Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ketua KONI DIY, KGPAA Paku Alam X melantik pengurus KONI Kota Jogja, di Balaikota Jogja, Rabu (4/2/2026)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Jogja periode 2026–2030 resmi dilantik di Balaikota Jogja, Rabu (4/2/2026). Kepengurusan baru tersebut langsung dibebani target peningkatan prestasi dengan sasaran minimal meraih posisi runner-up pada ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY mendatang.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menegaskan keberhasilan KONI harus diukur dari capaian prestasi atlet, bukan sekadar aktivitas organisasi. Ia menyebut peringkat ketiga pada Porda sebelumnya harus ditingkatkan.
“Kalau kemarin juara tiga, Porda berikutnya minimal juara dua. Target itu menurut saya realistis,” ujar Hasto.
Menurutnya, pengurus KONI perlu memasang cita-cita tinggi agar mampu memacu kinerja maksimal. Jika hasilnya meleset pun tetap berada pada level yang baik.
“Indikator kesuksesan pengurus daerah itu prestasi. Jangan terlalu sibuk urusan organisasi, tapi lupa menyiapkan atlet,” katanya.
Ia mendorong agar sebagian besar energi KONI difokuskan pada pembinaan olahraga. Hasto menilai idealnya 80 persen perhatian diarahkan untuk menyiapkan prestasi, sementara sisanya untuk dinamika internal organisasi.
Selain itu, Hasto mengingatkan pentingnya menjaga profesionalisme dan menjauhkan kepentingan pribadi maupun kelompok dalam pembinaan atlet.
“Jangan sampai atlet yang sudah lama berlatih justru tersingkir, sementara yang titipan malah dimainkan,” tegasnya.
Masalah tata kelola keuangan juga menjadi sorotan. Mengingat KONI mengelola anggaran cukup besar untuk pembinaan, Hasto meminta penggunaan dana dilakukan transparan dan tepat sasaran.
“Kalau sudah ada anggaran latihan, ya langsung direalisasikan. Jangan sampai atlet latihan tapi dananya malah dihutang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Jogja, Dedi Budiono, menyatakan target dari wali kota akan diterjemahkan dalam program kerja yang konkret dan terukur.
Langkah awal yang akan dilakukan yakni menggelar musyawarah kerja guna menyusun prioritas pembinaan.
“Setelah bidang-bidang terbentuk, fokus kami pada pembinaan prestasi, pendidikan dan penataran atlet, penguatan karakter serta disiplin,” kata Dedi.
Selain itu, penyelenggaraan berbagai event dan kejuaraan akan diperbanyak sebagai sarana peningkatan kualitas atlet.
Ia optimistis target minimal posisi kedua Porda DIY bisa diraih. Menurutnya, komposisi kepengurusan saat ini diisi oleh figur-figur dengan pengalaman dan rekam jejak yang mumpuni.
“Target ini bukan hanya motivasi, tapi sangat mungkin diwujudkan melihat kompetensi pengurus yang ada,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Seruan boikot Spider-Man: Brand New Day muncul di sejumlah negara Arab akibat sikap politik produser Avi Arad yang dinilai mendukung Israel.
Andrea Dovizioso menilai Marc Marquez belum tampil segarang musim-musim sebelumnya karena masih beradaptasi usai cedera di MotoGP 2026.
Kemensos menyalurkan bantuan Rp4,52 miliar untuk korban gempa M 7,7 di NTT. Sebanyak 38 orang meninggal dan sekitar 2.000 warga terdampak.
Bayam, asparagus hingga jamur mengandung purin yang perlu dibatasi penderita asam urat. Simak daftar lengkap dan tips mengonsumsinya.
Komisi Eropa menyetujui penjualan 51% saham Everlence milik Volkswagen kepada Bain Capital dalam transaksi senilai €7,4 miliar