Penembakan di Islamic Center San Diego Tewaskan 5 Orang
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
Salah satu penampilan dalam penutupan PBTY 2019, Selasa (19/2/2019)./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2025 yang digelar di Kota Yogyakarta pada 6-12 Februari 2025 bakal mengedepankan pembentukan karakter bangsa melalui seni dan budaya.
Ketua Jogja Chinese Art & Culture Centre (JCACC) Tandean Harry Setio di Yogyakarta Senin mengatakan, PBTY 2025 yang akan dihelat di Teras Malioboro Ketandan itu bakal menampilkan pagelaran seni budaya Tionghoa dan lokal, pentas seni, pameran seni budaya, hingga stan (anjungan) bazar kuliner UMKM.
"PBTY tahun ini temanya seni budaya membentuk karakter bangsa. Karena karakter bangsa ini tidak bisa mendadak langsung bisa jadi. Karakter harus kita bangun dari kecil," ujarnya.
Menurut Harry, seni budaya Tionghoa yang ditampilkan antara lain atraksi liong samsi, naga barongsai, dan wayang "po tay he".
Selain itu, pameran seni budaya berlangsung di Rumah Budaya Kampung Ketan Tionghoa yang dahulu merupakan rumah Kapiten Tan Jin Sing atau dikenal Kanjeng Raden Tumenggung Secodiningrat.
BACA JUGA: Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta Bakal Digelar Lagi di Ketandan, Catat Tanggalnya
"Lokasinya di kawasan pecinan yang dulunya sebagai tempat administrasi pajak. Kita angkat karena mempunyai situs cagar budaya baik dari bangunan maupun sejarah dan salah satu pendukung sumbu filosofi Yogyakarta," kata Harry.
Ketua Pelaksana PBTY 2025 Subekti Saputro Wijaya menyebutkan, PBTY tahun ini menghadirkan karnaval budaya pada 6 Februari 2024 dari Parkir Abu Bakar Ali, Malioboro, sampai Titik Nol Kilometer.
Karnaval budaya dimulai sekitar pukul 18.00 WIB sehingga akan ada pengalihan arus lalu lintas di kawasan Malioboro.
"Tahun ini akan ada panggung lomba di dalam Teras Malioboro Ketandan. Kita kolaborasi dengan dinas yang mengelola Teras Malioboro Ketandan. Untuk pameran di Rumah Budaya menyajikan tentang tokoh orang Tionghoa yang mempunyai peranan penting untuk Bangsa Indonesia," tutur Bekti.
Menurut dia, bagi pengunjung PBTY disiapkan beberapa kantung parkir antara lain sepanjang Jalan Suryatmajan, Pasar Beringharjo, dan Beskalan.
Bekti mengimbau masyarakat yang hendak berkunjung ke PBTY 2025 menggunakan sarana transportasi publik karena kantung parkir terbatas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Penembakan di Islamic Center San Diego menewaskan lima orang. KJRI San Francisco memastikan tidak ada WNI menjadi korban.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.