Advertisement

19 Titik di Sleman Terdampak Hujan Deras dan Angin Kencang

Andreas Yuda Pramono
Selasa, 17 Februari 2026 - 14:37 WIB
Maya Herawati
19 Titik di Sleman Terdampak Hujan Deras dan Angin Kencang Petugas TRC BPBD Sleman sedang melakukan penanganan pohon tumbang menimpa rumah di Kalurahan Maguwoharjo, Depok, Sleman, Senin (16/2/2026) malam. - Istimewa - BPBD Sleman

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Cuaca ekstrem Sleman berupa hujan lebat disertai angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Sleman pada Senin (16/2/2026) sejak siang hingga sore. Berdasarkan laporan Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman hingga pukul 19.05 WIB, dampak cuaca ekstrem Sleman tercatat di 19 titik yang tersebar di tujuh kapanewon, mulai dari pohon tumbang, tanah longsor, hingga kerusakan infrastruktur publik.

Data BPBD Sleman merinci Kapanewon Prambanan dan Ngaglik sebagai wilayah paling terdampak dengan masing-masing tujuh dan enam kejadian. Disusul Kapanewon Sleman dengan empat kejadian, Ngemplak tiga kejadian, serta Depok, Pakem, dan Gamping yang masing-masing satu kejadian.

Advertisement

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan di pusat pemerintahan sempat terjadi pohon tumbang di Area Parkir Setda Sleman. Di wilayah Kapanewon Sleman lainnya, tanah longsor dilaporkan terjadi di Padukuhan Beran Kidul serta ambrolnya talut pagar milik BPRSR Dinas Sosial DIY di Padukuhan Jaban, Tridadi.

Dampak cuaca ekstrem Sleman juga merambah sektor pendidikan dan hunian warga. Di Pondok Pesantren Daarul Ilmi, Tridadi, pohon tumbang menimpa area dapur dan ruang makan.

Peristiwa serupa terjadi di Kapanewon Ngaglik, tepatnya di wilayah Siwil, Sukoharjo, ketika pohon jati roboh menimpa bangunan rumah warga. Di Kapanewon Prambanan, tiga titik pohon tumbang dilaporkan mengenai rumah warga di Sumberharjo dan Sambirejo, yang sebagian besar masih dalam proses penanganan.

Selain pohon tumbang, ancaman tanah longsor akibat cuaca ekstrem Sleman juga terjadi di sejumlah lokasi. Di Kapanewon Prambanan, longsor dilaporkan mengenai kandang sapi warga di Candisari serta satu rumah di Losari 1, Wukirharjo. Sementara itu, di Kapanewon Gamping, talud rumah di Nogotirto turut longsor akibat gerusan air hujan deras.

Kerusakan fasilitas publik pun tak terhindarkan. Di Jalan Kaliurang Km 10,5, papan reklame dilaporkan ambrol, sedangkan papan penunjuk arah di Sanggrahan, Pakembinangun, terlepas. Di Kapanewon Depok, pohon tumbang di Maguwoharjo sempat memutus jaringan internet dan telepon warga.

Hingga laporan diperbarui pukul 19.05 WIB, mayoritas titik terdampak telah berstatus terkondisi. Namun, beberapa lokasi di Kapanewon Sleman, Ngaglik, dan Prambanan dilaporkan masih belum sepenuhnya terkendali dan dalam penanganan petugas.

“Pohon tumbang menimpa rumah di Prambanan yang semalam belum terkondisi, saat ini sedang kami tangani bersama dengan titik terdampak yang lain,” kata Bambang lewat pesan tertulis, Selasa (17/2/2026).

BPBD Sleman kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menyusul status siaga darurat bencana cuaca ekstrem Sleman yang masih berlaku berdasarkan SK Bupati Sleman Nomor 86.3/Kep.KDH/A/2025 hingga 28 Februari 2026. Status tersebut mencakup potensi hujan berintensitas tinggi lebih dari 500 milimeter per hari yang disertai angin kencang, sehingga risiko pohon tumbang, longsor, dan gangguan infrastruktur masih berpotensi terjadi di berbagai wilayah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Israel Daftarkan Tanah Tepi Barat Jadi Wilayahnya, Ini Reaksi PBB

Israel Daftarkan Tanah Tepi Barat Jadi Wilayahnya, Ini Reaksi PBB

News
| Selasa, 17 Februari 2026, 14:47 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement