Gelombang Tinggi, 3 Perahu Nelayan Tenggelam Diterjang Ombak
Tiga perahu nelayan Gunungkidul terbalik dalam kurang dari 24 jam. Tujuh nelayan selamat di tengah gelombang yang naik.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih saat berdialog dengan warga terdampak banjir dan longsor di Padukuhan Jono, Tancep, Rabu (18/2/2026). - Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meminta satu keluarga korban longsor di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, direlokasi ke lokasi yang lebih aman setelah wilayah tersebut kembali terdampak bencana. Hal ini ditegaskan saat peninjauan lokasi banjir dan longsor pada Rabu (18/2/2026) sebagai langkah mitigasi risiko longsor di kawasan rawan.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati menyoroti kondisi geografis wilayah yang telah dipantau selama sekitar sepuluh tahun karena memiliki potensi longsor tinggi, sehingga relokasi dinilai menjadi solusi jangka panjang untuk keselamatan warga.
“Wilayah ini sudah dipantau dalam sepuluh tahun terakhir karena berpotensi longsor. Makanya, untuk keamanan, saya minta agar satu keluarga yang ada di lokasi tertinggi mau dipindah ke tempat yang aman,” katanya, Rabu siang.
Menurut Endah, relokasi merupakan upaya pemerintah daerah untuk menjamin keamanan warga dari ancaman bencana longsor di masa mendatang. Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga siap menyediakan lahan sekaligus membangun hunian baru bagi keluarga terdampak.
Ia menambahkan, berdasarkan koordinasi dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X, lahan berstatus sultan ground (SG) dapat dimanfaatkan sebagai lokasi relokasi. Selain itu, tanah kas desa juga memungkinkan digunakan bagi keluarga kurang mampu yang terdampak bencana melalui mekanisme pengajuan izin oleh pemerintah kalurahan kepada Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
“Bisa tanah kas desa untuk keluarga kurang mampu yang terdampak bencana. Caranya adalah pemerintah kalurahan mengajukan izin ke Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat,” katanya.
Meski demikian, Endah mengakui proses relokasi tidak mudah karena keluarga terdampak telah menempati lokasi tersebut selama puluhan tahun, sehingga diperlukan pendekatan edukasi dan komunikasi agar warga bersedia pindah ke tempat yang lebih aman.
“Pasti akan berat meninggalkan tahan yang sudah puluhan tahun ditempati. Tapi, ini berkaitan dengan keselamatan nyawa, maka penting untuk disampaikan ke korban terdampak,” katanya.
Sementara itu, korban longsor di Padukuhan Jono, Suratmi, mengaku seusai kejadian dirinya mengungsi ke rumah saudara yang lebih aman. Pada Rabu pagi, ia bersama warga lain dibantu relawan serta anggota TNI dan Polri melakukan kerja bakti membersihkan rumah yang terdampak banjir dan longsor.
“Saya juga mengambil barang-barang berharga yang dimiliki biar disimpan di tempat yang aman,” katanya.
Terkait dengan imbauan relokasi dari Bupati Gunungkidul, Suratmi mengaku dirinya bersama empat anggota keluarga lainnya belum dapat memberikan keputusan. Mereka masih mempertimbangkan berbagai hal sebelum memutuskan pindah dari lokasi yang selama ini ditempati, meskipun wilayah tersebut masuk zona rawan longsor yang membutuhkan penanganan mitigasi jangka panjang dari pemerintah daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga perahu nelayan Gunungkidul terbalik dalam kurang dari 24 jam. Tujuh nelayan selamat di tengah gelombang yang naik.
Kondisi siswa SMPN 6 Boyolali membaik setelah dugaan keracunan MBG. Sebanyak 26 siswa yang sempat absen kini kembali sekolah.
PPPK tidak otomatis menjadi PNS pada 2027. Guru PPPK memiliki jalur berbeda, dari paruh waktu ke penuh waktu hingga seleksi CPNS.
Suporter PSIM Jogja Brajamusti Rantau menyerahkan ambulans untuk Bala Mataram Rescue sebagai wujud dukungan bagi kemanusiaan.
Prabowo mengancam mencabut izin perusahaan yang tak memenuhi kewajiban pencegahan karhutla, termasuk lima perusahaan sawit.
Kemenhub menerbitkan 35 izin pesawat registrasi asing dari delapan negara untuk memperkuat penanganan karhutla di Indonesia.