Komisi B DPRD Kota Jogja Minta Target Pendapatan 2027 Realistis
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Ilustrasi pameran UMKM. - Harian Jogja/Galih Eko Kurniawan
Harianjogja.com, JOGJA— Sebanyak 28 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner binaan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mengikuti Kurasi Kualitas Produk UMKM, Selasa (11/8/2026). Program ini menjadi salah satu upaya meningkatkan daya saing produk sekaligus membuka akses ke pasar yang lebih luas.
Kepala Dinas PerinkopUKM Kota Jogja, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, mengatakan kurasi tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki kualitas produk UMKM. Pemerintah juga ingin mempertemukan produk yang sudah memenuhi standar dengan calon buyer dan membuka peluang kemitraan.
“Kurasi ini kita lakukan agar produk-produk UMK Jogja makin enak, kemasannya makin menarik, dan standarnya makin siap. Tujuannya satu, agar mitra dan buyer tertarik untuk bekerja sama,” katanya, Selasa (11/8/2026).
Bakpia hingga Minuman Rempah Masuk Kurasi
Kurasi tersebut difokuskan pada tiga jenis produk khas, yakni bakpia, minuman rempah, dan camilan ringan. Para pelaku UMKM membawa sampel produk sekaligus mempresentasikannya secara langsung di hadapan tim kurator.
Proses penilaian melibatkan ahli pangan, praktisi industri, serta pendamping. Aspek yang dinilai mencakup rasa, kemasan, konsistensi kualitas, keamanan pangan, hingga kesiapan produk memenuhi standar ritel modern, hotel, kafe, dan buyer.
Tri menilai penguatan kualitas menjadi penting agar UMKM Jogja mampu bersaing ketika memasuki pasar yang lebih luas. Pemkot Jogja ingin pelaku usaha tidak hanya kuat di pasar lokal, tetapi juga mampu menjadi tuan rumah di daerah sendiri.
“Rumah kita besar, pasar kita luas. Yuk kita siapkan bersama-sama agar UMK Jogja bisa jadi tuan rumah di negeri sendiri,” ujarnya.
Legalitas dan Kemasan Jadi Perhatian
Menurut Tri, legalitas, kualitas, dan kemasan menjadi tiga aspek penting dalam membangun kepercayaan calon mitra. Karena itu, hasil kurasi diharapkan tidak berhenti pada pemberian penilaian terhadap produk.
Pemerintah menargetkan adanya tindak lanjut berupa pembukaan akses pasar dan kemitraan bagi produk UMKM yang dinilai siap.
Dengan pendekatan tersebut, proses kurasi diarahkan agar pelaku usaha memperoleh gambaran mengenai standar yang dibutuhkan ketika produknya hendak masuk ke ritel modern, hotel, kafe, maupun pasar yang lebih luas.
Gubug Rempah Dapat Gambaran Kebutuhan Buyer
Salah satu peserta kurasi, Dwi Sudiantono, pemilik Gubug Rempah, mengatakan kegiatan tersebut memberinya gambaran yang lebih jelas mengenai kebutuhan pasar.
Usaha minuman rempah yang dirintis sejak 2018 itu saat ini memasarkan produknya melalui WhatsApp Business, Instagram, TikTok, Google Business Profile, toko oleh-oleh di Yogyakarta, serta reseller melalui marketplace.
“Dapat masukan dari sisi buyer juga. Jadi tahu selera pasar dan standar yang dicari mitra. Rasanya seperti dikasih kelas privat,” katanya.
Dwi mengatakan masukan yang diperoleh dari proses kurasi akan ditindaklanjuti dengan memperbaiki produk dan kemasan yang masih dinilai belum maksimal.
Ia berharap produk yang lolos kurasi nantinya memperoleh dukungan pemasaran melalui pameran maupun berbagai kegiatan yang difasilitasi Pemkot Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Marvin Loria mengaku cepat beradaptasi di PSIM Jogja. Cuaca, suasana, dan sambutan pemain membuat winger Kosta Rika itu nyaman.
Pemerintah menindak penerima bansos yang terindikasi judi online. Sebanyak 1,49 juta KPM ditangguhkan dan pengawasan diperketat.
Sebanyak 1.416 Jembatan Garuda telah selesai dibangun hingga Juli 2026 dan menghubungkan 7.371 desa serta kelurahan di Indonesia.
Kemenkes menemukan sekitar 1 juta kasus baru hipertensi dari CKG 2026. Pemeriksaan rutin dinilai penting meski masyarakat merasa sehat.
“Pencapaian 3.212 SPK pada ajang GIIAS 2026 yang melampaui target penjualan kami, serta kesuksesan Mitsubishi New Xforce dalam mencatatkan lebih dari 1.000,"