Pelemahan Rupiah dan Lesunya Pasar Hantam Pengusaha Mebel Bantul
Pelemahan rupiah mulai berdampak pada industri mebel dan kerajinan di Bantul. Biaya produksi naik, sementara permintaan pasar terus melemah.
Suasana antre tiket di TPR Parangtritis. dok/Harian Jogja-Kiki Luqman
Harianjogja.com, BANTUL—Jumlah kunjungan wisata Bantul selama libur panjang Tahun Baru Imlek 2026 melonjak signifikan hingga menembus puluhan ribu wisatawan. Hal ini disampaikan Dinas Pariwisata Bantul yang mencatat lonjakan pengunjung terutama di kawasan jalur pantai selatan (pansela) dan objek wisata Selarong.
Kepala Subbagian Kelompok Substansi Kepariwisataan Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, menjelaskan peningkatan kunjungan wisata Bantul terlihat jelas dari rekap data hingga Selasa malam (17/2/2026) pukul 19.00 WIB yang mencapai 30.182 orang.
“Jumlah kunjungan wisatawan selama libur panjang Imlek menunjukkan tren peningkatan cukup signifikan, terutama di kawasan pansela dan Selarong. Sampai kemarin jam 7 malam datanya 30.182 wisatawan,” ujar Markus, Rabu (18/2/2026).
Ia merinci, lonjakan kunjungan wisata Bantul terjadi bertahap sejak hari pertama libur panjang. Pada Jumat (13/2/2026), jumlah pengunjung tercatat 2.612 orang, kemudian meningkat menjadi 5.778 wisatawan pada Sabtu (14/2/2026).
Tren kenaikan berlanjut pada Minggu (15/2/2026) dengan total 10.516 wisatawan. Selanjutnya tercatat 5.567 wisatawan, lalu kembali meningkat pada Senin (16/2/2026) menjadi 5.709 orang.
Menurut Markus, jika dibandingkan dengan periode pekan sebelumnya yang hanya mencapai 18.159 kunjungan, maka terjadi kenaikan sekitar 66 persen selama momentum libur panjang Imlek tahun ini.
Ia menilai peningkatan kunjungan wisata Bantul tidak terlepas dari faktor libur panjang yang dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga, ditambah kondisi cuaca yang relatif mendukung aktivitas wisata di kawasan pantai selatan Bantul.
“Momentum libur panjang biasanya memang menjadi salah satu pendorong meningkatnya aktivitas wisata. Banyak masyarakat memanfaatkan waktu libur untuk berkunjung ke destinasi wisata, khususnya kawasan pantai selatan yang menjadi favorit,” jelasnya.
Kondisi ini menunjukkan sektor pariwisata Bantul masih menjadi magnet kunjungan wisatawan, terutama pada periode libur nasional, sehingga potensi ekonomi daerah dari aktivitas wisata diperkirakan ikut meningkat seiring tingginya mobilitas wisatawan di destinasi unggulan wilayah tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelemahan rupiah mulai berdampak pada industri mebel dan kerajinan di Bantul. Biaya produksi naik, sementara permintaan pasar terus melemah.
Harga emas Pegadaian hari ini, Minggu 14 Juni 2026, menunjukkan emas Antam naik ke Rp2,82 juta per gram, sedangkan UBS dan Galeri24 stabil.
Kementerian PU mengalokasikan Rp1,65 triliun untuk program infrastruktur berbasis masyarakat di 4.127 lokasi pada 2027 guna mendukung irigasi, air minum.
Harga pangan hari ini menurut PIHPS menunjukkan telur ayam Rp30.100/kg, bawang merah Rp55.450/kg, dan cabai rawit merah Rp74.550/kg.
Bupati Muara Enim Edison diduga terlibat suap audit BPK Rp1,6 miliar. KPK ungkap skema korupsi proyek pendidikan dan aliran dana.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 14 Juni 2026. Rute ke Sleman City Hall, Condongcatur, Gamping, dan Kota Jogja dengan tarif Rp80.000.