Advertisement
Mobilitas ke Jogja Naik Tajam Lewat Tol Jogja-Solo
Ruas Tol Solo/Yogyakarta/NYIA Kulonprogo. Istimewa / Jasamarga
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Volume lalu lintas Tol Jogja–Solo tercatat mengalami peningkatan tertinggi di Regional Nusantara menjelang libur panjang Imlek 2026. Hal ini ditegaskan Jasa Marga melalui Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division yang mencatat lonjakan kendaraan di sejumlah ruas tol pada periode H-4 libur Imlek.
Secara keseluruhan, total volume lalu lintas di ruas Tol Regional Nusantara mencapai 211.359 kendaraan atau meningkat 8,2 persen dibandingkan volume normal sebesar 195.350 kendaraan.
Advertisement
Senior General Manager Jasamarga Nusantara Tollroad Regional Division Tyas Pramoda Wardhani mengungkapkan terdapat enam ruas tol yang mengalami peningkatan volume lalu lintas, yakni Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa, Tol Jogja–Solo, Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi, Tol Balikpapan–Samarinda, Tol Manado–Bitung, dan Tol Nusa Dua–Ngurah Rai–Benoa.
"Jumlah tersebut meningkat 8,2 persen dari total volume lalin normal yaitu 195.350 kendaraan," terang Tyas, Sabtu (18/2/2026).
BACA JUGA
Dari enam ruas tersebut, persentase kenaikan tertinggi terjadi di Tol Jogja–Solo dengan total 16.789 kendaraan, meningkat 15,8 persen dibandingkan kondisi normal.
"Ruas Tol Solo-Yogyakarta NYIA Kulonprogo Segmen Kartasura-Prambanan tercatat total volume lalin sebesar 16.789 kendaraan atau meningkat 15,8% dari total volume lalin normal yakni 14.501 kendaraan," ungkapnya.
Berdasarkan pola pergerakan kendaraan, arus menuju Jogja melalui Gerbang Tol (GT) Prambanan lebih tinggi dibandingkan kendaraan yang keluar dari Jogja melalui gerbang yang sama. Sebanyak 9.234 kendaraan tercatat menuju Jogja melalui GT Prambanan atau meningkat 18,31 persen dibandingkan kondisi normal 7.805 kendaraan.
"Kemudian tercatat sebanyak 7.676 kendaraan meninggalkan Jogja melalui GT Prambanan, meningkat 10,56% dibanding total volume lalin normal yaitu 6.943 kendaraan," terangnya.
Meski mencatat kenaikan persentase tertinggi, Tol Jogja–Solo bukan menjadi ruas terpadat di Regional Nusantara. Volume kendaraan terbesar justru terjadi di ruas Tol Belawan–Medan–Tanjung Morawa dengan total 92.721 kendaraan atau meningkat 6,1 persen dibandingkan kondisi normal 87.415 kendaraan.
"Ruas Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa, tercatat jumlah volume lalin sebesar 92.721 kendaraan atau meningkat 6,1 persen dari total volume lalin normal yakni 87.415 kendaraan," ujarnya.
Peningkatan volume lalu lintas juga tercatat di ruas Tol Medan–Kualanamu–Tebing Tinggi dengan 17.628 kendaraan atau naik 14,5 persen dari kondisi normal 15.396 kendaraan.
Pada ruas Tol Balikpapan–Samarinda, tercatat 11.680 kendaraan melintas atau meningkat 10,7 persen dibandingkan volume normal 10.552 kendaraan.
Ruas Tol Manado–Bitung mencatat 7.751 kendaraan atau naik 0,6 persen dibandingkan kondisi normal 7.707 kendaraan, sedangkan ruas Tol Nusa Dua–Ngurah Rai–Benoa dilewati 64.790 kendaraan atau meningkat 8,4 persen dari volume normal 59.779 kendaraan.
"Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol untuk mengantisipasi perjalanan periode libur panjang Imlek 2026 dengan baik. Sebelum memasuki jalan tol, pastikan kendaraan maupun pengendara dalam keadaan prima, memastikan kecukupan BBM dan saldo uang elektronik serta mematuhi rambu-rambu serta arahan petugas di lapangan," tegasnya.
Imbauan tersebut disampaikan seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur panjang Imlek, khususnya pada ruas Tol Jogja–Solo yang menjadi salah satu akses utama menuju wilayah Jogja dan sekitarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Israel Daftarkan Tanah Tepi Barat Jadi Wilayahnya, Ini Reaksi PBB
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Antisipasi Padusan, SAR Siapkan 100 Personel di Pantai Parangtritis
- Bentrokan Remaja di Canden Bantul, Polisi Amankan 10 Orang
- Fenomena Swasensor Meluas, Akademisi UII Soroti Ancaman Ekspresi
- Awal Puasa Berpotensi Berbeda, Warga Bantul Diminta Rukun
- Gelombang 3 Meter Ancam Wisatawan Padusan Parangtritis
Advertisement
Advertisement






