28 UMKM Kuliner Jogja Ikuti Kurasi, Bidik Pasar Ritel dan Hotel
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Wisatawan memadati kawasan Jalan Malioboro, Jogja, pada masa Libur Nataru. - Harian Jogja/Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Long weekend Hari Raya Imlek 2026 belum mampu mendongkrak penjualan Malioboro secara signifikan. Meski arus wisatawan meningkat sejak sore hingga malam, daya beli pengunjung di pusat belanja Kota Jogja tersebut dinilai masih lesu.
Lonjakan pengunjung memang terlihat di sejumlah titik, terutama di kawasan Teras Malioboro, tetapi peningkatan tersebut tidak berbanding lurus dengan transaksi pedagang. Kondisi ini membuat pelaku usaha belum merasakan dampak optimal dari momentum libur panjang Imlek 2026.
Pedagang batik di Teras Malioboro 1, Mujiyono, mengatakan kepadatan pengunjung mulai terasa selepas asar hingga malam hari. Namun, menurutnya, situasi tersebut belum mampu mengerek omzet secara berarti.
“Kalau tamu memang ada, terutama habis asar sampai malam. Tapi daya beli kurang. Enggak tahu [penyebab tidak ada kenaikan penjualan yang dignifikan] karena mau puasa atau faktor lain, yang jelas pembelian masih lemah,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Ia menambahkan, hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir ikut memengaruhi tingkat kunjungan. Cuaca yang kurang bersahabat membuat sebagian wisatawan enggan berjalan kaki lebih jauh atau mencari lokasi parkir, sehingga potensi belanja di kawasan Teras Malioboro tidak maksimal.
Jika dibandingkan akhir pekan biasa, Mujiyono menilai peningkatan penjualan pada long weekend kali ini tidak terlalu menonjol. Ia memperkirakan kenaikan omzet tidak mencapai 25 persen.
“Biasanya kalau pedagang batik di tempat strategis, omzet akhir pekan bisa sekitar Rp1–2 juta per hari. Tapi long weekend ini kenaikannya enggak sampai 25%, bahkan mungkin di bawah itu,” katanya.
Menurutnya, tren belanja wisatawan cenderung melandai menjelang Ramadan. Selain faktor musiman tersebut, kondisi ekonomi dan kebijakan pengetatan anggaran juga disebut turut memengaruhi perilaku belanja wisatawan di kawasan Malioboro.
“Mungkin karena kondisi ekonomi atau kebijakan pemerintah, jadi orang yang biasanya liburan sekarang berkurang. Pergerakan ekonomi masih ada, tapi belum signifikan,” jelasnya.
Dari sisi asal daerah, ia melihat mayoritas wisatawan saat ini datang dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Rombongan sekolah maupun komunitas dari dua provinsi tersebut cukup mendominasi. Sementara itu, wisatawan dari Jawa Barat dan Jakarta yang sebelumnya dikenal memiliki daya beli lebih kuat, disebut mulai berkurang.
“Kalau sekarang banyaknya dari Jawa Tengah dan Jawa Timur, sering rombongan sekolah atau kampung. Kalau dari Jawa Barat dan Jakarta yang biasanya belanjanya kuat, sekarang jarang,” katanya.
Hal senada disampaikan pengelola Menara Kopi, Aqil Suharyanto. Ia menilai long weekend Imlek 2026 belum berdampak besar terhadap peningkatan keramaian maupun penjualan Malioboro, salah satunya karena persoalan parkir yang belum tertata optimal.
“Kondisi parkir di sekitar kawasan masih belum tertata maksimal. Selama kantong parkir bus di sekitar Tugu sampai selatan masih ada, pengunjung cenderung tidak masuk ke Teras Malioboro,” katanya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat menata ulang sistem parkir secara lebih tegas agar arus wisatawan masuk ke kawasan Teras Malioboro semakin meningkat. Menurutnya, para pedagang telah mengikuti program relokasi dan penataan kawasan, sehingga dukungan infrastruktur penunjang menjadi faktor krusial untuk menghidupkan kembali penjualan Malioboro pada momentum long weekend Imlek 2026.
“Kalau penataan parkir tegas dan jelas, insyaallah pedagang bisa lebih hidup. Kami sudah siap dari sisi barang, promosi, dan event. Tinggal penunjang di luar kawasan yang perlu diperbaiki,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Perjalanan Nizar Bawazier membangun Importa Furniture tidak dimulai dengan modal besar maupun ekspansi besar-besaran.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Senin 24 Agustus 2026 tersedia pagi hingga malam. Cek rute, jam keberangkatan, dan tarif Rp80.000.
Jadwal KA Bandara YIA Senin 24 Agustus 2026 tersedia sejak dini hari hingga malam. Cek jadwal YIA-Jogja dan sebaliknya.
Jadwal KRL Palur-Jogja Senin 24 Agustus 2026 lengkap dari Palur, Solo hingga Stasiun Jogja. Cek jam kedatangan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 24 Agustus 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur, termasuk jam keberangkatan di setiap stasiun.