Bantuan Irigasi APBN Menyasar 188 Kelompok Tani di Bantul

Kiki Luqman
Kiki Luqman Sabtu, 08 Agustus 2026 09:17 WIB
Bantuan Irigasi APBN Menyasar 188 Kelompok Tani di Bantul

Foto ilustrasi irigasi persawahan. - Freepik

Harianjogja.com, BANTUL— Pemerintah pusat terus menggenjot peningkatan produksi pangan nasional melalui berbagai program pertanian di daerah. Di Kabupaten Bantul, dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan yang menyasar hampir 188 kelompok tani sepanjang 2026, dengan fokus utama pada penguatan sarana irigasi dan percepatan masa tanam.

Bantuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu diharapkan mampu mendorong perluasan areal tanam sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Bantul. Ketersediaan air yang lebih terjamin dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan dan mengurangi ketergantungan petani terhadap musim hujan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Joko Waluyo, mengungkapkan pemerintah pusat memberikan berbagai bentuk dukungan kepada kelompok tani di Bantul sepanjang tahun ini.

Menurutnya, hingga saat ini terdapat 34 kelompok tani yang menerima kegiatan dari Kementerian Pertanian. Selain itu, terdapat 20 kelompok tani yang memperoleh dukungan melalui program lain, serta 108 kelompok yang mendapatkan kegiatan melalui program Sipuri.

"Jadi untuk tahun 2026 kami matur nuwun kepada Pak Menteri Pertanian bahwa bantuan di tahun 2026 sampai bulan ini kita mendapat kegiatan sebanyak 34 kelompok," kata Joko, Jumat (8/8/2026).

Selain bantuan tersebut, pemerintah pusat juga mengalokasikan pembangunan jaringan daerah irigasi yang menyasar 26 kelompok tani di berbagai wilayah Bantul.

Joko menilai pembangunan dan penguatan jaringan irigasi menjadi kebutuhan mendesak bagi sektor pertanian. Sarana pengairan yang memadai memungkinkan petani menanam lebih cepat tanpa harus menunggu curah hujan turun.

"Di samping itu juga ada pembangunan jaringan daerah irigasi sebanyak 26 kelompok," ujarnya.

Dorong Percepatan Tanam dan Luas Panen

Secara keseluruhan, hampir 188 kelompok tani di Bantul mendapatkan kegiatan yang dibiayai APBN selama 2026. Mayoritas program tersebut berkaitan dengan pengembangan sistem pengairan untuk mendukung produktivitas lahan pertanian.

"Jadi untuk tahun 2026 kita mendapat hampir 188 kelompok tani yang mendapat kegiatan dari APBN untuk kegiatan irigasi," kata Joko.

Menurut dia, manfaat program tersebut tidak hanya berhenti pada pembangunan infrastruktur atau pemberian fasilitas kepada kelompok tani. Lebih dari itu, dukungan irigasi diharapkan mampu mempercepat masa tanam sehingga lahan pertanian dapat dimanfaatkan lebih optimal sepanjang tahun.

Percepatan masa tanam dinilai menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan luas panen. Semakin cepat petani dapat memulai musim tanam, semakin besar peluang menambah frekuensi panen dalam satu tahun.

Dengan bertambahnya luas panen, produksi pangan daerah juga diproyeksikan meningkat. Kondisi tersebut akan memperkuat kontribusi Bantul dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional.

"Harapan kami kita bisa mempercepat luas tambah tanam, mempercepat tanam sehingga nanti di Kabupaten Bantul tahun-tahun ke depan luas panen kita bisa bertambah," ujarnya.

Dukung Swasembada dan Kedaulatan Pangan

Joko optimistis peningkatan luas panen akan berdampak langsung terhadap kenaikan produksi pertanian. Jika produktivitas lahan terus meningkat, Bantul diyakini mampu mempertahankan perannya sebagai salah satu daerah penyangga pangan di DIY.

Menurutnya, keberadaan jaringan irigasi yang memadai menjadi fondasi penting untuk mencapai target tersebut. Dengan pasokan air yang lebih terjamin, petani memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menentukan waktu tanam dan mengelola lahan secara produktif.

"Produksi dibantu, insyaallah nanti bisa bertambah sehingga swasembada pangan, kedaulatan pangan bisa kita raih, bisa kita pertahankan ke depan," kata Joko.

Pemerintah Kabupaten Bantul berharap seluruh fasilitas dan program yang diterima kelompok tani dapat dimanfaatkan secara optimal. Dengan dukungan infrastruktur irigasi yang semakin baik, sektor pertanian diharapkan mampu menjaga produktivitas jangka panjang sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online