KKMP Demangan Bidik Penghuni Kos Mahasiswa untuk Pasarkan Oleh-Oleh

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Rabu, 21 Oktober 2026 11:27 WIB
KKMP Demangan Bidik Penghuni Kos Mahasiswa untuk Pasarkan Oleh-Oleh

Foto ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, JOGJA—Jaringan rumah kos milik anggota menjadi peluang baru bagi Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Demangan, Kota Jogja, untuk memperluas pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Koperasi tersebut membidik penghuni kos, terutama mahasiswa, sebagai calon konsumen produk oleh-oleh.

Ketua KKMP Demangan, Antonius Fokki Ardianto, mengatakan hampir 80% anggota koperasi memiliki usaha rumah kos. Sebagian besar penghuni kos mereka merupakan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Menurut Fokki, kebiasaan mahasiswa pulang ke kampung halaman setiap Jumat dapat menjadi peluang pemasaran produk oleh-oleh. Koperasi ingin memanfaatkan jaringan pemilik kos untuk menghubungkan penghuni dengan produk yang dibutuhkan.

“Jadi nanti bisa pesan ke kami melalui ibu kos masing-masing. Kebutuhan oleh-oleh kami salurkan ke jaringan kami, lalu diantar sesuai dengan pesanan,” kata Fokki saat ditemui di KKMP Demangan, Selasa (20/10/2026).

Melalui skema tersebut, pemilik kos berperan sebagai penghubung antara calon pembeli dan koperasi. Setelah pesanan diterima, KKMP Demangan mengoordinasikan penyediaan produk hingga pengantaran kepada pemesan.

Jaringan usaha anggota juga mencakup pedagang oleh-oleh di Teras Malioboro. Keberadaan pedagang tersebut berpotensi menambah pilihan produk yang dapat dipasarkan melalui koperasi.

KKMP Demangan Usulkan Bantuan Kendaraan

Selain mengembangkan pemasaran produk UMKM, KKMP Demangan mengusulkan dukungan sarana transportasi untuk menunjang kegiatan usaha. Fokki menilai koperasi tidak harus menunggu keberadaan gerai fisik untuk mulai mengembangkan usaha karena penjualan dapat dilakukan secara daring.

Dia berharap koperasi yang telah menjalankan kegiatan usaha secara daring tetap memperoleh akses terhadap dukungan pemerintah pusat. Bantuan yang diharapkan berupa kendaraan operasional, mulai dari truk, mobil pikap, hingga kendaraan roda tiga.

Menurut Fokki, truk dengan jenis tertentu berpotensi disewakan untuk menunjang kebutuhan pengangkutan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Pendapatan dari penyewaan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menambah modal koperasi maupun menjadi salah satu pertimbangan dalam pembagian sisa hasil usaha (SHU).

Sementara itu, mobil pikap direncanakan untuk mengangkut sampah plastik menuju PT Asterra Energy Envirotama. Fokki menyebut KKMP Demangan telah menjalin nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan perusahaan tersebut untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar.

Adapun kendaraan roda tiga dapat digunakan untuk mendukung distribusi produk, termasuk pengantaran pesanan oleh-oleh kepada konsumen.

Fokki berharap dukungan kendaraan dapat membuka sumber pendapatan tambahan bagi koperasi. Dengan mengoptimalkan jaringan pemilik kos, memperluas pemasaran produk UMKM, serta mengembangkan usaha pengangkutan dan pengolahan sampah, KKMP Demangan berupaya membangun kegiatan ekonomi tanpa sepenuhnya bergantung pada gerai fisik.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online