Advertisement
Awal Puasa Berpotensi Berbeda, Warga Bantul Diminta Rukun
Ramadan - ilustrasi - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Masyarakat diminta menjaga kerukunan menjelang Ramadan 2026 meski terdapat potensi perbedaan penentuan awal puasa dan salat tarawih. Hal ini ditegaskan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bantul agar perbedaan metode penetapan tidak memicu perpecahan di tengah umat.
Kepala Kemenag Bantul Muntolib menjelaskan hingga kini penetapan awal Ramadan masih menunggu keputusan resmi sejumlah pihak, sementara Muhammadiyah telah lebih dahulu mengumumkan jadwal puasa dan tarawih berdasarkan metode perhitungan organisasi tersebut.
Advertisement
Ia menambahkan Nahdlatul Ulama (NU) belum menetapkan awal Ramadan dan kemungkinan akan menyesuaikan dengan hasil sidang pemerintah terkait penentuan awal bulan Hijriah.
“Kalau NU itu belum melaksanakan putusan puasa Ramadan, tetapi kalau pemerintah akan menetapkan puasa Ramadan berdasarkan hisab dan rukyatul hilal yang dilaksanakan pada 17 Februari,” kata Muntolib, Senin (16/2/2026).
BACA JUGA
Muntolib menegaskan potensi perbedaan awal puasa seharusnya tidak menjadi persoalan karena merupakan hal yang lumrah dalam praktik keagamaan. Untuk itu, Kemenag Bantul telah menginstruksikan para penyuluh agama Islam di seluruh kapanewon untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesejukan dalam berdakwah.
Menurutnya, materi khutbah maupun ceramah selama Ramadan diharapkan lebih menekankan nilai persatuan umat dibandingkan perbedaan pendapat yang ada.
“Jadi jangan menonjolkan perbedaan-perbedaan, tetapi bagaimana kita menonjolkan dan membangun rasa saling menghormati di Bantul,” ujarnya.
Kemenag Bantul juga terus mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu yang berpotensi memicu konflik sosial. Edukasi kepada masyarakat dilakukan sebagai langkah menjaga stabilitas dan keharmonisan selama bulan Ramadan.
Lebih lanjut, Muntolib mengajak umat Islam memanfaatkan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial terhadap sesama.
“Imbauan kepada masyarakat, mari kita gunakan momen itu untuk membangun nilai-nilai kepedulian kepada sesama manusia maupun mendekatkan diri kepada Tuhan,” katanya.
Ajakan menjaga kerukunan menjelang Ramadan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat harmoni sosial di Bantul, terutama dalam menghadapi dinamika perbedaan penentuan awal puasa yang kerap muncul setiap tahun di tengah masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Petasan Meledak Saat Diracik, Tiga Remaja Grobogan Terluka
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- DP3 Sleman Siapkan Aplikasi Bank Data Pertanian, Ini Tujuannya
- Padusan Jelang Ramadan, SAR Siagakan Puluhan Personel di Pantai
- Sri Sultan: Pembangunan Olahraga DIY Tak Sekadar Kejar Medali
- Awal Ramadan Berpotensi Beda, MUI Kulonprogo Imbau Umat Jaga Kedamaian
- Libur Long Weekend, Pantai di Gunungkidul Ramai Pengunjung
Advertisement
Advertisement




