Advertisement

Awal Puasa Berpotensi Berbeda, Warga Bantul Diminta Rukun

Kiki Luqman
Senin, 16 Februari 2026 - 16:37 WIB
Maya Herawati
Awal Puasa Berpotensi Berbeda, Warga Bantul Diminta Rukun Ramadan - ilustrasi - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Masyarakat diminta menjaga kerukunan menjelang Ramadan 2026 meski terdapat potensi perbedaan penentuan awal puasa dan salat tarawih. Hal ini ditegaskan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bantul agar perbedaan metode penetapan tidak memicu perpecahan di tengah umat.

Kepala Kemenag Bantul Muntolib menjelaskan hingga kini penetapan awal Ramadan masih menunggu keputusan resmi sejumlah pihak, sementara Muhammadiyah telah lebih dahulu mengumumkan jadwal puasa dan tarawih berdasarkan metode perhitungan organisasi tersebut.

Advertisement

Ia menambahkan Nahdlatul Ulama (NU) belum menetapkan awal Ramadan dan kemungkinan akan menyesuaikan dengan hasil sidang pemerintah terkait penentuan awal bulan Hijriah.

“Kalau NU itu belum melaksanakan putusan puasa Ramadan, tetapi kalau pemerintah akan menetapkan puasa Ramadan berdasarkan hisab dan rukyatul hilal yang dilaksanakan pada 17 Februari,” kata Muntolib, Senin (16/2/2026).

Muntolib menegaskan potensi perbedaan awal puasa seharusnya tidak menjadi persoalan karena merupakan hal yang lumrah dalam praktik keagamaan. Untuk itu, Kemenag Bantul telah menginstruksikan para penyuluh agama Islam di seluruh kapanewon untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesejukan dalam berdakwah.

Menurutnya, materi khutbah maupun ceramah selama Ramadan diharapkan lebih menekankan nilai persatuan umat dibandingkan perbedaan pendapat yang ada.

“Jadi jangan menonjolkan perbedaan-perbedaan, tetapi bagaimana kita menonjolkan dan membangun rasa saling menghormati di Bantul,” ujarnya.

Kemenag Bantul juga terus mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu yang berpotensi memicu konflik sosial. Edukasi kepada masyarakat dilakukan sebagai langkah menjaga stabilitas dan keharmonisan selama bulan Ramadan.

Lebih lanjut, Muntolib mengajak umat Islam memanfaatkan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial terhadap sesama.

“Imbauan kepada masyarakat, mari kita gunakan momen itu untuk membangun nilai-nilai kepedulian kepada sesama manusia maupun mendekatkan diri kepada Tuhan,” katanya.

Ajakan menjaga kerukunan menjelang Ramadan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat harmoni sosial di Bantul, terutama dalam menghadapi dinamika perbedaan penentuan awal puasa yang kerap muncul setiap tahun di tengah masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Petasan Meledak Saat Diracik, Tiga Remaja Grobogan Terluka

Petasan Meledak Saat Diracik, Tiga Remaja Grobogan Terluka

News
| Senin, 16 Februari 2026, 17:27 WIB

Advertisement

Jadwal Kembang Api Ramadhan 2026 Dubai Lengkap

Jadwal Kembang Api Ramadhan 2026 Dubai Lengkap

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 12:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement