Advertisement

BPBD Bantul Minta Warga Siaga Cuaca Ekstrem hingga April

Kiki Luqman
Senin, 23 Februari 2026 - 15:37 WIB
Maya Herawati
BPBD Bantul Minta Warga Siaga Cuaca Ekstrem hingga April Foto ilustrasi angin kencang dampak siklon tropis. Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence Freepik.

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Potensi cuaca ekstrem Bantul masih diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan sehingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana hidrometeorologi. Imbauan ini disampaikan menyusul prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kemungkinan hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Bantul.

Kepala Pelaksana BPBD Bantul Mujahid Amrudin menegaskan masyarakat perlu memantau perkembangan cuaca dan melakukan langkah antisipasi sejak dini, terutama saat hujan deras yang disertai angin kencang terjadi.

Advertisement

“Kami mengimbau kepada seluruh warga untuk meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan bersama. Karena kemungkinan besar, cuaca ekstrem masih terus berlanjut. Kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Ia menjelaskan, peringatan tersebut merujuk pada informasi BMKG yang menyebut potensi hujan deras disertai angin kencang masih dapat terjadi di wilayah Bantul dalam beberapa waktu ke depan.

Menurut Mujahid, masyarakat diharapkan menghindari lokasi berisiko ketika cuaca ekstrem berlangsung, seperti berada di dekat pohon besar, papan reklame, maupun bangunan yang kondisinya rapuh. Warga yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan lereng bukit juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan tanah longsor, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi cukup lama.

“Bila hujan turun lebih dari satu jam tanpa henti, warga yang berada di daerah rawan diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini,” katanya.

BPBD Bantul juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan faktor keselamatan di dalam rumah, salah satunya dengan memantau instalasi listrik secara berkala guna mencegah risiko tambahan saat cuaca ekstrem terjadi.

Selain itu, warga yang berkendara diminta lebih berhati-hati ketika hujan lebat turun karena jarak pandang terbatas dapat meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.

“Ketika berkendara, hindari memaksakan perjalanan jika jarak pandang terbatas akibat hujan deras. Carilah tempat berteduh yang aman, bukan di bawah jembatan layang atau pohon,” ujar dia.

Mujahid menambahkan BPBD Bantul akan terus memantau perkembangan cuaca serta kondisi wilayah dan siap melakukan langkah penanganan apabila terjadi kejadian darurat akibat cuaca ekstrem Bantul.

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul Antoni Hutagaol mengungkapkan kejadian cuaca ekstrem Bantul pada Rabu (18/2/2026) lalu berdampak di 85 titik dengan jenis bencana beragam.

"Mayoritas pohon tumbang dengan dua korban luka-luka. Salah satu korban terkena runtuhan atap, kalau yang di Banguntapan terkena pohon tumbang," ungkapnya.

Antoni menegaskan status Siaga Darurat Bencana Banjir, Tanah Longsor, serta Angin Kencang di Bantul masih berlaku hingga Kamis (24/4/2026), sehingga masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem Bantul yang masih mungkin terjadi sewaktu-waktu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Badai Salju New York Lumpuhkan Aktivitas, Status Darurat Ditetapkan

Badai Salju New York Lumpuhkan Aktivitas, Status Darurat Ditetapkan

News
| Senin, 23 Februari 2026, 15:47 WIB

Advertisement

WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda

WISATA RAMADAN: Jejak Dakwah di Kampung Maksiat Samarinda

Wisata
| Senin, 23 Februari 2026, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement