Kebakaran Lahan Dekat Tol Semarang-Solo, 5 Mobil Damkar Dikerahkan
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 secara ketat, salah satunya tidak akan melayani tamu yang tidak patuh pada protokol kesehatan.
“Kami tidak semata-mata mengejar keuntungan saja, tetapi juga tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat untuk keamanan dan kenyamanan bersama,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranawa Eryana di Yogyakarta, Rabu.
Ia pun mencontohkan, ada sebuah hotel yang memutuskan menolak tamu karena tamu yang datang tidak mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan yaitu tidak mencuci tangan dan enggan memakai masker.
“Kedisiplinan wisatawan dan tamu menjadi sangat penting agar penerapan protokol kesehatan ini bisa dilakukan secara ketat karena kami pun harus menjaga keamanan karyawan,” katanya.
Menurut dia, jika protokol kesehatan tersebut tidak dijalankan secara ketat dan disiplin, maka berpotensi muncul klaster penularan dari hotel terlebih sejak pekan kemarin okupansi hotel di DIY mengalami peningkatan.
“Tentu hal ini tidak kami inginkan. Makanya, kami pun ketat. Di setiap hotel yang sudah beroperasi kembali, juga wajib memiliki Satgas COVID-19,” katanya.
Deddy mengatakan okupansi hotel di DIY mengalami kenaikan 10-20 persen pada libur panjang akhir pekan bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI. Rata-rata okupansi hotel bintang mencapai 60 persen, dan nonbintang 35 persen dari kamar yang dioperasionalkan.
“Pada libur panjang Tahun Baru Hijriah, diharapkan kembali mengalami kenaikan. Paling tidak sama seperti pekan lalu. Pekan lalu merupakan okupansi tertinggi selama pandemi,” katanya.
Selain cuci tangan, mengenakan masker, dan jaga jarak, protokol kesehatan yang wajib dilakukan adalah meminta tamu dari zona merah untuk membawa hasil PCR atau rapid test yang menunjukkan hasil negatif.
“Kami rutin melakukan update zona penularan COVID-19 sehingga bisa memastikan tamu tersebut berasal dari zona merah atau tidak,” kata Ketua Satgas COVID-19 PHRI DIY Herryadi Baiin.
Ia mengatakan PHRI DIY juga sudah bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta terkait penyusunan standar protokol kesehatan untuk jasa akomodasi pariwisata dan jaga boga.
Hingga saat ini, ia menambahkan belum semua hotel dan restoran yang menjadi anggota PHRI DIY kembali beroperasi, dan baru ada sebanyak 130 usaha yang beroperasi kembali.
PHRI DIY juga bekerja sama dengan Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta terkait penambahan fasilitas QR Code untuk pendataan tamu sehingga memudahkan proses tracing jika muncul klaster penularan virus corona. Saat ini, belum semua hotel memiliki QR code tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kebakaran melanda lahan penghijauan dekat Tol Semarang-Solo KM 442. Lima mobil damkar dikerahkan untuk memadamkan api.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 11 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jadwal lengkap tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja–Solo September 2026 relasi Stasiun Tugu ke Palur lengkap di 13 stasiun, mulai pukul 05.05 WIB hingga perjalanan malam.
ALVA mencatat distribusi 20.000 unit pada September 2026, dengan pengguna yang telah menempuh lebih dari 78 juta kilometer.
SIPA 2026 resmi dibuka di Pamedan Pura Mangkunegaran Solo. Sekitar 250 seniman dari 7 negara tampil dengan tema Kinetic Kinship: Beyond Boundaries.
Cara download video Facebook tanpa aplikasi lewat HP atau laptop. Simak langkah menyalin tautan hingga menyimpan video dengan aman.