Kopdes Merah Putih di Kota Jogja Tetap Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Rabu, 21 Oktober 2026 06:57 WIB
Kopdes Merah Putih di Kota Jogja Tetap Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

Lembaran kain batik sedang dipajang di sekretariat Koperasi Kelurahan Merah Putih Demangan di Kampung Pengok, Kelurahan Demangan, Gondokusuman, Kota Jogja, Selasa (20/10/2026). Harian Jogja/ Andreas Yuda Pramono.

Harianjogja.com, JOGJA— Sejumlah Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Jogja tetap menjalankan usaha meski belum memiliki gerai permanen. Koperasi berinisiatif mencari tempat usaha, menyediakan produk, dan mengembangkan layanan secara mandiri agar operasional tidak terhenti.

Kepala Bidang Koperasi Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Jogja, Emy Indaryati, mengatakan kondisi tersebut menjadi salah satu karakteristik KKMP di Kota Jogja. Sejumlah koperasi memilih memulai usaha dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia tanpa menunggu dukungan sarana dan prasarana dari pemerintah pusat.

“Kami tidak punya gerai tapi sudah operasional. Sementara di tempat lain itu sepertinya menunggu gerai dibangun dahulu, kemudian mereka juga harus menunggu produk-produknya,” kata Emy saat ditemui di KKMP Demangan, Selasa (20/10/2026).

12 KKMP di Kota Jogja Sudah Beroperasi

Menurut Emy, kondisi koperasi di Kota Jogja berbeda dengan sejumlah daerah lain yang telah mendapatkan dukungan berupa gerai, lahan, produk, hingga sarana dan prasarana dari pemerintah pusat. Keterbatasan lahan menjadi salah satu tantangan dalam menyediakan tempat usaha bagi koperasi.

Meski menghadapi kendala tersebut, sejumlah KKMP telah mengembangkan usaha sesuai dengan potensi masing-masing. Layanan yang tersedia antara lain perbankan melalui BRILink dan Laku Pandai, pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pembayaran listrik, serta penjualan sembako dan kain atau pakaian batik.

Pemkot Jogja terus mendorong pengembangan 16 KKMP yang menjadi proyek percontohan (piloting project). Dari jumlah tersebut, sekitar 12 koperasi telah beroperasi, sedangkan empat lainnya masih perlu didorong agar segera menjalankan usaha.

Emy berharap pemerintah pusat mempertimbangkan kondisi koperasi di Kota Jogja dalam merumuskan kebijakan dukungan. Menurut dia, persyaratan bagi koperasi yang menghadapi keterbatasan lahan perlu disesuaikan agar mereka tetap memiliki kesempatan untuk mengembangkan usaha.

Keterbatasan Modal dan SDM Jadi Kendala

Selain persoalan tempat usaha, keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan modal untuk pengadaan barang juga menjadi tantangan bagi KKMP di Kota Jogja. Anggaran yang terbatas membuat koperasi belum leluasa menambah stok produk sehingga pengembangan usaha masih membutuhkan dukungan lebih lanjut.

Pemkot Jogja juga berharap ada kejelasan mengenai bentuk intervensi pemerintah pusat, termasuk kemungkinan akses terhadap produk yang selama ini harus melalui PT Agrinas. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu koperasi yang telah memulai operasional secara mandiri meningkatkan skala usahanya.

Di sisi lain, Pemkot Jogja menjajaki pendampingan bagi KKMP melalui perguruan tinggi bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Pendampingan ini diharapkan membantu mengidentifikasi kebutuhan masing-masing koperasi sekaligus merumuskan pengembangan usaha sesuai kondisi di lapangan.

Bagi koperasi yang belum beroperasi, Pemkot mendorong pengembangan usaha melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Sejumlah produk yang diarahkan untuk dikembangkan antara lain air mineral bermerek AirJogja, batik, makanan ringan, serta gula brown sugar.

Upaya tersebut diharapkan dapat mendorong koperasi yang belum beroperasi segera memulai usaha. Sementara itu, bagi KKMP yang sudah berjalan, dukungan terhadap tempat usaha, permodalan, ketersediaan produk, dan pendampingan menjadi bagian penting untuk memperluas kegiatan usaha.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online