10 Bulan, Kasus Diare di Jogja Tembus 15.086, Ngampilan Paling Padat
Kasus diare di Jogja mencapai 15.086 hingga 10 Oktober 2026. Dinkes memperkuat pemantauan, sanitasi, dan edukasi pencegahan.
Ilustrasi hasil tangkapan ikan. - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN— Musim kemarau yang berlangsung sekitar tiga bulan mulai memicu kematian ratusan ikan gurame di Kabupaten Sleman. Penurunan kualitas air kolam menyebabkan meningkatnya kadar amonia (NH3) yang berdampak pada kematian ikan di sejumlah wilayah.
Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman mencatat kasus kematian ikan terjadi di wilayah Ngaglik dan Minggir dengan jumlah yang tergolong tinggi.
Kepala Bidang Perikanan DP3 Sleman, Wilyada Radianing, mengatakan penurunan kualitas air selama musim kemarau menjadi pemicu utama kematian ikan gurame yang dibudidayakan masyarakat.
"Sudah ada dampaknya. Penurunan kualitas air menyebabkan kadar amonia meningkat sehingga memicu kematian ikan. Kejadian ini sudah terjadi di beberapa tempat, yakni di Ngaglik dan Minggir, dengan kematian gurame dalam jumlah yang cukup tinggi," kata Wilyada kepada Harianjogja.com, Senin (27/7/2026).
Berdasarkan pendataan DP3 Sleman, sekitar 300 ekor ikan gurame mati di wilayah Ngaglik. Sementara itu, di wilayah Minggir tercatat sekitar 300 ekor ikan gurame mati ditambah 30 ekor indukan.
Untuk mengurangi potensi kerugian yang lebih besar, DP3 Sleman telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi bagi para pembudidaya ikan selama musim kemarau.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyediakan vitamin yang dapat diakses secara gratis oleh pembudidaya ikan. Selain itu, DP3 Sleman juga mengimbau agar kepadatan ikan di dalam kolam dikurangi dan kualitas air dipantau secara rutin.
"Kami menyediakan vitamin yang bisa diakses gratis oleh para pembudidaya. Kami juga menyarankan agar kepadatan ikan dikurangi dan kualitas air terus dipantau," katanya.
Wilyada menambahkan, pihaknya telah melakukan kunjungan ke kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) yang terdampak untuk memberikan pendampingan dan memastikan langkah penanganan dapat segera dilakukan guna mencegah kematian ikan meluas.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Tim Bina Produksi Perikanan DP3 Sleman, Anny Choirunnisa, mengatakan kelompok pembudidaya ikan dapat mengambil vitamin secara gratis di Kantor DP3 Sleman.
“Kalau fasilitasi obat kami tidak ada. Saat ini baru ada multivitamin dan probiotik,” kata Anny.
Menurutnya, permintaan multivitamin dan probiotik hingga saat ini masih relatif sedikit. DP3 Sleman berharap kedua jenis suplemen tersebut dapat dimanfaatkan untuk menekan angka kematian ikan selama musim kemarau.
“Multivitamin berguna untuk memperkuat daya tahan tubuh, sedangkan probiotik untuk memperbaiki kualitas air,” katanya.
Musim kemarau yang masih berlangsung diperkirakan tetap menjadi tantangan bagi sektor perikanan budi daya di Kabupaten Sleman sehingga pemantauan kualitas air kolam menjadi salah satu langkah penting untuk meminimalkan risiko kematian ikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus diare di Jogja mencapai 15.086 hingga 10 Oktober 2026. Dinkes memperkuat pemantauan, sanitasi, dan edukasi pencegahan.
Cek jadwal Samsat Bantul Oktober 2026, mulai Samsat Induk, Samsat Keliling, Jempol Si Panda, hingga layanan pajak kendaraan digital.
Karang Taruna HIPENARI Kulon Progo meraih Juara III Nasional BBNKT 2026 berkat inovasi dan pemberdayaan masyarakat, termasuk pengolahan limbah daun teh.
Prakiraan cuaca DIY Senin, 26 Oktober 2026, menunjukkan hujan ringan di lima wilayah. Simak rincian suhu dan kelembapan setiap daerah.
AC Milan menang 2-0 atas Udinese lewat gol Christian Pulisic dan Omari Hutchinson. Rossoneri mempertahankan rekor tak terkalahkan di Serie A.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin, 26 Oktober 2026, tersedia 10 perjalanan. Simak jam keberangkatan dari kedua stasiun.