Bulan Dana PMI Gunungkidul 2026 Targetkan Rp600 Juta untuk Aksi Sosial
PMI Gunungkidul menargetkan donasi Rp600 juta dalam Bulan Dana PMI 2026 untuk mendukung donor darah, kebencanaan, dan berbagai aksi sosial.
Transfusi darah - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—PMI Gunungkidul memastikan ketersediaan stok darah dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Untuk menjaga pasokan tetap tersedia, PMI telah menyiapkan sejumlah program, termasuk kegiatan donor darah mobile hingga akhir Agustus 2026.
Ketua PMI Gunungkidul, Sunyoto, mengatakan stok darah yang dimiliki saat ini masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Tercatat, stok golongan darah A sebanyak 80 kantong, golongan darah B sebanyak 61 kantong, golongan darah O sebanyak 71 kantong, dan golongan darah AB sebanyak 35 kantong.
“Stok aman dan bisa mencukupi kebutuhan di masyarakat saat ini,” kata Sunyoto, Rabu (22/7/2026).
Meski demikian, PMI Gunungkidul tetap berupaya menjaga ketersediaan darah karena stok sangat dipengaruhi oleh tingkat permintaan masyarakat. Sunyoto mencontohkan, pada momen Lebaran lalu sempat terjadi kekurangan stok darah golongan O, sedangkan saat ini ketersediaannya sudah kembali mencukupi.
“Semua tergantung dengan permintaan sehingga berpengaruh terhadap stok,” katanya.
Untuk mengantisipasi kekurangan stok, PMI Gunungkidul telah menyusun jadwal kegiatan donor darah mobile hingga akhir Agustus mendatang. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di berbagai lokasi di Bumi Handayani.
“Kita sudah susun jadwal kegiatan donor darah mobile hingga akhir Agustus mendatang. Untuk pelaksanaannya, ada di kantor kapanewon, kalurahan hingga tempat ibadah atau fasilitas umum lainnya,” katanya.
Selain menggelar donor darah mobile, PMI Gunungkidul juga melakukan komunikasi rutin secara daring dengan para pendonor aktif. Langkah ini dilakukan untuk mengingatkan masyarakat yang telah memasuki jadwal donor darah secara berkala.
“Ya kalau ada pendonor aktif yang sudah memasuki jadwal donor secara rutin, maka akan kami hubungi agar segera melaksanakan donor darah,” katanya.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menyatakan dukungannya terhadap berbagai kegiatan sosial yang dilaksanakan PMI Gunungkidul, termasuk upaya menjaga ketersediaan stok darah agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Bulan Dana PMI yang dituangkan dalam Keputusan Bupati Nomor 177/KPTS/2026 dan Keputusan Bupati Nomor 14/KPTS/2026.
Program Bulan Dana PMI tidak hanya menyasar kalangan aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Gunungkidul, tetapi juga mengajak partisipasi anggota TNI/Polri, pelajar, dan masyarakat umum untuk ikut menyukseskannya.
“Kegiatan ini [bulan dana PMI] merupakan wujud nyata kepedulian kita terhadap sesama. Tapi, yang terpenting dalam pengguanaan dana harus benar-benar transparan sehingga bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI Gunungkidul menargetkan donasi Rp600 juta dalam Bulan Dana PMI 2026 untuk mendukung donor darah, kebencanaan, dan berbagai aksi sosial.
Kepala BGN Sudaryono meminta masyarakat melaporkan oknum yang mengatasnamakan dirinya untuk menekan petugas Program Makan Bergizi Gratis.
Pemkab Magelang mengingatkan kepala desa agar transparan mengelola dana desa dan peduli terhadap kenakalan remaja menjelang Pilkades Serentak 2026.
Konsumsi Pertalite meningkat pada Juli 2026. Pemerintah disarankan menyiapkan tambahan kuota BBM subsidi sebesar 1,5 hingga 2 juta kL.
Layanan jemput bola e-KTP di Kulonprogo mempermudah penyandang disabilitas mengakses layanan administrasi dan program pemerintah.
Penataan bantaran sungai di Kota Jogja ditargetkan tuntas bertahap hingga 2029. Progres sejumlah lokasi kini telah mencapai 50%.