HAN 2026 di Prambanan, 380 Siswa Diajak Cintai Budaya

Newswire
Newswire Kamis, 23 Juli 2026 02:47 WIB
HAN 2026 di Prambanan, 380 Siswa Diajak Cintai Budaya

Puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Sleman berlangsung meriah sekaligus sarat makna di kawasan Candi Prambanan, Rabu (22/7/2026). Promopim

Harianjogja.com, SLEMAN— Puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Sleman berlangsung meriah sekaligus sarat makna di kawasan Candi Prambanan, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini menjadi ruang belajar terbuka bagi ratusan pelajar untuk mengenal sejarah, budaya, sekaligus memperkuat nilai kebangsaan sejak dini.

Sebanyak 380 siswa dan 54 guru pendamping dari 27 SMP dan MTs di wilayah Prambanan, Kalasan, dan Berbah tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, acara ini tidak sekadar seremonial, tetapi juga bentuk nyata komitmen daerah dalam pemenuhan hak anak.

Kegiatan yang digagas Dinas P3AP2KB Sleman bersama InJourney Destination Management ini menghadirkan pengalaman belajar langsung di situs warisan dunia. Para siswa diajak memahami nilai-nilai sejarah yang terukir di setiap relief candi, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap budaya bangsa.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko InJourney Destination Management, Joel Siahaan, menegaskan pentingnya menghadirkan ruang belajar yang kontekstual bagi generasi muda. Menurutnya, kawasan Candi Prambanan bukan sekadar destinasi wisata, tetapi juga “living heritage” yang terus hidup dan relevan.

Ia menyebut, selama ini Prambanan kerap dikaitkan dengan legenda Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang. "Padahal, nilai yang terkandung di dalamnya jauh lebih luas dan penting untuk dikenalkan kepada generasi muda agar tidak tergerus zaman," ujarnya.

Senada, Chief Human Capital and Digital Officer InJourney, Herdy Harman, menekankan bahwa anak-anak perlu memiliki akar budaya yang kuat di tengah derasnya arus globalisasi. Ia mengajak generasi muda untuk berani bermimpi sekaligus tetap menjaga identitas budaya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mengingatkan pentingnya keseimbangan antara modernitas dan pemahaman sejarah. Ia menyoroti fenomena anak-anak yang lebih akrab dengan budaya populer luar negeri dibandingkan warisan budaya sendiri.

Menurutnya, pengenalan sejarah harus dikemas lebih menarik agar generasi muda tidak merasa jenuh. Ia juga mengaitkan nilai perjuangan dalam legenda Bandung Bondowoso sebagai inspirasi agar anak-anak Sleman pantang menyerah dalam meraih cita-cita.

Tak hanya edukasi, kegiatan ini juga diwarnai aksi sosial. Pemerintah Kabupaten Sleman menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah kepada anak-anak dari kelompok rentan dan penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA).

Selain itu, siswa juga mengikuti berbagai aktivitas interaktif seperti pelatihan membatik dan seni ecoprint melalui program InJourney Community Care. Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan.

Rangkaian acara semakin semarak dengan penampilan seni dari Forum Anak Sleman serta penutup berupa pembagian hadiah sepeda bagi peserta yang berulang tahun.

Melalui peringatan HAN 2026 ini, Candi Prambanan kembali ditegaskan bukan hanya sebagai simbol kejayaan masa lalu, tetapi juga ruang tumbuh generasi masa depan—tempat belajar, berkreasi, dan menanamkan nilai-nilai budaya yang akan menjaga Indonesia tetap kuat di masa mendatang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online