Advertisement
MBG Bantul Saat Ramadan 2026 Tetap Jalan, Ini Skemanya
Foto ilustrasi menu MBG berupa makanan kering, dibuat menggunakan Artifical Intelligence.
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bantul dipastikan tetap berjalan selama Ramadan 2026. Skema distribusi MBG Bantul tersebut disesuaikan dengan kondisi peserta didik, termasuk pengaturan jadwal, menu, hingga mekanisme penyaluran agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi.
Kebijakan pelaksanaan MBG Bantul selama Ramadan ini mengacu pada surat edaran Badan Gizi Nasional yang mengatur pola penyaluran selama Ramadan, libur Idulfitri, dan Tahun Baru Imlek, sehingga pemerintah daerah melakukan sejumlah penyesuaian teknis di lapangan.
Advertisement
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Bantul, Hermawan Setiaji, mengatakan pelaksanaan program tetap mengedepankan prinsip pemenuhan gizi seimbang, keamanan pangan, serta ketertiban distribusi kepada siswa penerima manfaat.
Ia menjelaskan, selama Ramadan penyaluran MBG di sekolah menyesuaikan kondisi peserta didik.
BACA JUGA
"Bagi siswa yang tidak menjalankan ibadah puasa, distribusi makanan dilakukan seperti biasanya. Untuk siswa yang berpuasa, makanan diberikan dalam bentuk paket kemasan sehat. Waktu penyerahan saat anak-anak pulang, jadi pas buka puasa masih bisa dimakan atau tidak basi."
“Penyesuaian ini dilakukan agar kebutuhan gizi peserta didik tetap terpenuhi tanpa mengganggu puasa,” ujar Hermawan, Selasa (17/2/2026).
Menu paket kemasan MBG Bantul selama Ramadan disiapkan dengan mempertimbangkan daya tahan makanan. Beberapa di antaranya telur asin, abon, dendeng kering, buah, serta makanan lokal lain yang memenuhi standar gizi. Kurma dapat ditambahkan sebagai pelengkap asupan berbuka.
"Selama Ramadan menu MBG tidak dianjurkan menggunakan makanan yang mudah basi, terlalu pedas, maupun berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan," katanya.
Untuk mendukung kelancaran distribusi MBG Bantul, setiap siswa penerima manfaat akan memperoleh dua tas dengan warna berbeda. Tas tersebut digunakan secara bergantian, dan siswa wajib mengembalikan tas sebelumnya sebagai syarat menerima paket berikutnya.
Terkait dengan jadwal distribusi, ia menyampaikan terdapat masa jeda pada awal Ramadan. Penyaluran MBG Bantul dihentikan sementara mulai 18 hingga 22 Februari 2026 dan akan kembali berjalan serentak pada 23 Februari 2026. "Termasuk hari ini, pada libur Tahun Baru Imlek 16-17, distribusi juga tidak dilakukan," jelasnya.
Bagi siswa sekolah berasrama, termasuk pesantren, proses pengolahan makanan dilakukan pada siang hari dan disiapkan untuk dikonsumsi saat berbuka puasa berdasarkan kesepakatan dengan pengelola sekolah.
Sementara itu, pada masa libur dan cuti bersama Idulfitri 18 hingga 24 Maret, distribusi MBG dihentikan sementara. Sebagai kompensasi, siswa akan menerima paket makanan sehat tambahan pada 17 Maret 2026 yang mencakup kebutuhan konsumsi hingga tiga hari ke depan sebagai bagian dari skema MBG Bantul selama Ramadan.
Hermawan menjelaskan, selama libur sekolah Ramadan, penyaluran MBG kepada siswa dapat dilakukan melalui beberapa mekanisme. Mekanisme distribusi MBG Bantul tersebut meliputi pengantaran langsung ke sekolah, pengambilan terjadwal di dapur pelayanan gizi, hingga distribusi melalui titik serah terima seperti balai warga atau posyandu, agar akses siswa terhadap asupan gizi tetap terjaga sepanjang Ramadan 2026.
“Pemkab Bantul berupaya memastikan siswa penerima manfaat tetap mendapatkan asupan gizi yang layak selama Ramadan, meskipun jadwal dan mekanisme distribusi menyesuaikan situasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Israel Daftarkan Tanah Tepi Barat Jadi Wilayahnya, Ini Reaksi PBB
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




