Ratusan Gurame Mati di Sleman, Kualitas Air Kolam Menurun
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
Foto ilustrasi irigasi pertanian / foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, SLEMAN— Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman berencana mengembangkan aplikasi bank data mandiri untuk meningkatkan akurasi pengelolaan sektor pertanian hortikultura. Inovasi ini diharapkan mampu mendorong kebijakan pemerintah daerah yang lebih tepat sasaran.
Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan DP3 Sleman, Eko Sugianto Ngadirin, mengatakan aplikasi tersebut memungkinkan masyarakat, khususnya petani dan pemangku kepentingan, memantau data produksi, produktivitas, hingga sebaran alat dan mesin pertanian secara terbuka dan real time.
Menurut dia, digitalisasi data menjadi kunci pemetaan potensi wilayah secara detail hingga tingkat padukuhan. Dengan sistem tersebut, jenis komoditas yang ditanam petani di setiap wilayah dapat teridentifikasi secara presisi.
“Nanti ketemu lahan di satu padukuhan itu, yang tanam cabai berapa, dan lainnya,” kata Eko saat ditemui di kantornya, Kamis (12/2/2026).
Keberadaan bank data yang akurat juga dinilai penting untuk mengawal pengembangan varietas lokal unggulan, seperti cabai rawit Sibrol Sembeda. Varietas ini memiliki masa panen hingga satu tahun dengan produktivitas mencapai satu kilogram per tanaman, namun membutuhkan kesesuaian wilayah tanam pada ketinggian 400–500 meter di atas permukaan laut.
“Kalau data wilayah tanamnya jelas, pengembangan varietas lokal bisa lebih terkontrol dan hasilnya maksimal,” ujarnya.
Urgensi digitalisasi data semakin terasa melihat besarnya produksi hortikultura Sleman sepanjang 2025. Tanpa sistem yang presisi, potensi produksi tersebut dinilai sulit dikelola secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Sepanjang 2025, produksi komoditas hortikultura buah di Sleman tercatat cukup signifikan. Produksi salak mencapai 412.660 kuintal dan tetap menjadi ikon utama pertanian daerah. Alpukat mencatat produksi 86.239 kuintal, disusul durian sebesar 30.165 kuintal yang memiliki nilai jual tinggi. Sementara itu, produksi jambu mencapai 19.433 kuintal, termasuk varietas unggulan Jambu Dalhari, serta kelengkeng sebanyak 11.255 kuintal dengan sebaran pengembangan di sejumlah wilayah.
Efisiensi di Tengah Defisit Anggaran
Eko menambahkan, pengembangan bank data digital menjadi solusi paling efisien di tengah pemangkasan anggaran reguler hingga 60 persen. Dengan keterbatasan anggaran, DP3 dituntut bekerja lebih akurat, terutama dalam penyaluran bantuan pertanian.
“Dengan data yang presisi, tidak ada lagi ruang kesalahan distribusi. Setiap kebijakan bisa benar-benar sesuai kebutuhan petani,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
Mohammad Zaki Ubaidillah gagal melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah kalah dari Justin Hoh dalam duel tiga gim di Taipei Arena, Taiwan.
Masih sering memikirkan mantan setelah putus? Psikologi menjelaskan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan ikatan emosional yang tidak langsung hilang saat hub
Membincang perekonomian sirkuler berarti membicarakan optimalisasi bahan bekas pakai menjadi bentuk lain yang bernilai dan bermanfaat.
Fitur Shared Chat Claude AI sempat menjadi sorotan setelah sejumlah tautan percakapan muncul di hasil pencarian Google. Simak cara memeriksa dan mengamankan cha
Mitchell Baker masuk daftar top skor sementara Piala AFF 2026 setelah mencetak hattrick pada debutnya bersama Timnas Indonesia. Ia bersaing dengan Paulo Josue d