Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
510 tampil memukau dalam konser ‘Genesis: Spiritual Return to Origin’ di JNM Bloc, Minggu (15/2/2026)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
JOGJA—Band posthardcore-modern rock asal Bandung, 510, menghadirkan konser spektakuler bertajuk “Genesis: Spiritual Return to Origin” di JNM Bloc dengan konsep orkestra dan sentuhan budaya Jawa yang kuat, Minggu (15/2/2026). Hal ini terlihat dari penyajian total 17 lagu yang dikemas dalam pertunjukan tematik dengan pengalaman visual dan musikal yang berbeda bagi penonton.
Pertunjukan dimulai pukul 19.30 dengan pembukaan teatrikal berupa iring-iringan sekelompok orang menyerupai bregodo berjubah hitam bertudung yang membawa panji-panji 510 mengelilingi area venue. Pada layar panggung ditampilkan video pagelaran wayang kulit berbahasa Jawa yang menceritakan perjalanan band 510 dalam format lakon pewayangan.
Para personel 510 kemudian muncul mengenakan busana Jawa berupa beskap lengkap dengan bawahan jarik, menciptakan kontras unik saat mereka membawakan musik keras penuh energi dengan vokal scream khas posthardcore.
Band 510 membuka penampilan dengan lagu Collapsed, Death Parade, The Last Suffer, dan Callout yang langsung disambut antusias penonton melalui lompatan serta sing along ribuan penggemar yang memadati JNM Bloc malam itu.
Beberapa lagu bernuansa melankolis juga turut dibawakan, seperti Mama dan AMO, yang terasa semakin emosional dengan kehadiran kelompok orkestra di atas panggung sehingga memberikan sentuhan mewah sekaligus magis dalam setiap komposisi musik.
Festival Director Hectic Creative, Gerfian Riandra, menjelaskan pertunjukan dibagi menjadi tiga babak dengan total 17 lagu sebagai bentuk eksplorasi konsep baru band 510.
“Kami ingin mengemas konsep 510 yang berbeda, maka kami hadirkan tambahan 18 personel orkestra,” ujarnya.
Dalam special show tersebut, Hectic Creative bersama 510 juga sepakat mengangkat unsur budaya Jogja di atas panggung, mulai dari konsep bregodo, kostum personel, hingga pertunjukan wayang kulit.
“Wayangnya dimainkan oleh dalang cilik Jojo, yang menceritakan perjalanan 510 tapi dengan versi wayang,” katanya.
Konser 510 di Jogja ini berhasil mendatangkan sekitar 2.000 penonton sesuai target penyelenggara. Para penggemar datang dari berbagai kota, tidak hanya Jogja tetapi juga Lamongan, Temanggung, serta daerah lainnya.
“Kami menyajikan production dengan harapan semua bisa happy dengan visual, lighting, audio dan lainnya,” paparnya.
Band 510 sendiri merupakan supergrup pecahan Slap It Out yang kini cukup populer di skena musik keras modern Indonesia. Formasi 510 terdiri dari Faizal Permana atau Ical yang juga vokalis KILMS, Pras Goldinantara yang juga gitaris For Revenge, serta Ronal Adrian yang dikenal sebagai bassist Indra Lesmana Project (ILP).
Tidak hanya digelar di Jogja, Hectic Creative juga menggarap special show bersama 510 di beberapa kota lain. Rangkaian konser tersebut nantinya akan dirilis sehingga dapat diakses lebih luas melalui kanal YouTube sebagai dokumentasi pertunjukan dan perluasan jangkauan penonton musik 510. (Advertorial)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
UKDW tidak hanya berfokus pada kualitas akademik, tetapi juga menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan masa depan
Trump dan Xi Jinping sepakat stabilkan hubungan AS-China, termasuk pembelian 200 pesawat Boeing dan kerja sama perdagangan strategis.
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Senin 18 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Program UKDW Scholarship membuka kesempatan bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik