Klinik Koperasi Desa Merah Putih Pertama DIY Dibuka di Sleman
Klinik KDMP pertama di DIY resmi beroperasi di Tamanmartani, Sleman. Klinik ini masih harus melalui akreditasi sebelum melayani BPJS.
Ilustrasi budidaya ikan - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman kembali menyediakan obat-obatan penyakit ikan bagi para pembudidaya di Bumi Sembada pada 2026 sebagai upaya menjaga produktivitas sektor perikanan budidaya.
Tahun ini, DP3 Sleman menyiapkan enam jenis obat yang bisa diakses secara gratis oleh pembudidaya, yakni Biovit, Stress Off, Vitamineral, Blue Copper, Imunovit, dan C San. Anggaran pengadaan obat tersebut mencapai sekitar Rp12 juta.
Plt. Kepala Tim Bina Produksi Perikanan DP3 Sleman, Anny Choirunnisa, menjelaskan mekanisme pengajuan obat cukup mudah. Pembudidaya hanya perlu datang ke kantor DP3 Sleman dan mengisi formulir permohonan sesuai kebutuhan.
“Pembudidaya yang membutuhkan bisa mengajukan ke dinas. Nantinya kami berikan obat atau probiotik sesuai ketersediaan dan kebutuhan di lapangan,” ujar Anny saat dihubungi, Rabu (4/2/2026).
Ia menambahkan, pada 2025 lalu DP3 Sleman sempat menyediakan delapan jenis obat, di antaranya Aquaenzym, Biovit, Blue Copper, C San, Stress Off, Progol, Vitamineral, dan Imunofit.
Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan DP3 Sleman, Wilyada Radianing, menilai pengadaan obat menjadi langkah penting untuk mendukung keberlanjutan usaha budidaya ikan, khususnya di tengah kondisi cuaca yang semakin tidak menentu.
Menurutnya, anomali iklim dalam beberapa tahun terakhir kerap memicu perubahan suhu dan debit air secara ekstrem, yang berpotensi menurunkan daya tahan ikan terhadap penyakit, terutama jamur penyebab white spot.
“Perubahan suhu mendadak lebih dari dua derajat Celsius sangat berbahaya bagi kesehatan ikan. Ini semakin sering terjadi dalam lima tahun terakhir,” katanya.
Wilyada menyebut pemberian vitamin dan obat yang difasilitasi DP3 terbukti mampu menekan angka kematian ikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Meski belum ada standar operasional prosedur khusus terkait penggunaan obat, ia mengimbau pembudidaya tetap mengikuti dosis yang tertera pada kemasan.
“Obat perlu digunakan sesuai petunjuk. Dengan penanganan yang tepat, kesehatan ikan bisa lebih terjaga,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Klinik KDMP pertama di DIY resmi beroperasi di Tamanmartani, Sleman. Klinik ini masih harus melalui akreditasi sebelum melayani BPJS.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling, hari ini.
Pembangunan Taman Budaya Sleman mencapai 70 persen dan ditargetkan rampung pada 22 Juli 2026. Total kebutuhan anggaran proyek diperkirakan Rp137,5 miliar.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Libur sekolah membuat permintaan sunat di Juru Supit Bogem, Kalasan, Sleman meningkat. Pengunjung bisa mencapai 50-100 orang, bahkan lebih saat musim puncak.