Advertisement

DP3 Sleman Sediakan Enam Jenis Obat Penyakit Ikan, Gratis

Andreas Yuda Pramono
Kamis, 05 Februari 2026 - 00:57 WIB
Abdul Hamied Razak
DP3 Sleman Sediakan Enam Jenis Obat Penyakit Ikan, Gratis Ilustrasi budidaya ikan - Harian Jogja - Ujang Hasanudin

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman kembali menyediakan obat-obatan penyakit ikan bagi para pembudidaya di Bumi Sembada pada 2026 sebagai upaya menjaga produktivitas sektor perikanan budidaya.

Tahun ini, DP3 Sleman menyiapkan enam jenis obat yang bisa diakses secara gratis oleh pembudidaya, yakni Biovit, Stress Off, Vitamineral, Blue Copper, Imunovit, dan C San. Anggaran pengadaan obat tersebut mencapai sekitar Rp12 juta.

Advertisement

Plt. Kepala Tim Bina Produksi Perikanan DP3 Sleman, Anny Choirunnisa, menjelaskan mekanisme pengajuan obat cukup mudah. Pembudidaya hanya perlu datang ke kantor DP3 Sleman dan mengisi formulir permohonan sesuai kebutuhan.

“Pembudidaya yang membutuhkan bisa mengajukan ke dinas. Nantinya kami berikan obat atau probiotik sesuai ketersediaan dan kebutuhan di lapangan,” ujar Anny saat dihubungi, Rabu (4/2/2026).

Ia menambahkan, pada 2025 lalu DP3 Sleman sempat menyediakan delapan jenis obat, di antaranya Aquaenzym, Biovit, Blue Copper, C San, Stress Off, Progol, Vitamineral, dan Imunofit.

Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan DP3 Sleman, Wilyada Radianing, menilai pengadaan obat menjadi langkah penting untuk mendukung keberlanjutan usaha budidaya ikan, khususnya di tengah kondisi cuaca yang semakin tidak menentu.

Menurutnya, anomali iklim dalam beberapa tahun terakhir kerap memicu perubahan suhu dan debit air secara ekstrem, yang berpotensi menurunkan daya tahan ikan terhadap penyakit, terutama jamur penyebab white spot.

“Perubahan suhu mendadak lebih dari dua derajat Celsius sangat berbahaya bagi kesehatan ikan. Ini semakin sering terjadi dalam lima tahun terakhir,” katanya.

Wilyada menyebut pemberian vitamin dan obat yang difasilitasi DP3 terbukti mampu menekan angka kematian ikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Meski belum ada standar operasional prosedur khusus terkait penggunaan obat, ia mengimbau pembudidaya tetap mengikuti dosis yang tertera pada kemasan.

“Obat perlu digunakan sesuai petunjuk. Dengan penanganan yang tepat, kesehatan ikan bisa lebih terjaga,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

BGN dan Kemensos Matangkan Penyaluran MBG bagi Lansia dan Disabilitas

BGN dan Kemensos Matangkan Penyaluran MBG bagi Lansia dan Disabilitas

News
| Rabu, 04 Februari 2026, 21:47 WIB

Advertisement

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine

Wisata
| Rabu, 04 Februari 2026, 18:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement