dimana terlihat Parangtritis masih sebagai destinasi favorit,” ungkapnya.

Pemda DIY berharap wisatawan memanfaatkan kantong parkir resmi agar kenyamanan berwisata di Jogja tetap terjaga serta persoalan parkir liar dan kemacetan dapat diminimalkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Kadispenad Jelaskan Bentrokan TNI AD-Brimob di Buton Selatan

Kadispenad Jelaskan Bentrokan TNI AD-Brimob di Buton Selatan

News
| Senin, 05 Januari 2026, 18:27 WIB

Advertisement

Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026

Korea Selatan Perpanjang Bebas Biaya Visa hingga Juni 2026

Wisata
| Senin, 05 Januari 2026, 14:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement