Advertisement

Kasus TBC Jogja 2025 Tembus 1.333, Dinkes Perkuat Investigasi Kontak

Jumali
Selasa, 17 Februari 2026 - 10:57 WIB
Jumali
Kasus TBC Jogja 2025 Tembus 1.333, Dinkes Perkuat Investigasi Kontak Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Jogja dr. Endang Sri Rahayu didampingi Epidemiolog Kesehatan Dinkes Kota Jogja Setyo Gati Candra Dewi - Pemkot Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Upaya menekan kasus TBC Jogja terus digenjot Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja dengan memperkuat investigasi kontak sebagai strategi utama menuju target eliminasi 2030.

Sepanjang 2025, tercatat 1.333 kasus Tuberkulosis (TBC) terdiagnosis di fasilitas layanan kesehatan, sehingga penguatan pelacakan dan terapi pencegahan menjadi fokus intervensi pada 2026.

Advertisement

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Jogja, dr. Endang Sri Rahayu, menyampaikan bahwa dari 1.333 kasus tersebut, sekitar 600 pasien merupakan warga ber-KTP Kota Jogja, sedangkan sisanya berasal dari luar daerah yang mengakses layanan kesehatan di Kota Jogja.

Penemuan kasus dinilai sudah cukup tinggi. Namun, pemeriksaan terhadap kontak serumah dinilai masih perlu dioptimalkan agar rantai penularan dapat diputus lebih cepat. Sebagai penyakit yang menular melalui udara (airborne disease), TBC berisiko tinggi menyebar di kawasan padat penduduk, terutama pada hunian yang belum memenuhi standar kesehatan.

Rumah dengan kondisi lembap, sirkulasi udara terbatas, serta minim paparan sinar matahari langsung menjadi faktor yang meningkatkan risiko penularan TBC. Sejalan dengan program bedah rumah yang digulirkan Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, perbaikan kualitas hunian diharapkan turut berkontribusi dalam menekan penyebaran TBC di lingkungan keluarga.

Di tengah efisiensi anggaran yang berdampak pada pembatasan sejumlah kegiatan, Dinkes memilih investigasi kontak sebagai strategi efektif dan relatif hemat biaya. Petugas akan melakukan skrining gejala kepada seluruh anggota keluarga pasien, rekan kerja dalam satu ruangan, hingga tetangga terdekat. Setelah skrining dilakukan, warga yang menunjukkan gejala akan dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan, sedangkan mereka yang sehat tetapi memiliki riwayat kontak erat akan memperoleh Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).

“Orang yang sudah kontak dengan pasien TB berisiko terinfeksi. Dengan terapi pencegahan, harapannya tidak berkembang menjadi sakit TB di kemudian hari,” jelas dr. Endang dikutip dari laman resmi Pemkot Jogja.

Meski dukungan kader komunitas pengawas minum obat berkurang akibat keterbatasan anggaran, optimalisasi sumber daya internal tetap dilakukan untuk memastikan pasien menyelesaikan pengobatan hingga tuntas. Edukasi kepada masyarakat juga terus diperkuat agar stigma terhadap pasien TBC tidak menghambat proses pelacakan maupun terapi.

Sementara itu, Epidemiolog Kesehatan Dinkes Kota Jogja, Setyo Gati Candra Dewi, mengungkapkan tantangan lain pada aspek angka kematian pasien. Berdasarkan evaluasi terhadap pasien yang mulai menjalani pengobatan pada 2024, terdapat 90 kematian dari total 1.319 pasien. Hasil audit menunjukkan sebagian besar kematian dipicu penyakit penyerta seperti diabetes (DM), HIV, maupun komorbid lain, meski secara administratif tetap tercatat sebagai kematian akibat TBC.

Dinkes mengimbau masyarakat yang tengah menjalani terapi agar disiplin menyelesaikan pengobatan demi mencegah komplikasi berat dan penularan lanjutan. Target eliminasi TBC 2030 hanya dapat tercapai apabila penemuan kasus, keberhasilan pengobatan, serta cakupan TPT berjalan selaras dan konsisten di Kota Jogja, sehingga pengendalian TBC Jogja semakin terukur dari tahun ke tahun.

Data Capaian dan Indikator Pengendalian TBC Kota Jogja:

Indikator UtamaTarget NasionalCapaian / Kondisi Kota Jogja
Penemuan Kasus90 Persen dari Estimasi.Sudah Melampaui 90 Persen.
Keberhasilan Pengobatan90 Persen Pasien Tuntas.Tantangan: Pasien Putus Obat.
Pemberian TPT80 Persen Kontak Erat.Terapi Pencegahan Terus Digenjot.
Total Kasus 20251.333 Kasus Terdiagnosis.600-an Warga Kota Jogja.
Angka KematianMaksimal 2 Persen.90 Kematian (Melebihi Ambang Batas).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Rusia Siapkan Delegasi untuk Negosiasi Ukraina di Jenewa

Rusia Siapkan Delegasi untuk Negosiasi Ukraina di Jenewa

News
| Selasa, 17 Februari 2026, 11:47 WIB

Advertisement

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan

Wisata
| Senin, 16 Februari 2026, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement