Gempa Pacitan M 5,6 Terasa ke DIY dan Jateng, Ini Wilayah Terdampaknya
Gempa Pacitan Magnitudo 5,6 mengguncang Jawa Timur dan terasa hingga DIY serta Jawa Tengah. Simak daftar wilayah yang merasakan getaran berdasarkan data BMKG.
Satria DIY dan Gerindra Sleman menggelar aksi bersih Sungai Boyong dalam rangka HUT ke-18 Gerindra dan Gerakan Indonesia Asri. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Upaya menjaga kelestarian lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta terus digerakkan dari hulu. PD Satuan Relawan Indonesia Raya (Satria) DIY bersama DPC Partai Gerindra Sleman melakukan aksi bersih Sungai Boyong di Dusun Bulus, Candibinangun, Pakem, Sleman, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-18 Partai Gerindra sekaligus implementasi Gerakan Indonesia Asri yang digaungkan Presiden RI Prabowo Subiyanto. Aksi bertajuk Kompak Bergerak Berdampak tersebut menyasar kawasan hulu sungai yang dinilai memiliki peran strategis bagi keberlanjutan ekosistem wilayah hilir, termasuk Sungai Code di Kota Jogja.
Ketua PD Satria DIY Arief Sujatmiko menegaskan bahwa pemilihan Sungai Boyong dilakukan secara sadar karena posisinya sebagai kawasan hulu. “Menjaga sungai harus dimulai dari hulunya. Jika bagian atas terawat, aliran di bawahnya ikut terlindungi,” ujarnya.
Relawan turun langsung ke bantaran sungai dengan membawa karung sampah, sarung tangan, serta bibit tanaman. Sampah plastik dan material sisa aktivitas warga dikumpulkan, sementara sejumlah titik di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Boyong ditanami pohon buah seperti durian, alpukat, dan pisang.
Menurut Arief, pendekatan hulu–hilir merupakan langkah mendasar dalam konservasi sungai. Upaya pembersihan di bagian tengah atau hilir tanpa perbaikan di hulu dinilai hanya bersifat sementara dan tidak menyentuh akar persoalan lingkungan.
Selain aksi bersih sungai, kegiatan juga disertai penyaluran paket sembako kepada warga sekitar. Ketua DPC Partai Gerindra Sleman Joko Widodo menyebut program tersebut dirancang tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga sosial dan ekonomi. “Aksi ini tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan memberi manfaat ekonomi bagi warga,” katanya.
Ia menambahkan, langkah pencegahan turut dilakukan dengan memasang jaring di beberapa titik sepadan sungai. “Kami tidak berhenti pada bersih-bersih, tetapi juga melakukan langkah pencegahan agar sungai tetap terjaga,” ujarnya.
Pelibatan warga menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Masyarakat setempat diajak turun langsung dalam proses pembersihan dan penanaman pohon, sehingga gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan simbolis. “Kegiatan ini dirancang agar berlanjut, bukan sekadar agenda seremonial,” tambah Arief.
Dukungan juga datang dari Tim DIY Bais TNI yang menilai aksi tersebut sebagai bentuk konsolidasi organisasi sekaligus implementasi nyata kebijakan nasional di tingkat daerah. Sinkronisasi antara agenda pusat dan program lokal, termasuk pemulihan kawasan sungai pasca aktivitas galian C, dinilai memperkuat efektivitas pelestarian lingkungan.
Wakil Ketua DPRD Sleman HR Sukaptana yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi kolaborasi lintas elemen. “Kolaborasi antara relawan, partai, dan masyarakat menjadi kunci menjaga lingkungan sekaligus kesejahteraan warga,” ujarnya.
Satria DIY dan Gerindra Sleman menegaskan komitmen menghadirkan perayaan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Aksi bersih sungai, penanaman pohon, dan penguatan kesadaran kolektif menjadi pesan utama dalam upaya menjaga lingkungan Sleman secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gempa Pacitan Magnitudo 5,6 mengguncang Jawa Timur dan terasa hingga DIY serta Jawa Tengah. Simak daftar wilayah yang merasakan getaran berdasarkan data BMKG.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.