Suspek Hantavirus di DIY Negatif, Warga Diminta Tetap Waspada
Dinkes DIY memastikan suspek hantavirus negatif dan belum ada kasus baru di 2026. Warga diminta tetap waspada dan jaga kebersihan.
Kegiatan Jogja Berhati Nyaman, pada Jumat (13/2/2026) lalu. Ist/ Dok. DPRD Kota Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Gerakan Jogja Berhati Nyaman kian ditegaskan sebagai kesadaran kolektif di Kota Jogja. Dukungan dari unsur legislatif menguat, seiring komitmen Sekretariat DPRD Kota Jogja untuk menjadikan kebersihan dan kerapian ruang publik sebagai etos bersama dalam merawat wajah kota.
Sekretariat DPRD Kota Jogja (Setwan DPRD Kota Jogja) bahkan turun langsung membersihkan sejumlah titik di wilayah Kota Jogja sebagai tindak lanjut konkret Gerakan Jogja Berhati Nyaman. Aksi tersebut diposisikan bukan sekadar kerja bakti rutin, melainkan bentuk tanggung jawab moral lembaga legislatif dalam menjaga kualitas ruang publik.
Sekretaris DPRD Kota Jogja, Antonius Bambang Agung Adrijanto, menyebut Jogja Berhati Nyaman sebagai pijakan bersama untuk menghadirkan ruang kota yang bersih, sehat, dan nyaman. Ia menilai keterlibatan institusi publik menjadi faktor penting agar pesan kebersihan tidak berhenti sebagai slogan.
“Kegiatan Jogja Berhati Nyaman ini menjadi bentuk kepedulian kami agar ruang publik tetap tertata dan enak dilihat. Kami ingin semangat Jogja Tanpa Rumput benar-benar terasa, sehingga siapa pun yang melintas merasa lebih nyaman,” ujarnya saat melakukan kegiatan Jogja Berhati Nyaman, belum lama ini.
Menurutnya, konsistensi antarpemangku kepentingan akan menentukan keberhasilan Gerakan Jogja Berhati Nyaman. Ketika perangkat daerah dan lembaga publik memberi teladan, masyarakat diharapkan tergerak menjaga lingkungan sekitar tanpa harus menunggu instruksi.
Lebih jauh, Bambang memandang kebersihan sebagai bagian dari identitas sosial Kota Jogja. Ia menekankan, predikat kota budaya seharusnya tercermin dalam perilaku warganya dalam merawat ruang hidup bersama.
“Kebersihan adalah cermin budaya kita. Lewat gerakan ini kami mengajak semua elemen untuk bersama-sama menjaga lingkungan, dimulai dari hal kecil di sekitar kita,” katanya.
Selain memperkuat estetika kota, gerakan bersih lingkungan dalam kerangka Jogja Berhati Nyaman juga dinilai strategis untuk mencegah persoalan turunan, seperti saluran air tersumbat saat musim hujan. Rumput liar dan sampah yang dibiarkan berpotensi memicu masalah baru apabila tidak ditangani sejak dini.
Langkah Setwan DPRD Kota Jogja tersebut selaras dengan kebijakan Pemerintah Kota Jogja yang mengintensifkan kerja bakti rutin setiap Jumat melalui Gerakan Jogja Berhati Nyaman. Program ini menegaskan bahwa kebersihan kota bukan semata urusan sampah, melainkan juga penataan vegetasi liar yang mengganggu kenyamanan ruang publik sekaligus memperkuat budaya bersih di tengah masyarakat Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes DIY memastikan suspek hantavirus negatif dan belum ada kasus baru di 2026. Warga diminta tetap waspada dan jaga kebersihan.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.